Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Di Kamar Hotel
0
Suka
2,962
Dibaca

Di depan muka kamar 101 Ridwan tersenyum. Rindu dan kenangannya akan segera ia tuntaskan. Harum wewangian potongan bunga memenuhi cuping hidungnya.

"Terima kasih banyak. Kamu bisa mengusahakan," ucap Ridwan kepada manajer hotel.

"Ini satu-satunya kamar di lantai satu yang masih difungsikan. Selebihnya jadi lobi, restoran dan resepsionis. Kami tidak pernah menyewakannya untuk tamu. Dipakai hanya untuk keluarga pemilik hotel."

"Pesat sekali perubahan hotel ini. Sepuluh tahun lalu hotel ini sederhana. Pertama saya menginap di sini dengan orang tua saya, di family room. Beberapa tahun lalu saya juga menginap, di lantai dua. Seprei, interiornya tidak berubah. Saya suka."

Seorang room boy datang membawa tas dan koper.

"Barangnya sudah datang." Manajer hotel menekan tuas pintu.

Kamar hotel terbuka, angin berembus menerpa wajah Ridwan. Ia refleks mengusap pundaknya. Bulu kuduknya berdiri.

"Silakan, Pak," Pinta Room boy. Ridwan menyalaminya dengan uang.

"Terima kasih, Pak."

Ridwan melangkah, pandangannya terpaku pada lemari kayu tua. Entah mengapa ia kagum dengan lemari itu. Pintu kamar tertutup. Ridwan mengamati lukisan abstrak menyerupai rarung, lalu tersenyum.

Ridwan duduk di sofa. Memejamkan mata. Mencoba bernostalgia. Ingatannya melayang pada sosok orang tuanya. Ridwan terperanjat membuka matanya, dengan sigap mengusap-usap dadanya dengan cepat, seperti ingin mengusir sesuatu. Ia merasakan ada tangan yang dengan perlahan merabanya. Ridwan terengah-engah, menoleh ke kanan dan kiri. Tidak ada seorang pun kecuali dirinya.

Ridwan kembali menatap lemari kayu tua. Ia berusaha tenang, lalu menuju wastafel. Jemarinya memutar keran, air segera mengalir. Kedua tangan Ridwan menampung air lalu membasuhkannya ke muka.

Bau busuk menyergap indra penciumannya. Buru-buru Ridwan membersihkan kedua pipinya. Ia mencium telapak tangannya. Ujung hidungnya terangkat, tak kuat menahan aroma busuk.

Ridwan segera meraih handuk. Dan bergegas untuk protes, tapi langkahnya terhenti saat mendapati wajahnya berlumuran darah dalam cermin. Jantungnya berdetak cepat. Ia meraih handuk dan mengusap wajahnya. Tidak ada darah pada handuk itu sedikit pun. Niat protes ia urungkan. Ridwan merebahkan tubuhnya di kasur.

Ridwan dikejutkan dengan sosok menyeramkan di langit-langit. Sosok itu berambut pajang, wajahnya dipenuhi darah dan nanah, serta taring yang tajam. Sosok itu hendak menimpa Ridwan.

Ridwan menjatuhkan dirinya ke lantai.

Sosok itu hilang. Ridwan terengah-engah.

Saat hendak berdiri, tangannya meraih gagang pintu lemari tua. Matanya menoleh. Ridwan menekan gagang pintu dan membukanya. Sosok menyeramkan muncul tepat di wajah Ridwan. Mata Ridwan terbuka lebar. Sosok itu menjulurkan tangan besarnya dan memenuhi wajah Ridwan. Ia berteriak, tapi suaranya tertahan tangan besar sosok itu. Perlahan kedua tangan sosok itu menarik kepala Ridwan. Tangan kirinya menekan bagian belakang kepala Ridwan, sedangkan tangan kanannya menutup wajah Ridwan.

Ridwan sekuat tenaga bertahan. Tangan busuk dengan banyak nanah serta kuku hitam panjang menarik kepala dan tubuh Ridwan perlahan. Kakinya terus meronta-ronta di lantai, namun perlahan tertarik juga. Pintu lemari tertutup setelah menelan seluruh tubuh Ridwan.

Pintu kamar terbuka. Room boy dan manajernya masuk.

"Memangnya tidak apa-apa membiarkannya makan sekarang?" tanya manajer hotel.

"Di malam satu suro kita beri makan lagi. Hotel bisa lebih ramai dan aku menjadi lebih kaya." Room boy tersenyum. "Kerja bagus." Ia menatap manajer hotel.

Keduanya menatap lemari kayu tua yang menelan Ridwan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Di Kamar Hotel
Rudi Rustiadi
Cerpen
Bronze
Dharmawangsa
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Langkah di Balik Anyaman Bambu
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Devil
Katia
Flash
Menghilang
Retno Utama
Novel
Pertunjukan Hantu-Hantu Amphitheater
Emma Kulzum
Novel
Lagu Pengantar Tidur Mayat
Hideyo Sakura
Flash
Goodbye Goodbye
Rifin Raditya
Novel
Bronze
Break My Loneliness
nur aeni
Novel
Konflik Pernikahan Lusan
habsyah
Novel
Bronze
MALDEVIR
Okhie vellino erianto
Cerpen
VUDU
hadi wiyono
Novel
Bronze
SIMPLE MINUTES
K. Z. Asri
Cerpen
Perempuan Itu Bernama Mentari
Freya
Novel
Bronze
Shaman Palakka
Raxl Sri
Rekomendasi
Flash
Di Kamar Hotel
Rudi Rustiadi
Flash
Pendakian
Rudi Rustiadi
Flash
Calon Pengantin
Rudi Rustiadi
Flash
Boneka Kesayangan
Rudi Rustiadi
Flash
Hari Lebaran Badru
Rudi Rustiadi
Flash
Permintaan Pak Sumardi
Rudi Rustiadi