Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Hari Lebaran Badru
0
Suka
2,151
Dibaca

Saat salat ied tengah berlangsung Badru pergi meninggalkan rumah. Gang-gang sempit Kampung Asem lengang, tak seorang pun yang berada di teras rumah. Ini sesuai harapan Badru. Bocah kelas tiga SD yang hanya hidup dengan neneknya yang seorang pemulung itu tidak ingin seorang pun melihatnya, terlebih-lebih temannya.

Setelah keluar dari kampung Badru termenung di dangau. Tak lama suara takbir diiringi tabuhan beduk dan kentungan menggema. Terbayang oleh Badru teman-temannya sedang bergembira menabuh beduk dan bertakbir mengagungkan asma Allah di teras masjid. Mata bocah dengan kaus yang sudah lusuh itu berkaca-kaca.

Kemarin, tadi malam hingga pagi tadi Badru terus merajuk sambil bersungut-sungut kepada neneknya sebab keinginannya urung dipenuhi. Bocah yang sudah ditinggal orang tuanya sedari bayi itu mengancam enggan melaksanakan salat ied jika kemauannya tidak dilaksanakan sang nenek.

Ingatan Badru melayang pada lebaran tahun lalu, dengan kemeja baru pemberian Pak Jumadi, petani tetangga rumahnya, Badru berkeliling kampung bersama teman-temannya, bersilaturahmi dari rumah ke rumah. Banyak tetangga yang memberinya uang jajan. Namun lebaran kali ini berbeda. Tidak ada yang membelikannya baju baru. Pak Jumadi pun tidak, barangkali karena Pak Jumadi gagal panen atau karena harga timun suri yang merosot.

"Badru, sedang apa kamu di sini?" Fajar menyapa dari belakang. Teman satu sekolah Badru yang juga tetangga kampungnya itu baru saja pulang dari masjid.

Badru bergeming.

"Kenapa kamu di sini? Mana nenekmu?"

"Rumah," ucap Badru lemah. "Aku enggak mau bertemu siapa-siapa hari ini."

Badru mengamati Fajar dari ujung kepala hingga kaki. Kopiah hitamnya sudah menguning di seputar lingkaran kepala, kausnya lusuh serta memiliki lubang-lubang kecil di pundak dan leher.

"Di hari lebaran, kata pak ustaz kita dianjurkan bertemu banyak orang untuk bersilaturahmi. Ayo ke kampungmu kita keliling, aku punya beberapa saudara di sana. Bisa dapat THR kita," ajak bocah yang usianya tiga tahun lebih tua dari Badru itu. “Kalau dapat aku mau beli es krim, pistol-pistolan, mobil-mobilan.” Fajar semringah.

“Kamu enggak pakai baju baru?”

“Orang tuaku enggak pulang kampung. Jadi pembantu pengganti sementara di kota.”

“Aku di sini saja. Aku malu bertemu teman-teman.” Badru merunduk, meremas-remas ujung kausnya.

“Oh, yah. Aku mengerti.” Fajar menjulurkan tangannya “Minal aidin.”

Keduanya berjabat tangan. Fajar meninggalkan Badru kembali dengan kesendiriannya. Badru menatap hamparan padi yang sedang hijau-hijaunya. Langit biru yang cerah tidak sedikit pun bisa menghibur dirinya. Angin yang beberapa kali menerpa wajahnya tidak bisa mengubah pendiriannya, Badru sudah memutuskan tidak mau bertemu siapa pun hari ini termasuk neneknya yang setiap hari mengurusnya. Badru merebahkan tubuhnya, membayangkan Fajar akan mendapat olok-olokan temannya.

Lama menyendiri di dangau, mata yang Badru pejamkan seketika terbuka ketika kepalanya dielus tangan seseorang. Badru terperanjat!

 “Nenek?” Air muka Badru masam.

Nenek memegang lengan Badru. “Pulang, yuk! Kamu enggak mau silaturahmi dengan tetangga-tetangga?”

Badru menggeleng.

“Kamu enggak mau keliling kampung sama teman-temanmu? Ini ada hadiah untukmu.”

“Baju baru? Kenapa nenek baru ngasih sekarang?” Wajah Badru datar dan masih masam.

“Nenek baru dikasih Fajar. Katanya dia ngumpulin THR dari saudara-saudaranya. Lalu membelikan baju ini di toko Bik Mimin. Untung masih ada sisa jualannya di rumah,” jelas nenek. “Katanya terima kasih kamu sudah sering menemaninya memancing.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Hari Lebaran Badru
Rudi Rustiadi
Novel
Bronze
Bidadari Kiriman Tuhan
Nurhidayah Ade Triana
Novel
Bronze
Wellang
Hadis Mevlana
Novel
Bronze
Perempuan Beraroma Lemon
Sugianes
Novel
La Ba'sa
Restu syndi yani
Novel
Gold
Tuhan, Maaf, Kami Belum Bersyukur
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
KejutanNya Selalu Ada
angin lembah
Novel
Bronze
Kaerumichi
Panji Pratama
Novel
Gold
HIJRAH CINTA
Falcon Publishing
Novel
Gold
Jangan Khawatir, Allah Bersamamu
Bentang Pustaka
Novel
Cinta Hanya Dia
Aza Muliana
Novel
Gold
Kambing dan Hujan
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Nabi Isa pun Tak Mampu Sembuhkan
Noura Publishing
Cerpen
Menggantikan Tukang Takjil
Noer Eka
Novel
Bronze
Kupinang Dirimu Dengan Cinta
Imajinasiku
Rekomendasi
Flash
Hari Lebaran Badru
Rudi Rustiadi
Flash
Permintaan Pak Sumardi
Rudi Rustiadi
Flash
Boneka Kesayangan
Rudi Rustiadi
Flash
Calon Pengantin
Rudi Rustiadi
Flash
Pendakian
Rudi Rustiadi
Flash
Di Kamar Hotel
Rudi Rustiadi