Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Hari Lebaran Badru
0
Suka
1,249
Dibaca

Saat salat ied tengah berlangsung Badru pergi meninggalkan rumah. Gang-gang sempit Kampung Asem lengang, tak seorang pun yang berada di teras rumah. Ini sesuai harapan Badru. Bocah kelas tiga SD yang hanya hidup dengan neneknya yang seorang pemulung itu tidak ingin seorang pun melihatnya, terlebih-lebih temannya.

Setelah keluar dari kampung Badru termenung di dangau. Tak lama suara takbir diiringi tabuhan beduk dan kentungan menggema. Terbayang oleh Badru teman-temannya sedang bergembira menabuh beduk dan bertakbir mengagungkan asma Allah di teras masjid. Mata bocah dengan kaus yang sudah lusuh itu berkaca-kaca.

Kemarin, tadi malam hingga pagi tadi Badru terus merajuk sambil bersungut-sungut kepada neneknya sebab keinginannya urung dipenuhi. Bocah yang sudah ditinggal orang tuanya sedari bayi itu mengancam enggan melaksanakan salat ied jika kemauannya tidak dilaksanakan sang nenek.

Ingatan Badru melayang pada lebaran tahun lalu, dengan kemeja baru pemberian Pak Jumadi, petani tetangga rumahnya, Badru berkeliling kampung bersama teman-temannya, bersilaturahmi dari rumah ke rumah. Banyak tetangga yang memberinya uang jajan. Namun lebaran kali ini berbeda. Tidak ada yang membelikannya baju baru. Pak Jumadi pun tidak, barangkali karena Pak Jumadi gagal panen atau karena harga timun suri yang merosot.

"Badru, sedang apa kamu di sini?" Fajar menyapa dari belakang. Teman satu sekolah Badru yang juga tetangga kampungnya itu baru saja pulang dari masjid.

Badru bergeming.

"Kenapa kamu di sini? Mana nenekmu?"

"Rumah," ucap Badru lemah. "Aku enggak mau bertemu siapa-siapa hari ini."

Badru mengamati Fajar dari ujung kepala hingga kaki. Kopiah hitamnya sudah menguning di seputar lingkaran kepala, kausnya lusuh serta memiliki lubang-lubang kecil di pundak dan leher.

"Di hari lebaran, kata pak ustaz kita dianjurkan bertemu banyak orang untuk bersilaturahmi. Ayo ke kampungmu kita keliling, aku punya beberapa saudara di sana. Bisa dapat THR kita," ajak bocah yang usianya tiga tahun lebih tua dari Badru itu. “Kalau dapat aku mau beli es krim, pistol-pistolan, mobil-mobilan.” Fajar semringah.

“Kamu enggak pakai baju baru?”

“Orang tuaku enggak pulang kampung. Jadi pembantu pengganti sementara di kota.”

“Aku di sini saja. Aku malu bertemu teman-teman.” Badru merunduk, meremas-remas ujung kausnya.

“Oh, yah. Aku mengerti.” Fajar menjulurkan tangannya “Minal aidin.”

Keduanya berjabat tangan. Fajar meninggalkan Badru kembali dengan kesendiriannya. Badru menatap hamparan padi yang sedang hijau-hijaunya. Langit biru yang cerah tidak sedikit pun bisa menghibur dirinya. Angin yang beberapa kali menerpa wajahnya tidak bisa mengubah pendiriannya, Badru sudah memutuskan tidak mau bertemu siapa pun hari ini termasuk neneknya yang setiap hari mengurusnya. Badru merebahkan tubuhnya, membayangkan Fajar akan mendapat olok-olokan temannya.

Lama menyendiri di dangau, mata yang Badru pejamkan seketika terbuka ketika kepalanya dielus tangan seseorang. Badru terperanjat!

 “Nenek?” Air muka Badru masam.

Nenek memegang lengan Badru. “Pulang, yuk! Kamu enggak mau silaturahmi dengan tetangga-tetangga?”

Badru menggeleng.

“Kamu enggak mau keliling kampung sama teman-temanmu? Ini ada hadiah untukmu.”

“Baju baru? Kenapa nenek baru ngasih sekarang?” Wajah Badru datar dan masih masam.

“Nenek baru dikasih Fajar. Katanya dia ngumpulin THR dari saudara-saudaranya. Lalu membelikan baju ini di toko Bik Mimin. Untung masih ada sisa jualannya di rumah,” jelas nenek. “Katanya terima kasih kamu sudah sering menemaninya memancing.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Hari Lebaran Badru
Rudi Rustiadi
Novel
Gold
Merajut Rahmat Cinta
Bentang Pustaka
Flash
NING NONG NING GUNG
Syauqi Sumbawi
Flash
Pelukan Ibu
Fini Marjan
Cerpen
Tuhan Merestui Kita Bersama Menuju Surga
Erlani Puspita
Novel
Tulah Badar
Ana Latifa
Novel
Selamanya Tiga
Ezra Jo
Flash
KANG ABI MENGAIS REJEKI
Heri Lumbiana
Cerpen
Bronze
Muslimah Punya Cerita (A journey off surrender to Allah)
Larasati
Cerpen
Bronze
Syahid Tak Bernama
Oyenoyenmpus
Cerpen
Bronze
ALI DAN ILMU
Rara3
Novel
Hardika El Zhirazy & Sheryl Az Zahrah
fini arkani
Flash
Sajadah
Penulis N
Novel
I'm The Motivator
Azza Aprisaufa
Flash
Suapan Terakhir
Sena N. A.
Rekomendasi
Flash
Hari Lebaran Badru
Rudi Rustiadi
Flash
Pendakian
Rudi Rustiadi
Flash
Di Kamar Hotel
Rudi Rustiadi
Flash
Calon Pengantin
Rudi Rustiadi
Flash
Boneka Kesayangan
Rudi Rustiadi
Flash
Permintaan Pak Sumardi
Rudi Rustiadi