Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Calon Pengantin
0
Suka
6,961
Dibaca

Subhan menjulurkan satu per satu kakinya ke lantai dengan amat hati-hati dari jendela yang baru saja ia cungkil dengan linggis kecil. Angin malam Gunung Karang menyusup pelan, mengibaskan gorden. Pelan-pelan, dengan napas ditahan, Subhan menutup kembali jendela itu. Langkahnya menapak lantai marmer dengan ringan.

Malam ini Subhan tidak mengenakan baju kebesarannya sebagai tukang servis elektronik keliling. Ia berpakaian serba hitam, tudung hoodie menutupi kepalanya. Malam ini ia benar-benar nekat. Ia merasa sudah tidak ada pilihan lain.

Satu pekan ini Subhan berkeliling kampung untuk memastikan rencananya. Subhan bertanya kepada warga perihal Haji Jahid di warung-warung sambil minum kopi. Sesekali Subhan juga menawarkan jasa servis. Dari obrolan itu ia tahu Haji Jahid adalah juragan emas di Pasar Badak. Ia juga tahu Haji Jahid dan istrinya sedang umrah, meninggalkan Lasti, anak perempuan mereka satu-satunya.

 Tiga bulan lagi Subhan akan menikahi Wati, perempuan asal Balaraja yang amat dicintainya. Wati mencintainya, itu pasti. Tapi cinta saja tidak cukup. Subhan harus mendapatkan restu dari orang tua Wati untuk bisa menikahinya. Agar dapat menggenapi restu calon mertuanya secara utuh, Subhan diminta mengadakan pesta pernikahan. Padahal rencananya ia dan Wati mau mengundang saudara dekat saja. Sederhana.

Di kepala Subhan lalu bertumpuk angka-angka. Biaya sewa tenda, catering, make up, undangan, suvenir, serta mas kawin 25 gram. Angka itu dipilih sebab sesuai dengan tanggal pernikahannya nanti. Semua itu lebih berat dari beban pikulan tv, ac, atau kulkas yang biasa ia pikul sehari-hari. Namun, jika tidak segera dinikahi ia khawatir ada lelaki lain yang mendekati Wati.

Meminta pertolongan kepada keluarga juga rasanya tidak mungkin. Ia hanya tinggal dengan ibunya yang sudah renta. Maka, malam ini adalah jalan terakhir, demi memenuhi syarat-syarat dari calon mertuanya.

Lamat-lamat Subhan mendengar suara dua perempuan sedang tertawa cekikikan. Namun, Subhan menghiraukannya. Pria itu memasukkan perhiasan, uang, jam tangan mewah dari lemari Haji Jahid ke dalam tasnya.

Krek! Pintu kamar terbuka.

Lampu menyala.

Subhan mematung. Ia bergeming bukan karena ketahuan, tapi karena sosok salah satu perempuan yang dilihatnya. Di hadapannya berdiri Wati si calon istrinya dan Lasti anak Haji Jahid. Wajah Wati pucat seperti langit mendung sebelum hujan.

Tanpa ancang-ancang Lasti langsung menerjang Subhan dengan tendangan mae geri yang dikuasainya, disusul dengan tendangan yoko geri. Dua tendangan yang mendarat di dada dan perut sampingnya itu cukup membuat Subhan tersungkur tak berdaya.

“Bangsat, kau rampok!” teriak Lasti.

Subhan mencoba bangkit, tapi tubuhnya lemas. Benang harapan dalam dadanya putus. Lasti mencoba kembali menendangnya, tapi Wati menghentikannya.

“Cukup! Sebaiknya ikat saja! Minta bantuan warga atau telepon polisi!”

Lasti mengikat tangan Subhan dengan kabel lampu duduk. Perempuan itu lalu bergegas menuju kamarnya, mengambil handphone. 

Subhan dan Wati beradu pandang.

“Kang, pukul aku!” ucap Wati pelan, terbata-bata. Air mata tak bisa ia tahan. Kedua sejoli itu tak melepaskan tatapan mereka.

Subhan lalu tertunduk. Ia terisak-isak.

“Kang!” Wati mengiba. 

Beberapa saat Lasti kembali. Ia mendapati Wati tengah tergeletak dengan darah di ujung bibirnya. Lasti mengarahkan pandangannya. Jendela terbuka lebar. Angin menggoyang-goyangkan gorden. Lasti mengembuskan napas berat.

Malam itu dalam rumah Haji Jahid, cinta, pengorbanan dan pengkhianatan membeku dalam menyatu dibungkus keheningan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
I Like me Better When I'am With you
Pratiwi_Hwang
Flash
Calon Pengantin
Rudi Rustiadi
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.3
Kosong/Satu
Flash
Mesin Waktu
Muhammad Ilfan Zulfani
Skrip Film
Live Again
Donny Sixx
Komik
Pristine Spring
Izumi
Skrip Film
Kubayar Pelangi dengan Hujanmu (Skrip)
Anis Maryani
Skrip Film
Penantian dalam angan dan harapan
Ihsanul Essel Rusmiland
Novel
Bronze
Gejolak Sepi
Tiwi Kasavela
Skrip Film
Bismahanta
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Selingkuh yang diakibatkan Stress
Frederic Beslar
Flash
Single Mother by Choice
Maria
Cerpen
Para Sultan Jalanan
Yovinus
Novel
Andai Menikah Bukan Ibadah
dhanty Lesmana
Novel
Bronze
TTM
Arslan Cealach
Rekomendasi
Flash
Calon Pengantin
Rudi Rustiadi
Flash
Boneka Kesayangan
Rudi Rustiadi
Flash
Permintaan Pak Sumardi
Rudi Rustiadi
Flash
Pendakian
Rudi Rustiadi
Flash
Di Kamar Hotel
Rudi Rustiadi
Flash
Hari Lebaran Badru
Rudi Rustiadi