Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Seolah Pernah Bertemu (1)
0
Suka
585
Dibaca

Kau tahu kan, perasaan seperti pernah melihat atau bertemu orang asing di suatu tempat? Mencoba mengingat namun tetap tak ada kenangan yang didapat.

Tapi aku yakin pernah bertemu dengannya. Gadis berambut panjang itu. Entah di mana.

Hari ini terjadi lagi. Kami berpapasan di lorong sekolah yang sempit. Hanya bertukar tatap, bertukar sapa sekedarnya, agar tak canggung saja. Tapi setelah lewat beberapa langkah dirasa ... ada kalimat tanya yang senantiasa menggantung di pangkal lidah.

Seakan aku tersedak, dimuntahkan tak bisa, ditelan tak enak.

Ha ... kalau bisa, aku tak mau bertemu dengannya. Bikin hati tidak nyaman.

Tapi akhirnya. Suatu hari, aku bangun kesiangan, ditinggal abangku yang melajukan motornya untuk menuju kantor terlebih dahulu. Tidak ada tumpangan membuatku harus berlari tunggang langgang ke pemberhentian bus di ujung komplek.

Setibanya di sana, aku mengumpat dalam hati. Ada dia, si rambut iklan shampoo itu ada di halte bus, pandangan kami bertemu. Tak mungkin pura-pura tak melihat. Pengecut sekali kesannya diriku.

Maka, kuberanikan diri untuk menyapanya dengan benar kali ini.

"Eh ... lo," tanyaku menggantung, masih sedikit ragu. Batinku berbisik, jangan-jangan aku dikira mau menggoda dirinya yang tergolong cantik ini.

Tapi tanpa kuduga, dia melangkah mendekat dengan cepat. Lalu berdiri tepat selangkah dariku.

Kami berhadapan. Aku mati kutu. Tidak siap mental.

"Rumah kosong pagar bambu, di ujung kampung Daun. Kamu yang memecahkan kaca, kan?" tanyanya menyembur begitu saja.

"Eh? Ah, apa?" Aku gelagapan mendengar suaranya yang tiba-tiba.

Ini kalimat panjang pertama darinya sejak beberapa bulan bertegur sapa sekadarnya.

Matanya berkilat menatapku, menunggu.

Aku menggaruk tepi rahang, tersenyum canggung.

"Maaf, tapi gue gak inget. Cuma ..."

Dia menaikkan alis.

"Cuma rasanya gue pernah ketemu sama lo. Dulu ..." Aku mengigit bibirku ragu.

Dia mendengus, tersenyum samar. Mengusap belakang lehernya sekilas.

"Lupa rupanya. Padahal kukira kau mengingatku, karena menyapaku lebih dulu," ujarnya. Terdengar lebih lega, lalu menggeser sepatunya menjauh.

Hey. Kenapa dia merasa lebih lega karena aku lupa padanya? Apa jangan-jangan dia operasi plastik?

"Jadi, kita emang kenal? Eum... Pernah kenal?" tanyaku penasaran.

Ada ingatan tertutup kain usang meringkuk di pojokan otakku. Menggeliat pelan dan malas, tapi ingin dibangunkan.

Gadis itu kembali menatapku, dengan mata yang kali ini tanpa semangat.

"Entahlah. Toh kamu juga tidak ingat," sambutnya datar, berpaling menatap jalanan.

"Harusnya aku enggak usah nanya," lanjutnya berdesis pelan. Seolah bicara sendiri, tapi ingin agar tetap bisa kudengar.

Ia lalu melangkah pergi. Gantungan kunci kayu di ranselnya berkelotakan. Semakin samar seiring langkahnya menjauh, namun anehnya ada ingatan jauh yang terpanggil, datang kian mendekat padaku.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Seolah Pernah Bertemu (1)
verlit ivana
Flash
Bronze
Mimpi Ibu Ikan dan Ayah Laba-laba
Alfian N. Budiarto
Novel
Bronze
Death Pictures
Herman Siem
Flash
Veränderung
Bernika Irnadianis Ifada
Novel
Bronze
Mimpi dalam Mimpi
Nita Roviana
Novel
Gold
The Woman in the Window
Noura Publishing
Novel
Bronze
Dormitory Tales : A Love Story
Nisa
Flash
The Untold Chip
Syashi Ammar
Novel
Bronze
Tumbal Pesan Berantai
Handi Yawan
Flash
Bronze
TERAPIS
N.A. Pertiwi
Flash
Bronze
Bandit
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ujung Kegelapan
FeyQueen_1538
Cerpen
Para Tanah yang Menyimpan Api
Fazil Abdullah
Cerpen
Bronze
Rahasia yang di tanam di kepala
Febri Muhamad mughni
Novel
The Psycho Girl
Yui Nanase
Rekomendasi
Flash
Seolah Pernah Bertemu (1)
verlit ivana
Flash
Bronze
Cincin di Kala Hampa
verlit ivana
Flash
Isi Lemari
verlit ivana
Flash
Bronze
Pekerjaan Rumah Dua Puluh Tahun Lalu
verlit ivana
Flash
Bronze
Bagaimana Jika Kopiku Habis
verlit ivana
Flash
Bronze
Gadis Pembenciku
verlit ivana
Flash
Seolah Pernah Bertemu (2)
verlit ivana
Novel
Bronze
Halaman Sembilan
verlit ivana
Cerpen
Bronze
Secangkir Utopia
verlit ivana
Flash
Bronze
Gadis yang Mati di Atap
verlit ivana