Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kuburan yang Terlupakan
2
Suka
10,632
Dibaca

Ketika takbir berkumandang, konon rantai iblis terlepas. Seluruh manusia terlahir kembali. Tapi bukan untuk mereka yang sudah mati. Mereka menunggu. 

Rumput-rumput liar yang memenuhi area pemakaman sudah habis dicabut. Tersisa nisan dan batu penanda pusara. Beberapa bernama beberapa tidak. 

Bunga-bunga dan air doa ditaburkan. Kendi dan botol kaca penuh bunga. Seketika kesuraman di pemakaman sirna. Manusia berkumpul dan berdoa. 

Ketika para manusia pulang, hanya suara daun bergesekan tertiup angin yang terdengar. Alam kembali bergeming seolah mempersilakan para penghuni kuburan beristirahat dalam damai. 

Seekor tupai muncul di antara pepohonan di pinggir area makam. 

“Ayah, kenapa kuburan itu tidak dibersihkan?” tanya tupai itu pada ayahnya yang baru saja mendarat tepat di samping. Ditatapnya batu-batu hitam tajam yang tertutupi rumput dan dililit tanaman rambat. Kontras sekali dengan makam lain yang bersih seolah penghuninya baru dikubur kemarin. 

“Mungkin beliau tidak memiliki keturunan yang mengingatnya,” jawab sang ayah. 

“Apakah manusia itu pendosa semasa hidup?” tanya tupai kecil itu lagi sambil menggosok hidungnya yang gatal. 

“Kenapa kamu berpikir begitu, Nak?”

“Sebab kuburan lain dipenuhi bunga dan basah,” jawab si tupai. Sedikit kasihan memandang kuburan di tengah-tengah area pekuburan itu. 

Sang ayah tupai tersenyum. Dia melompat turun mendekati kuburan rimbun itu. Anaknya mengikuti. 

“Lihat, Nak. Bagaimana menurutmu?”

Mata si tupai berkedip. Di antara hijaunya rumput dan tanaman rambat, tumbuh bermekaran bunga kuning cerah dan ungu berbentuk terompet. Bertebaran di antara daun hijau yang teduh. Beberapa kupu-kupu terbang dan hinggap di bunga-bunga kecil itu. 

“Ini makam terindah di sini, Ayah.”

Sang ayah tupai tersenyum. “Alam tidak akan pernah melupakan kebaikanmu, Nak. Tidak seperti manusia.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
SELEPAS TERSESAT
Budiya Rahman
Flash
Andai Aku Bisa
Ralali Sinaw
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Novel
TAKSA
aksarabercerita
Flash
Bronze
Kumohon Kembalikan
Nabil Bakri
Flash
Bronze
Yang Pergi Tak Selalu Pindah Hati, Yang Berdiam Diri Tak Selalu Menanti
Silvarani
Novel
Bronze
Someone You Loved
Sanifidya
Novel
RYDER UNTUK ARTHUR
Lilis Alfina Suryaningsih
Flash
Jendela Bertumpuk
Seli Suliastuti
Flash
Mimpi Yang Lain
Elisabeth Purba
Flash
Beruang
artabak
Flash
Kedai Soto Warisan Bapak
kutipan.izs
Flash
Mulut yang Terkatup
Khirnis
Cerpen
Bronze
Teman online
Rain Dandelion
Rekomendasi
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
LOG OUT
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
7th Skies
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Flash
Amplop
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Novel
AGASTYA
Keita Puspa
Flash
Hidroponik
Keita Puspa
Flash
Bronze
Dia Masih di Sini
Keita Puspa
Flash
AIN
Keita Puspa
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa