Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kuburan yang Terlupakan
2
Suka
7,570
Dibaca

Ketika takbir berkumandang, konon rantai iblis terlepas. Seluruh manusia terlahir kembali. Tapi bukan untuk mereka yang sudah mati. Mereka menunggu. 

Rumput-rumput liar yang memenuhi area pemakaman sudah habis dicabut. Tersisa nisan dan batu penanda pusara. Beberapa bernama beberapa tidak. 

Bunga-bunga dan air doa ditaburkan. Kendi dan botol kaca penuh bunga. Seketika kesuraman di pemakaman sirna. Manusia berkumpul dan berdoa. 

Ketika para manusia pulang, hanya suara daun bergesekan tertiup angin yang terdengar. Alam kembali bergeming seolah mempersilakan para penghuni kuburan beristirahat dalam damai. 

Seekor tupai muncul di antara pepohonan di pinggir area makam. 

“Ayah, kenapa kuburan itu tidak dibersihkan?” tanya tupai itu pada ayahnya yang baru saja mendarat tepat di samping. Ditatapnya batu-batu hitam tajam yang tertutupi rumput dan dililit tanaman rambat. Kontras sekali dengan makam lain yang bersih seolah penghuninya baru dikubur kemarin. 

“Mungkin beliau tidak memiliki keturunan yang mengingatnya,” jawab sang ayah. 

“Apakah manusia itu pendosa semasa hidup?” tanya tupai kecil itu lagi sambil menggosok hidungnya yang gatal. 

“Kenapa kamu berpikir begitu, Nak?”

“Sebab kuburan lain dipenuhi bunga dan basah,” jawab si tupai. Sedikit kasihan memandang kuburan di tengah-tengah area pekuburan itu. 

Sang ayah tupai tersenyum. Dia melompat turun mendekati kuburan rimbun itu. Anaknya mengikuti. 

“Lihat, Nak. Bagaimana menurutmu?”

Mata si tupai berkedip. Di antara hijaunya rumput dan tanaman rambat, tumbuh bermekaran bunga kuning cerah dan ungu berbentuk terompet. Bertebaran di antara daun hijau yang teduh. Beberapa kupu-kupu terbang dan hinggap di bunga-bunga kecil itu. 

“Ini makam terindah di sini, Ayah.”

Sang ayah tupai tersenyum. “Alam tidak akan pernah melupakan kebaikanmu, Nak. Tidak seperti manusia.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
SHIKI -Halaman Pertama-
Kosong/Satu
Flash
Polusi dalam Politik
Aiman Muin
Flash
Bronze
Mengapa?
Rere Valencia
Novel
Gold
The Dusty Sneakers
Noura Publishing
Novel
It's Ok, I'm Good
rara
Novel
Gold
KKPK Gerhana Pasti Berlalu
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Akar Belati Bunga Warna-Warni
Silvarani
Novel
Bronze
Imperfection
Andieran
Flash
Bronze
Hujan
Bungaran gabriel
Novel
Beautiful Gadis
Anggia Novkania
Novel
The Playmaking Defender
Fajar R
Flash
Anosmia
MAkbarD
Cerpen
Bronze
Pudar
Fataya
Novel
Fool's Gold
Syafa Amelia
Rekomendasi
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Bronze
LOG OUT
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pecah
Keita Puspa
Cerpen
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
Bronze
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Bronze
Hai Darling
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Bronze
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
Bronze
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Flash
Bronze
Hidroponik
Keita Puspa