Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kuburan yang Terlupakan
1
Suka
3,668
Dibaca

Ketika takbir berkumandang, konon rantai iblis terlepas. Seluruh manusia terlahir kembali. Tapi bukan untuk mereka yang sudah mati. Mereka menunggu. 

Rumput-rumput liar yang memenuhi area pemakaman sudah habis dicabut. Tersisa nisan dan batu penanda pusara. Beberapa bernama beberapa tidak. 

Bunga-bunga dan air doa ditaburkan. Kendi dan botol kaca penuh bunga. Seketika kesuraman di pemakaman sirna. Manusia berkumpul dan berdoa. 

Ketika para manusia pulang, hanya suara daun bergesekan tertiup angin yang terdengar. Alam kembali bergeming seolah mempersilakan para penghuni kuburan beristirahat dalam damai. 

Seekor tupai muncul di antara pepohonan di pinggir area makam. 

“Ayah, kenapa kuburan itu tidak dibersihkan?” tanya tupai itu pada ayahnya yang baru saja mendarat tepat di samping. Ditatapnya batu-batu hitam tajam yang tertutupi rumput dan dililit tanaman rambat. Kontras sekali dengan makam lain yang bersih seolah penghuninya baru dikubur kemarin. 

“Mungkin beliau tidak memiliki keturunan yang mengingatnya,” jawab sang ayah. 

“Apakah manusia itu pendosa semasa hidup?” tanya tupai kecil itu lagi sambil menggosok hidungnya yang gatal. 

“Kenapa kamu berpikir begitu, Nak?”

“Sebab kuburan lain dipenuhi bunga dan basah,” jawab si tupai. Sedikit kasihan memandang kuburan di tengah-tengah area pekuburan itu. 

Sang ayah tupai tersenyum. Dia melompat turun mendekati kuburan rimbun itu. Anaknya mengikuti. 

“Lihat, Nak. Bagaimana menurutmu?”

Mata si tupai berkedip. Di antara hijaunya rumput dan tanaman rambat, tumbuh bermekaran bunga kuning cerah dan ungu berbentuk terompet. Bertebaran di antara daun hijau yang teduh. Beberapa kupu-kupu terbang dan hinggap di bunga-bunga kecil itu. 

“Ini makam terindah di sini, Ayah.”

Sang ayah tupai tersenyum. “Alam tidak akan pernah melupakan kebaikanmu, Nak. Tidak seperti manusia.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Rumah Tanpa Suara ibu
laura
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Cerpen
Ciuman Pertama Candy Dicuri
Hary Silvia
Novel
Bronze
Tumbal Mustika Pengasihan Panji Anom
Efi supiyah
Flash
Bronze
Tidur panjang
ani__sie
Flash
Bronze
Buku Harian Tanpa Kata
Herman Siem
Flash
Senyuman Hana
Eri Fin
Cerpen
Bronze
Sebelum Aku Pulang
WN Nirwan
Novel
My Little Princess
Natasha Dialove
Novel
Ku Bawa Cintaku Berkunjung ke Rumah - Mu
Utami Syahdiah
Skrip Film
Yang Hilang
Sholichatun Nisa
Skrip Film
Penantian dalam angan dan harapan
Ihsanul Essel Rusmiland
Skrip Film
Tidak Jatuh Cinta Dulu
ken fauzy
Novel
Bronze
DI TITIK 8760
Dalilah Razan, Rauf Adila
Skrip Film
Tele - Tong
Azis Indriyanto
Rekomendasi
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Bronze
LOG OUT
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Cerpen
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pecah
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Bukan Sugarcoating
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Bronze
Sembilan Nyawa
Keita Puspa
Flash
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa