Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Rahasia Ombak Kenjeran
0
Suka
7,235
Dibaca

Pantai Kenjeran selalu jadi pelarian akhir pekan. Aku, Hadi, 38 tahun, nelayan di perahu ikan kecil. Istriku, Yuni, 35 tahun, penjual kerupuk di pasar ikan. Kami menikah muda, punya anak perempuan, Lila, 12 tahun, yang pintar nyanyi dangdut. Rumah panggung kami di pinggir pantai, berhadapan dengan rumah tetangga anyar: sepasang ibu-anak, Susi dan putranya, Dika, 15 tahun.

Susi, 33 tahun, katanya baru pindah dari Madura setelah bercerai. Tubuhnya kurus, rambut ikal sebahu, dan matanya selalu sayu seperti ombak pasang. Awalnya, pertemuan biasa: pinjam garam, tukar ikan segar. Lila suka main sama Dika, main layar-layar di pantai. Yuni ajak Susi masak bareng, bikin urap-urap. Aku? Mulai notice Susi saat dia bantu angkat jaring ikan, tangannya kuat meski lembut.

Cinta menyusup diam-diam. Saat bulan purnama, kami duduk di dermaga, ngobrol sambil mancing. "Hidup nelayan capek ya, Mas Hadi," katanya. Aku cerita badai yang hampir bunuh aku tahun lalu. Dia cerita mantan suaminya yang judi, tinggalkan hutang. "Aku iri sama Yuni, punya suami setia," bisiknya. Jantungku berdegup. Malam demi malam, kami curi waktu: jalan pantai saat Yuni tidur, bisik janji kosong di balik pohon kelapa.

Tak ada sentuhan lebih, tapi hati sudah miliknya. Aku bayangin tinggalin Yuni, bawa Lila ke rumah Susi. Yuni curiga, "Kamu sering ke dermaga malam-malam, ada apa?" Aku bilang buru ikan. Lila sakit demam tinggi suatu hari. Susi bawa obat dari puskesmas, urus Lila semalaman. "Kamu hebat, Sus," kataku. Matanya bertemu, penuh arti.

Twist datang seperti ombak tinggi. Saat Lila sembuh, Dika tunjukkan foto lama di ponselnya: "Ini Bapak gue dulu." Wajah di foto? Mirip aku muda, tapi bukan aku. Malam itu, Susi datang panik. "Mas Hadi, Dika bilang kamu mirip bapaknya. Sebenarnya... Dika anakmu." Dunia berhenti. 16 tahun lalu, sebelum nikah Yuni, aku pacaran singkat dengan adik Susi di Madura. Dia hamil, tapi bunuh diri karena malu. Susi ambil anaknya, bilang suaminya sendiri.

"Aku pindah ke sini cari kamu, Mas. Dari cerita adikku. Aku cinta kamu sejak dulu, karena adikku," katanya menangis. Cinta? Bukan asmara biasa, tapi ikatan darah dan dendam tersembunyi. Aku gemetar. "Kenapa baru sekarang?" Dia cerita: cari aku bertahun-tahun, akhirnya tahu dari teman nelayan.

Yuni dengar semuanya dari balik pintu. "Jadi Dika anakmu?!" jeritnya. Lila terkejut, peluk ibunya. Aku jelaskan: tak pernah tahu. Susi minta maaf, "Aku cuma mau Dika kenal bapaknya." Malam itu, keluarga hancur. Yuni packing, bawa Lila ke rumah orangtuanya. Aku sendirian, hadapi ombak yang menderu.

Pagi harinya, aku ke rumah Susi. "Pergi dari sini. Jangan rusak hidupku lebih jauh." Tapi Dika peluk kakiku, "Pak, aku mau tinggal sama Papa." Hati lunak. Kami tes DNA di klinik Surabaya—positif. Susi mundur, "Aku cuma pengantar. Cinta adikku buat kamu, sekarang buat Dika."

Yuni kembali seminggu kemudian, setelah omong panjang. "Aku maafin, asal Dika bagian keluarga." Kami adopsi Dika resmi. Susi pindah ke Semarang, buka warung makan, kirim kabar sesekali. Cinta pada Susi? Hilang, diganti rasa bersalah dan tanggung jawab. Kini, pantai Kenjeran jadi saksi: Hadi, Yuni, Lila, dan Dika mancing bareng. Ombak bisik rahasia yang terungkap, menyatukan bukan memisah.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Rahasia Ombak Kenjeran
Lukitokarya
Novel
Bronze
Altar & Altarik
Reza Lestari
Flash
Hujan Bulan November
Halimah RU
Novel
Gold
Typhoon
Mizan Publishing
Flash
Sandal dan Senja
Janeeta Mz
Cerpen
Bronze
Lagu yang Sama, tapi Kuncinya Beda
Nuel Lubis
Cerpen
BAarista Cantik Pujaan hati
lilla safira alhasanah
Flash
Bronze
RADYATAMA
essa amalia khairina
Flash
Rangga dan Cinta
Honey Dieah
Novel
Bronze
Harapan di Ujung Doa
Jihan Dyah
Flash
Raja x Cinta
Fani Fujisaki
Cerpen
The Food Junkie: Bendera Jepang
Alina Salya Rochma
Flash
Bronze
Intuisi
Kaylasyifa Azzahrie
Flash
Senja yang Tertinggal di Antara Kita
MONSEUR
Flash
Bronze
Dewi Langit dan Dewa Laut
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Rahasia Ombak Kenjeran
Lukitokarya
Flash
Surat dari masa lalu
Lukitokarya
Flash
Surat di Dalam Botol Biru
Lukitokarya
Flash
Jejak Pelangi di Langit Hati
Lukitokarya
Flash
Peta Usang dan Harta Karun di Pulau Terlupakan
Lukitokarya
Flash
Secangkir coklat di musim dingin
Lukitokarya
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Lukitokarya
Cerpen
BELAJAR DARI LUKA
Lukitokarya
Flash
Di Puncak Bukit, Ada Rahasia
Lukitokarya
Flash
Senandung Kerinduan di Balik Jendela November
Lukitokarya
Flash
Cinta di Balik Pagar
Lukitokarya
Flash
Bidadari Penjaga Hutan Terlarang
Lukitokarya
Flash
Cinta tak terduga
Lukitokarya
Flash
Cahaya memudar di lantai
Lukitokarya
Flash
November di Kedai Usang
Lukitokarya