Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
Sang Hyang Wenang
7
Suka
17,625
Dibaca

Semesta mulainya kosong dan tak ada penghuninya. Sang Hyang Wenang yang sebagai dewa tertinggi lantas melemparkan biji nitya pralaya(1). Biji itu baru mengeluarkan akarnya dalam kurung waktu 1000 tahun, dan mulai keluar satu daun dalam kurung waktu 100 tahun sekali. Sang Hyang Wenang selalu menyemainya setiap hari. Alhasil setelah pohon nitya pralaya tumbuh besar mulai menciptakan dewa-dewi untuk mengatur kehidupan. Mereka lantas menciptakan setan, demit, jin, gandarwa, mahluk halus, dan peri untuk menghuni madyapada(2). Di sisi lain, juga menciptakan ras wayang, raksasa, dan margasatwa untuk menghuni marcapada(3).

Semua dewa yang pernasaran diam-diam mendekat ke pohon nitya pralaya. Mereka melihat buahnya yang tak pernah mengenal musim, terus berbuah walaupun sering dimakan oleh hewan-hewan yang berada di kahyangan. Dewa Wisnu yang terkenal jahil langsung memanjat pohon itu. “Cepatlah memanjat pohon nitya pralaya ini dan kita panen semua buahnya!” Mulutnya mengunyah buah nitya pralaya.

Dewa Siwa tersenyum melihat Dewa Wisnu memakan buah nitya pralaya. Ia dengan cepat memanjat pohon, mengambil buahnya, dan langsung memakannya. Dewa lainnya pun juga ikut memanjat, memakan buahnya sampai habis. Mereka mulai kekenyangan dan tertidur di bawah pohon nitya pralaya. Sang Hyang Wenang yang melihat langsung murka dan meninggalkannya tanpa sepatah kata pun. Seketika terdengar gemuruh di alam semesta. Akar pohon itu melilit semua dewa yang memakan buahnya dan sekejap mata pohon nitya pralaya meledak, terjadilah naimittik pralaya(4).

Catatan:

1.Pohon kematian.

2. Dunia bagi setan, demit, jin, gandarwa, mahluk halus, dan peri.

3. Dunia bagi ras wayang, raksasa, dan margasatwa.

4.Hancurnya alam semesta.

Ruang Sang Hyang Wenang, 5 April 2021.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
Sang Hyang Wenang
Nur Khafidhin
Flash
Salah - Benar?
Drew Andre A. Martin
Novel
Perempuan yang Lupa Bersandar
aether.writes
Novel
NEGERI YANG BELUM SEMBUH
Dwi Agus Setyawan
Novel
Serdadu Mata Biru dan Nyainya
Ulat Bulu
Novel
Dunia Sunyi Muaramerah
Ubaidillah
Novel
Hong, Qilin, dan Dua Negeri
Petrus Setiawan
Novel
A BLOOD OF CREATION
Arata Kaivan
Novel
Bronze
The Life I Asked For
Wiwi Jingga
Novel
Yu Darsinah (Abang Getih, Putih Balung)
Eka A Anggraeni
Novel
Dahlia Merah di Penghujung Abad
tuhu
Novel
Gold
Fields of Blood
Mizan Publishing
Novel
Rumah Putih
Vitri Dwi Mantik
Novel
Simbiosis Terlarang
G Wira Negara
Novel
Bronze
DIERJA, 1998 (Gula-Gula-Gila)
Ana Latifa
Rekomendasi
Flash
Sang Hyang Wenang
Nur Khafidhin
Flash
Brahma Menghancurkan Semesta
Nur Khafidhin
Flash
Kota Hastinapura
Nur Khafidhin
Flash
Drupadi
Nur Khafidhin
Novel
Kereta Kematian
Nur Khafidhin
Novel
Kala
Nur Khafidhin