Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
Sang Hyang Wenang
7
Suka
14,392
Dibaca

Semesta mulainya kosong dan tak ada penghuninya. Sang Hyang Wenang yang sebagai dewa tertinggi lantas melemparkan biji nitya pralaya(1). Biji itu baru mengeluarkan akarnya dalam kurung waktu 1000 tahun, dan mulai keluar satu daun dalam kurung waktu 100 tahun sekali. Sang Hyang Wenang selalu menyemainya setiap hari. Alhasil setelah pohon nitya pralaya tumbuh besar mulai menciptakan dewa-dewi untuk mengatur kehidupan. Mereka lantas menciptakan setan, demit, jin, gandarwa, mahluk halus, dan peri untuk menghuni madyapada(2). Di sisi lain, juga menciptakan ras wayang, raksasa, dan margasatwa untuk menghuni marcapada(3).

Semua dewa yang pernasaran diam-diam mendekat ke pohon nitya pralaya. Mereka melihat buahnya yang tak pernah mengenal musim, terus berbuah walaupun sering dimakan oleh hewan-hewan yang berada di kahyangan. Dewa Wisnu yang terkenal jahil langsung memanjat pohon itu. “Cepatlah memanjat pohon nitya pralaya ini dan kita panen semua buahnya!” Mulutnya mengunyah buah nitya pralaya.

Dewa Siwa tersenyum melihat Dewa Wisnu memakan buah nitya pralaya. Ia dengan cepat memanjat pohon, mengambil buahnya, dan langsung memakannya. Dewa lainnya pun juga ikut memanjat, memakan buahnya sampai habis. Mereka mulai kekenyangan dan tertidur di bawah pohon nitya pralaya. Sang Hyang Wenang yang melihat langsung murka dan meninggalkannya tanpa sepatah kata pun. Seketika terdengar gemuruh di alam semesta. Akar pohon itu melilit semua dewa yang memakan buahnya dan sekejap mata pohon nitya pralaya meledak, terjadilah naimittik pralaya(4).

Catatan:

1.Pohon kematian.

2. Dunia bagi setan, demit, jin, gandarwa, mahluk halus, dan peri.

3. Dunia bagi ras wayang, raksasa, dan margasatwa.

4.Hancurnya alam semesta.

Ruang Sang Hyang Wenang, 5 April 2021.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
Sang Hyang Wenang
Nur Khafidhin
Flash
Riwayat Sejarah Emas Pulau Sumatera
SUWANDY
Cerpen
Megat Ruhing Asmara
Suryawan W.P
Novel
HARU KEPUNCAK CIREMAI
Rossi Gusti Nugraha
Novel
The Villainess is Acting Weird!
Cloudland
Novel
I Kissed The Groom
Bramanditya
Novel
Dokter Biang Dilema Jurnalis
Yuisurma
Novel
Homoromantic
Zakka Nabil Al-Aqra
Cerpen
Bronze
Legasi Pamanku
Muttaqin
Novel
Gold
Selling Yourself
Mizan Publishing
Novel
Perempuan, Tragedi, dan Air Mata
Astuti Parengkuh
Novel
Bronze
SANDWICH
Richi Rizkya
Novel
Selamat Datang di Klub Baca Srikandi
Angelina Eka
Novel
Bronze
Juni Berdarah Pasca-Reformasi
Hariyadi Eko Priatmono
Cerpen
Akal Perendah
Temu Sunyi
Rekomendasi
Flash
Sang Hyang Wenang
Nur Khafidhin
Flash
Drupadi
Nur Khafidhin
Flash
Brahma Menghancurkan Semesta
Nur Khafidhin
Novel
Kereta Kematian
Nur Khafidhin
Flash
Kota Hastinapura
Nur Khafidhin
Novel
Kala
Nur Khafidhin