Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Makhluk Itu, Benda Itu
3
Suka
3,247
Dibaca

Aku berlari seperti kesetanan, menghindari kejaran makhluk berwujud manusia yang dapat memutar kepalanya 180 derajat.

Tempat itu seperti jalanan kecil di tengah pemukiman. Sekitarku tampak kelabu, entah karena kabut yang menyelimuti atau ketakutan yang mencengkeram.

Ketika aku melarikan diri, orang—atau makhluk—itu berdiri di depanku dengan menunjukkan seringai mengerikan di wajahnya. Gigi-giginya yang runcing terlihat di antara celah mulutnya. Napasku tersengal, namun aku berbalik untuk mencari jalan lain, berlari di jalan sempit dan berkelok untuk menghindar dari mimpi buruk.

Tiba-tiba, langkahku terhenti. Di sana, beberapa langkah dari tempatku berdiri, makhluk itu juga berdiri dengan membelakangiku. Perlahan, kepalanya berputar ke belakang hingga mata kami saling bertemu. Senyumannya yang terlampau lebar dan mengerikan tak memudar sedikit pun.

Aku mungkin segera melarikan diri setelahnya, karena selanjutnya, aku berada di kamar mandi sebuah rumah. Aku mengenalinya. Itu adalah rumah yang kutinggali dulu, rumah yang dipenuhi kenangan pahit namun selalu aku rindukan.

Ada dua atau mungkin tiga gadis lain ketika aku masuk. Kami menyadari bahwa pintu kamar mandi tidak dapat terkunci sementara mahluk itu sudah mendekat. Aku dapat mendengar suaranya. Aku dapat merasakan getaran ketakutan yang gadis-gadis itu rasakan.

Melalui celah pintu yang sedikit terbuka, aku mengamati sosoknya. Aku harus melakukan sesuatu. Dengan setengah keberanian dan selebihnya kenekatan, aku membuka pintu dan keluar dari persembunyian.

Begitu menyadari kehadiranku, makhluk itu berjalan terhuyung-huyung seperti pria mabuk ke arahku. Ketika tangannya yang kurus dan pucat melesat ke arahku, kaki kananku dengan cepat mendorong tubuhnya yang rapuh hingga terbentur ke dinding. Tak sampai di situ, aku menjambak rambutnya yang telah separuh rontok dan membenturkan kepalanya ke dinding hingga terlepas dari lehernya.

Kepala yang sudah terputus itu ajaibnya mengecil hingga seukuran kepalan tangan. Aku mengambil benda kecil yang dibasahi cairan merah kental itu, kemudian menyembunyikannya di antara sesuatu—mungkin itu tanaman kol atau jamur, aku tidak tahu.

Di akhir kisah ini, aku hidup penuh kewaspadaan. Ketakutan mencengkeramku dengan erat. Bahwa mungkin seseorang akan menemukan benda itu ….

• Dreamstory adalah kisah yang ditulis berdasarkan mimpi—mimpi dalam tidur, ya—sang penulis.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Makhluk Itu, Benda Itu
Suzie S. Something
Flash
Boneka Kesayangan
Rudi Rustiadi
Flash
Reminisce You, Rossi
Fann Ardian
Flash
Bronze
Vonis
SIONE
Flash
Bronze
A Mysterious Sign on A Red Sofa
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
HANTU LEBARAN
Diano Eko
Flash
Pintu Ketiga Belas
Penulis N
Cerpen
Pawang dan Gajah Berair Mata
Fazil Abdullah
Skrip Film
Raga Tanpa Jiwa
Rizqy Kurniawan
Flash
Bronze
PENJEMPUT
Mxxn
Novel
PENGHUNI TERAKHIR
Endah Wahyuningtyas
Flash
JAGACHANDRA SUMANJO
Priy Ant
Flash
Bronze
Langkah di Balik Anyaman Bambu
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Topeng di Lumbung Padi
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Avizena
Larasatijingga
Rekomendasi
Flash
Makhluk Itu, Benda Itu
Suzie S. Something
Flash
Gadis Itu
Suzie S. Something
Novel
Topeng: Lilianna
Suzie S. Something
Cerpen
Pelindung dan Pembela Kebenaran
Suzie S. Something