Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Bantuan Terakhir
1
Suka
867
Dibaca

Harusnya langit cerah berwarna biru di bumi. Tapi tidak di sini. Langit seputih awan meski tanpa kumpulan uap air. 

Debu-debu masih beterbangan di antara gedung. Pencakar langit menyisakan tiang-tiang beton. Seolah menolak runtuh dari serangan peluru kendali. 

Dari ketinggian terdengar suara raungan pesawat. Semakin nyaring tiap detiknya. 

Manusia-manusia rapuh bertahan di reruntuhan. Beberapa saling menggenggam tangan, bersiap menghadap kematian. Beberapa tak berdaya, merintih berdarah-darah. 

Saat titik-titik kecil berjatuhan dari langit, tubuh-tubuh lapar itu menegang. Napas tertahan. Beberapa tangis meledak. 

Malaikat penolong ataukah maut yang datang? 

Mereka mulai mendongak, melihat titik-titik itu perlahan mengembang. Melayang, jatuh perlahan membawa kotak-kotak coklat. 

Mereka berlari. Menghampiri dan menyeret kotak yang didapat ke persembunyian. 

Parasut-parasut itu datang sebagai penolong. Membawa makanan dan obat. Meski semua orang tahu jumlah itu tidak cukup, tapi mereka tetap berbagi. 

Sedikit senyum terbentuk dari perut yang melilit. Sedikit harapan merayap dari mereka yang luka. 

Sedikit kebahagian dan harapan sudah cukup. Bahkan terlalu berlebihan di neraka dunia ini. 

Tak berselang lama, titik-titik bermunculan kembali dari langit. Tanpa suara. 

Ketika roti-roti dibagikan, saat kain kasa direntangkan, peluru itu melesat cepat, mengeluarkan awan bahan bakar di udara. Bola api raksasa menghantam bumi. 

Dentuman keras membuat telinga berdenging. Hentakan udara menerbangkan pasir dan material kecil. 

Di pusat ledakan, beton-beton menyisakan besi-besi penyangga yang menghitam. Makanan dan peralatan P3K luruh. Darah terpercik di sisa-sisa peradaban. 

Ketika debu serta pasir hilang dan jelaga mengendap, hanya jejak karbon yang mampu bersaksi. Tidak ada apa pun di sana. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Flash
MISI TERAKHIR
Penulis N
Flash
Introvert, ekstrovert, dan ambivert
Nimilsy Butterfly
Cerpen
Bronze
Petarung
Maldalias
Flash
Hanya Mimpi
Fatma Fitriani
Flash
Bronze
Fujian
Anggoro Gunawan
Novel
Bronze
My Sweet Bodyguard
Poetry Alexandria
Flash
Bronze
Menit ke Tujuh
Siti Soleha
Novel
Apsara
Ghozy Ihsasul Huda
Cerpen
Beras Operasi Pasar Berpasir
Yovinus
Flash
Bronze
Lain
Febby Arshani
Cerpen
Bronze
Sunyi Dibalik Jubah Hukum
Muhammad Ari Pratomo
Flash
Youth
Yaz
Novel
Maharesi
Mirna Devi
Flash
Monster
Rena Miya
Rekomendasi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Cerpen
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Flash
Amplop
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Cerpen
Satu Hari di 2010
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Novel
AGASTYA
Keita Puspa