Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Bantuan Terakhir
1
Suka
1,481
Dibaca

Harusnya langit cerah berwarna biru di bumi. Tapi tidak di sini. Langit seputih awan meski tanpa kumpulan uap air. 

Debu-debu masih beterbangan di antara gedung. Pencakar langit menyisakan tiang-tiang beton. Seolah menolak runtuh dari serangan peluru kendali. 

Dari ketinggian terdengar suara raungan pesawat. Semakin nyaring tiap detiknya. 

Manusia-manusia rapuh bertahan di reruntuhan. Beberapa saling menggenggam tangan, bersiap menghadap kematian. Beberapa tak berdaya, merintih berdarah-darah. 

Saat titik-titik kecil berjatuhan dari langit, tubuh-tubuh lapar itu menegang. Napas tertahan. Beberapa tangis meledak. 

Malaikat penolong ataukah maut yang datang? 

Mereka mulai mendongak, melihat titik-titik itu perlahan mengembang. Melayang, jatuh perlahan membawa kotak-kotak coklat. 

Mereka berlari. Menghampiri dan menyeret kotak yang didapat ke persembunyian. 

Parasut-parasut itu datang sebagai penolong. Membawa makanan dan obat. Meski semua orang tahu jumlah itu tidak cukup, tapi mereka tetap berbagi. 

Sedikit senyum terbentuk dari perut yang melilit. Sedikit harapan merayap dari mereka yang luka. 

Sedikit kebahagian dan harapan sudah cukup. Bahkan terlalu berlebihan di neraka dunia ini. 

Tak berselang lama, titik-titik bermunculan kembali dari langit. Tanpa suara. 

Ketika roti-roti dibagikan, saat kain kasa direntangkan, peluru itu melesat cepat, mengeluarkan awan bahan bakar di udara. Bola api raksasa menghantam bumi. 

Dentuman keras membuat telinga berdenging. Hentakan udara menerbangkan pasir dan material kecil. 

Di pusat ledakan, beton-beton menyisakan besi-besi penyangga yang menghitam. Makanan dan peralatan P3K luruh. Darah terpercik di sisa-sisa peradaban. 

Ketika debu serta pasir hilang dan jelaga mengendap, hanya jejak karbon yang mampu bersaksi. Tidak ada apa pun di sana. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Flash
Bronze
Berkeinginan Kuning Beringin
Silvarani
Flash
Dinda Mimpi
Aneidda
Flash
Bronze
Takdir si Jabrik
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Aksi 12%
AndikaP
Novel
Gasing Bambu
bomo wicaksono
Flash
UANG TIDAK MENGENAL SAUDARA
Kiki Isbianto
Flash
FATHERLESS
Dwi Budiase
Flash
Bronze
Berburu Harimau
Afri Meldam
Flash
Bronze
Walid Di Tengah Badai
penulis kacangan
Novel
Lari, Sepak, Ulangi!
Ganik
Flash
Kafe Diatas Langit
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Hari-hari Kematian
Rama Febriansyah
Flash
Bronze
Tak Akan Pernah Terlupakan
silvi budiyanti
Flash
Fighter Kids - Give me more
Irvinia Margaretha Nauli
Rekomendasi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Bukan Sugarcoating
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Flash
Pendosa
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Flash
LOG OUT
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Cerpen
Satu Hari di 2010
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa