Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Bantuan Terakhir
1
Suka
2,677
Dibaca

Harusnya langit cerah berwarna biru di bumi. Tapi tidak di sini. Langit seputih awan meski tanpa kumpulan uap air. 

Debu-debu masih beterbangan di antara gedung. Pencakar langit menyisakan tiang-tiang beton. Seolah menolak runtuh dari serangan peluru kendali. 

Dari ketinggian terdengar suara raungan pesawat. Semakin nyaring tiap detiknya. 

Manusia-manusia rapuh bertahan di reruntuhan. Beberapa saling menggenggam tangan, bersiap menghadap kematian. Beberapa tak berdaya, merintih berdarah-darah. 

Saat titik-titik kecil berjatuhan dari langit, tubuh-tubuh lapar itu menegang. Napas tertahan. Beberapa tangis meledak. 

Malaikat penolong ataukah maut yang datang? 

Mereka mulai mendongak, melihat titik-titik itu perlahan mengembang. Melayang, jatuh perlahan membawa kotak-kotak coklat. 

Mereka berlari. Menghampiri dan menyeret kotak yang didapat ke persembunyian. 

Parasut-parasut itu datang sebagai penolong. Membawa makanan dan obat. Meski semua orang tahu jumlah itu tidak cukup, tapi mereka tetap berbagi. 

Sedikit senyum terbentuk dari perut yang melilit. Sedikit harapan merayap dari mereka yang luka. 

Sedikit kebahagian dan harapan sudah cukup. Bahkan terlalu berlebihan di neraka dunia ini. 

Tak berselang lama, titik-titik bermunculan kembali dari langit. Tanpa suara. 

Ketika roti-roti dibagikan, saat kain kasa direntangkan, peluru itu melesat cepat, mengeluarkan awan bahan bakar di udara. Bola api raksasa menghantam bumi. 

Dentuman keras membuat telinga berdenging. Hentakan udara menerbangkan pasir dan material kecil. 

Di pusat ledakan, beton-beton menyisakan besi-besi penyangga yang menghitam. Makanan dan peralatan P3K luruh. Darah terpercik di sisa-sisa peradaban. 

Ketika debu serta pasir hilang dan jelaga mengendap, hanya jejak karbon yang mampu bersaksi. Tidak ada apa pun di sana. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Flash
Bronze
Happy Wedding
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Bakso Tak Enak di Pertigaan Gang Rumahku
Silvarani
Novel
Bronze
RAJAPATI
Robby Kusumalaga
Flash
Gadis Kecil dan Kaca Kristalnya
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Bronze
Pemanah Angin
Nabilla Shafira
Flash
Bronze
Desa Istri
Silvarani
Cerpen
Bronze
Anak Mimpi
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Tragedi 98
Erlani Puspita
Flash
Dewi The Super Woman Part. 2
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Nokturnal
Rama Sudeta A
Novel
Shangkara
Ghozy Ihsasul Huda
Novel
Langkah Awal Menuju Dunia
Andhika Tulus Pratama
Flash
Bronze
Berkeinginan Kuning Beringin
Silvarani
Cerpen
Bronze
Banjar Banyu 3022
Agus Puguh Santosa
Rekomendasi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Cerpen
Satu Hari di 2010
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Antropologi
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Pengusiran Setan
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
TRIAL ON MERAPI (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
CAHAYA HITAM
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
LOG OUT
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
AIN
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa