Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Bantuan Terakhir
0
Suka
6
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Harusnya langit cerah berwarna biru di bumi. Tapi tidak di sini. Langit seputih awan meski tanpa kumpulan uap air. 

Debu-debu masih beterbangan di antara gedung. Pencakar langit menyisakan tiang-tiang beton. Seolah menolak runtuh dari serangan peluru kendali. 

Dari ketinggian terdengar suara raungan pesawat. Semakin nyaring tiap detiknya. 

Manusia-manusia rapuh bertahan di reruntuhan. Beberapa saling menggenggam tangan, bersiap menghadap kematian. Beberapa tak berdaya, merintih berdarah-darah. 

Saat titik-titik kecil berjatuhan dari langit, tubuh-tubuh lapar itu menegang. Napas tertahan. Beberapa tangis meledak. 

Malaikat penolong ataukah maut yang datang? 

Mereka mulai mendongak, melihat titik-titik itu perlahan mengembang. Melayang, jatuh perlahan membawa kotak-kotak coklat. 

Mereka berlari. Menghampiri dan menyeret kotak yang didapat ke persembunyian. 

Parasut-parasut itu datang sebagai penolong. Membawa makanan dan obat. Meski semua orang tahu jumlah itu tidak cukup, tapi mereka tetap berbagi. 

Sedikit senyum terbentuk dari perut yang melilit. Sedikit harapan merayap dari mereka yang luka. 

Sedikit kebahagian dan harapan sudah cukup. Bahkan terlalu berlebihan di neraka dunia ini. 

Tak berselang lama, titik-titik bermunculan kembali dari langit. Tanpa suara. 

Ketika roti-roti dibagikan, saat kain kasa direntangkan, peluru itu melesat cepat, mengeluarkan awan bahan bakar di udara. Bola api raksasa menghantam bumi. 

Dentuman keras membuat telinga berdenging. Hentakan udara menerbangkan pasir dan material kecil. 

Di pusat ledakan, beton-beton menyisakan besi-besi penyangga yang menghitam. Makanan dan peralatan P3K luruh. Darah terpercik di sisa-sisa peradaban. 

Ketika debu serta pasir hilang dan jelaga mengendap, hanya jejak karbon yang mampu bersaksi. Tidak ada apa pun di sana. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Cerpen
Badai di Tanah Perkemahan
Karang Bala
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Flash
Aku Bermimpi Memiliki Kekuatan Gatotkaca
winda aprillia
Cerpen
Bronze
Ketika Makhluk Ruang Angkasa Mengirim Mata-mata
Bang Jay
Flash
Introvert, ekstrovert, dan ambivert
Nimilsy Butterfly
Novel
Just Bodyguard
Ankano Wen
Flash
Bronze
Orca
Faisal Susandi
Novel
Kontrak Terakhir
cahyo laras
Cerpen
Bronze
Di Balik Dosa Sang Pelindung
muhamad jumari
Flash
Bronze
LEGION
Delta
Novel
Bronze
HARGA DIRI
ArsheilaW
Skrip Film
Ojek
Yorandy Milan Soraga
Flash
Bronze
Tak Akan Pernah Terlupakan
silvi budiyanti
Flash
Aroma pagi dan kopi
Lukitokarya
Rekomendasi
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pecah
Keita Puspa
Flash
Pendosa
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Hidroponik
Keita Puspa
Cerpen
Black Friday
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Cerpen
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Sembilan Nyawa
Keita Puspa