Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengasuh Sabar
0
Suka
7,828
Dibaca

Senja menggantung di langit kampung, menebarkan semburat tanur yang mendingin di teras rumah Misniati. Bayang-bayang pepohonan memanjang di halaman, menyatu dengan dinding yang mulai temaram. Orang-orang berjalan lebih cepat dari biasanya dengan wajah yang cerah.

Namun, perempuan sepuh berusia 62 tahun itu duduk tak berarah. Matanya yang masih awas meneliti setiap kendaraan yang melintas. Ada harap yang terus bergejolak: mungkin salah satu dari mobil itu parkir di depan rumahnya, menurunkan anak-anaknya yang lama tak pulang.

Tidak. Justru hanya riang dari kediaman tetangga yang menyapa telinganya.

Misniati tersenyum getir. Hatinya digelayuti rasa cemburu. Sahur pertama di bulan puasa ini mungkin masih harus dilaksanakannya sendirian. Tabah, meski rindu yang menganga tak henti mengundang air mata.

Hari demi hari Misnati menunggu. Waktu berjalan seakan lambat, tetapi cukup cepat dalam menorehkan sepi. Anak-anaknya selalu berkata sibuk, pekerjaan menumpuk, atau urusan tak bisa ditinggalkan. Kata-kata tersebut berulang, hingga perlahan terasa seperti alasan yang menutup pintu.

Misniati menyiapkan hidangan berbuka seorang diri. Ada sepanci kolak pisang, segelas teh manis, dan piring kosong yang tak pernah terisi. Magrib datang, azan berkumandang dari corong speaker musala di ujung jalan, Sayanganya, meja makan tetap sunyi.

Tidak ada riuh tentang makanan. Tidak ada tangan yang berebut. Misniati berbisik lirih sembari menahan air mata yang jatuh tanpa bisa dicegah, “Ya Allah, kuatkanlah hati ini.”

Konflik dalam hati Misniati semakin tajam. Kerinduan dan kepasrahan bergelut di dalam batin. Ia ingin marah, ingin menuntut perhatian, tetapi kasih seorang ibu selalu lebih besar daripada keluh kesah. Ia hanya bisa menunggu, mengasuh sabar yang kadang terasa seperti hukuman.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
KISAH YANG TAK PERNAH SELESAI "TASYA"
natastas
Novel
Rumah Bunda
Asbihany Fany
Flash
Perfect Blue
Pamella Paramitha
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Tetangga
Eko Hartono
Cerpen
Bronze
IBU PARASIT
Sia Bernadette
Cerpen
SAPTO
Muhammad Adli Zulkifli
Novel
Frozen Tundra
Diahsulis
Novel
My House, My Rules!
Sekarmelati
Flash
Bronze
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
Silvarani
Flash
MUSIM KEMARAU
Apriliana Michel
Flash
Ayah
Savana Radiani
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Kelas Menjadi Orang Tua
Liza Aprilia Y
Cerpen
Planet-Planet Sejajar Sebelum Fajar
Erna Widi
Rekomendasi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Flash
Ikan adalah Luka
Jasma Ryadi
Cerpen
Silsilah Para Penambal
Jasma Ryadi
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Flash
Teras
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Inang
Jasma Ryadi
Flash
Diam yang Menghukum
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Anita dan Penghuni Lain
Jasma Ryadi
Flash
Tuhan, Jadikan Hariku Senin Selalu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Teman yang Tidak Datang ke Pemakaman
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Flash
Bu, Mengapa Orang-Orang Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Tidak Menikah?
Jasma Ryadi