Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengasuh Sabar
0
Suka
9,800
Dibaca

Senja menggantung di langit kampung, menebarkan semburat tanur yang mendingin di teras rumah Misniati. Bayang-bayang pepohonan memanjang di halaman, menyatu dengan dinding yang mulai temaram. Orang-orang berjalan lebih cepat dari biasanya dengan wajah yang cerah.

Namun, perempuan sepuh berusia 62 tahun itu duduk tak berarah. Matanya yang masih awas meneliti setiap kendaraan yang melintas. Ada harap yang terus bergejolak: mungkin salah satu dari mobil itu parkir di depan rumahnya, menurunkan anak-anaknya yang lama tak pulang.

Tidak. Justru hanya riang dari kediaman tetangga yang menyapa telinganya.

Misniati tersenyum getir. Hatinya digelayuti rasa cemburu. Sahur pertama di bulan puasa ini mungkin masih harus dilaksanakannya sendirian. Tabah, meski rindu yang menganga tak henti mengundang air mata.

Hari demi hari Misnati menunggu. Waktu berjalan seakan lambat, tetapi cukup cepat dalam menorehkan sepi. Anak-anaknya selalu berkata sibuk, pekerjaan menumpuk, atau urusan tak bisa ditinggalkan. Kata-kata tersebut berulang, hingga perlahan terasa seperti alasan yang menutup pintu.

Misniati menyiapkan hidangan berbuka seorang diri. Ada sepanci kolak pisang, segelas teh manis, dan piring kosong yang tak pernah terisi. Magrib datang, azan berkumandang dari corong speaker musala di ujung jalan, Sayanganya, meja makan tetap sunyi.

Tidak ada riuh tentang makanan. Tidak ada tangan yang berebut. Misniati berbisik lirih sembari menahan air mata yang jatuh tanpa bisa dicegah, “Ya Allah, kuatkanlah hati ini.”

Konflik dalam hati Misniati semakin tajam. Kerinduan dan kepasrahan bergelut di dalam batin. Ia ingin marah, ingin menuntut perhatian, tetapi kasih seorang ibu selalu lebih besar daripada keluh kesah. Ia hanya bisa menunggu, mengasuh sabar yang kadang terasa seperti hukuman.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
My First Love
Ign Joko Dwiatmoko
Skrip Film
Jarak Kita-Script Film (Skenario Film)
Caressa
Flash
Bronze
Penghuni Imaji (Membicarakan Adam 21)
Silvarani
Flash
Gerimis yang Percuma
Jasma Ryadi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Menari di Atas Pecahan Beling
Rosidawati
Novel
Dolce Latte
Jenn
Novel
Bronze
Filosofi Keluarga
Niken Ayu Winarsih
Novel
Bronze
LUKA RAMA
Aldibilalagi
Novel
Bronze
Aksara Bersandiwara Mantra
R.J. Agathias
Novel
A Quiet Love
GAZALI
Skrip Film
BUNGA TERAKHIR
Mutiaranuraenialfaruk
Flash
Filosofi Hom Pim Pa
Sri Marflowers
Flash
Egoisme adalah altruisme
Grimmer
Cerpen
Bronze
JILBAB
Iman Siputra
Rekomendasi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Gerimis yang Percuma
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Aku Belum Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Sisa Rindu
Jasma Ryadi
Flash
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Tidak Menikah?
Jasma Ryadi
Flash
Jadikan Aku Selingkuhanmu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Inang
Jasma Ryadi
Flash
Datang
Jasma Ryadi
Flash
Lintang
Jasma Ryadi
Flash
Ketika Dosa Berbau
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Antara 45 dan 65 Derajat
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ketika Milo Mati
Jasma Ryadi