Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengasuh Sabar
0
Suka
3,676
Dibaca

Senja menggantung di langit kampung, menebarkan semburat tanur yang mendingin di teras rumah Misniati. Bayang-bayang pepohonan memanjang di halaman, menyatu dengan dinding yang mulai temaram. Orang-orang berjalan lebih cepat dari biasanya dengan wajah yang cerah.

Namun, perempuan sepuh berusia 62 tahun itu duduk tak berarah. Matanya yang masih awas meneliti setiap kendaraan yang melintas. Ada harap yang terus bergejolak: mungkin salah satu dari mobil itu parkir di depan rumahnya, menurunkan anak-anaknya yang lama tak pulang.

Tidak. Justru hanya riang dari kediaman tetangga yang menyapa telinganya.

Misniati tersenyum getir. Hatinya digelayuti rasa cemburu. Sahur pertama di bulan puasa ini mungkin masih harus dilaksanakannya sendirian. Tabah, meski rindu yang menganga tak henti mengundang air mata.

Hari demi hari Misnati menunggu. Waktu berjalan seakan lambat, tetapi cukup cepat dalam menorehkan sepi. Anak-anaknya selalu berkata sibuk, pekerjaan menumpuk, atau urusan tak bisa ditinggalkan. Kata-kata tersebut berulang, hingga perlahan terasa seperti alasan yang menutup pintu.

Misniati menyiapkan hidangan berbuka seorang diri. Ada sepanci kolak pisang, segelas teh manis, dan piring kosong yang tak pernah terisi. Magrib datang, azan berkumandang dari corong speaker musala di ujung jalan, Sayanganya, meja makan tetap sunyi.

Tidak ada riuh tentang makanan. Tidak ada tangan yang berebut. Misniati berbisik lirih sembari menahan air mata yang jatuh tanpa bisa dicegah, “Ya Allah, kuatkanlah hati ini.”

Konflik dalam hati Misniati semakin tajam. Kerinduan dan kepasrahan bergelut di dalam batin. Ia ingin marah, ingin menuntut perhatian, tetapi kasih seorang ibu selalu lebih besar daripada keluh kesah. Ia hanya bisa menunggu, mengasuh sabar yang kadang terasa seperti hukuman.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Charming Twins
wardhanisofi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Semoga Kabarmu Baik
Silvarani
Cerpen
Bronze
Nanas
Zaki S. Piere
Novel
DI UJUNG PRAHARA
Nuraini Mufidah
Flash
Bronze
Nanti Kami Akan Kabarin Lagi
Reyan Bewinda
Cerpen
Bronze
Putri Beras Putih's Love Story
Silvarani
Novel
Gold
PBC Girls
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
LENTERA SIANG
Carli
Novel
Lady Lavender and Lord Fire
Inzati Istaniyah
Novel
battle of wits
Bagas
Flash
Bronze
Sazadah Terurai Air Mata
Herman Siem
Novel
Duka Lara
Franka Poesia
Flash
KAMU ITU CANTIK CLARISA
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Code Phoenix
Arslan Cealach
Rekomendasi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Mereka Bilang Aku Setan
Jasma Ryadi
Flash
Badut Biru
Jasma Ryadi
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Flash
Jangan Menimpali!
Jasma Ryadi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Tahun Kelima
Jasma Ryadi
Flash
Rumah Tanpa Isinya
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Flash
Gerimis yang Percuma
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ketika Kata-Kata Kembali
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Semur
Jasma Ryadi
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi