Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengasuh Sabar
0
Suka
6,017
Dibaca

Senja menggantung di langit kampung, menebarkan semburat tanur yang mendingin di teras rumah Misniati. Bayang-bayang pepohonan memanjang di halaman, menyatu dengan dinding yang mulai temaram. Orang-orang berjalan lebih cepat dari biasanya dengan wajah yang cerah.

Namun, perempuan sepuh berusia 62 tahun itu duduk tak berarah. Matanya yang masih awas meneliti setiap kendaraan yang melintas. Ada harap yang terus bergejolak: mungkin salah satu dari mobil itu parkir di depan rumahnya, menurunkan anak-anaknya yang lama tak pulang.

Tidak. Justru hanya riang dari kediaman tetangga yang menyapa telinganya.

Misniati tersenyum getir. Hatinya digelayuti rasa cemburu. Sahur pertama di bulan puasa ini mungkin masih harus dilaksanakannya sendirian. Tabah, meski rindu yang menganga tak henti mengundang air mata.

Hari demi hari Misnati menunggu. Waktu berjalan seakan lambat, tetapi cukup cepat dalam menorehkan sepi. Anak-anaknya selalu berkata sibuk, pekerjaan menumpuk, atau urusan tak bisa ditinggalkan. Kata-kata tersebut berulang, hingga perlahan terasa seperti alasan yang menutup pintu.

Misniati menyiapkan hidangan berbuka seorang diri. Ada sepanci kolak pisang, segelas teh manis, dan piring kosong yang tak pernah terisi. Magrib datang, azan berkumandang dari corong speaker musala di ujung jalan, Sayanganya, meja makan tetap sunyi.

Tidak ada riuh tentang makanan. Tidak ada tangan yang berebut. Misniati berbisik lirih sembari menahan air mata yang jatuh tanpa bisa dicegah, “Ya Allah, kuatkanlah hati ini.”

Konflik dalam hati Misniati semakin tajam. Kerinduan dan kepasrahan bergelut di dalam batin. Ia ingin marah, ingin menuntut perhatian, tetapi kasih seorang ibu selalu lebih besar daripada keluh kesah. Ia hanya bisa menunggu, mengasuh sabar yang kadang terasa seperti hukuman.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Novel
CALL
Nida Rafa Ar
Novel
Terjebak Nostalgia
bileikha
Skrip Film
THE WORLD OF DECEIT
Restu amelia
Skrip Film
The power of emak²
Renny rosmaynidar
Flash
TIRAMISS-U
Xianli Sun
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana
Novel
Menanti Hujan Teduh
Isti Anindya
Skrip Film
Money Baby (Script)
Naomi Saddhadhika
Flash
BIAS
Rahara Meraki
Cerpen
Bronze
Alyosha Si Belanga; Leo Tolstoy
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Miranda Advertising
qiararose
Novel
Singkat
deru senja
Skrip Film
Orang Baik
Christian Rumbo
Flash
AKU MASIH HIDUP
Flora Darma Xu
Rekomendasi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Bulan ke-10
Jasma Ryadi
Flash
Ketika Dosa Berbau
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Teman yang Tidak Datang ke Pemakaman
Jasma Ryadi
Flash
Jejak
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Aku Belum Mati?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Semangkuk Mi Ayam Sebelum Mati
Jasma Ryadi
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Bingkai Tak Berujung
Jasma Ryadi
Flash
Gerimis yang Percuma
Jasma Ryadi
Flash
Anatomi Tempat Tidur
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rasa yang Tak Bisa Kembali
Jasma Ryadi
Flash
Diam yang Menghukum
Jasma Ryadi
Flash
Satu Langkah Setelah Luka
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Berbagi Rumah
Jasma Ryadi