Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengasuh Sabar
0
Suka
8,718
Dibaca

Senja menggantung di langit kampung, menebarkan semburat tanur yang mendingin di teras rumah Misniati. Bayang-bayang pepohonan memanjang di halaman, menyatu dengan dinding yang mulai temaram. Orang-orang berjalan lebih cepat dari biasanya dengan wajah yang cerah.

Namun, perempuan sepuh berusia 62 tahun itu duduk tak berarah. Matanya yang masih awas meneliti setiap kendaraan yang melintas. Ada harap yang terus bergejolak: mungkin salah satu dari mobil itu parkir di depan rumahnya, menurunkan anak-anaknya yang lama tak pulang.

Tidak. Justru hanya riang dari kediaman tetangga yang menyapa telinganya.

Misniati tersenyum getir. Hatinya digelayuti rasa cemburu. Sahur pertama di bulan puasa ini mungkin masih harus dilaksanakannya sendirian. Tabah, meski rindu yang menganga tak henti mengundang air mata.

Hari demi hari Misnati menunggu. Waktu berjalan seakan lambat, tetapi cukup cepat dalam menorehkan sepi. Anak-anaknya selalu berkata sibuk, pekerjaan menumpuk, atau urusan tak bisa ditinggalkan. Kata-kata tersebut berulang, hingga perlahan terasa seperti alasan yang menutup pintu.

Misniati menyiapkan hidangan berbuka seorang diri. Ada sepanci kolak pisang, segelas teh manis, dan piring kosong yang tak pernah terisi. Magrib datang, azan berkumandang dari corong speaker musala di ujung jalan, Sayanganya, meja makan tetap sunyi.

Tidak ada riuh tentang makanan. Tidak ada tangan yang berebut. Misniati berbisik lirih sembari menahan air mata yang jatuh tanpa bisa dicegah, “Ya Allah, kuatkanlah hati ini.”

Konflik dalam hati Misniati semakin tajam. Kerinduan dan kepasrahan bergelut di dalam batin. Ia ingin marah, ingin menuntut perhatian, tetapi kasih seorang ibu selalu lebih besar daripada keluh kesah. Ia hanya bisa menunggu, mengasuh sabar yang kadang terasa seperti hukuman.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Batak Pride
Senna Simbolon
Novel
Guerre
Franches Cila
Novel
BTARI (Ambang Batas)
Tika Lestari
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Novel
Cerita Cinta Angelina
Almasarym
Novel
Bronze
Pesawat kertas
Mentari sendja
Novel
Sebait Rindu untuk Ibu Guru
Kandil Sukma Ayu
Novel
Bagaimana Cara Kami Berbakti?
Fida Nabila Noor Hasanah
Cerpen
Bronze
JERITAN HATI
Gie_aja
Novel
Gold
Holiday in America
Mizan Publishing
Flash
Pulang
Iwok Abqary
Cerpen
Bronze
Kidung Rindu
Imajinasiku
Novel
Bronze
Kaligrafi untuk Sabrina
Bisma Lucky Narendra
Skrip Film
AKU DAN KAMU SIAPA?
Almasarym
Flash
Bronze
Terang tapi gelap
ani__sie
Rekomendasi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Novel
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Flash
Kamar 304
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kembalinya Sang Penari
Jasma Ryadi
Flash
Layangan di Langit Hitam
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Ketika Dosa Berbau
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Penelitian di Dimensi Lain
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Sore Hari Setelah Ibu Tiada
Jasma Ryadi
Flash
Ombak, Luka, dan Hal-Hal yang Tetap Datang
Jasma Ryadi
Flash
Di Tepi Jurang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Di Radio Sekolah
Jasma Ryadi
Flash
Sandekala
Jasma Ryadi