Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ramadhan Kedua Tanpa Ibu
0
Suka
300
Dibaca

“Rasanya gak ada hari yang lebih berat selain hari-hari setelah Ibu gak ada. Na sendirian, Bu. Lusa sudah masuk Ramadhan. Ini Ramadhan kedua tanpa Ibu. Masih sama seperti tahun kemarin—sepi.”

Syena menunduk, jemarinya meremas ujung rumput di samping pusara.

“Maaf ya, Bu. Na masih sering nangis kalau kangen Ibu. Bukan Na gak ikhlas Ibu pulang duluan. Na cuma… sesak. Kadang rasanya kayak dada Na penuh, tapi gak tau harus diluapin ke siapa.”

Angin sore berembus pelan. Tak ada jawaban, hanya suara daun yang bergesekan.

“Kalau sabar dan ikhlas bisa bikin kita ketemu lagi nanti di surganya Allah, Na akan belajar. Tiap hari. Na mau ketemu Ibu lagi. Tapi jujur, Bu… diuji kehilangan Ibu saja sudah berat. Ditambah ujian lain yang datang barengan. Na tau Allah gak akan kasih ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Na tau itu. Tapi Na capek, Bu. Kadang Na cuma pengin dipeluk dan dibilang semuanya bakal baik-baik aja.”

Tangisnya pecah, tak lagi ia tahan.

Sejak Ibu tak lagi membuka pintu rumah dengan senyum yang sama, segalanya berubah pelan-pelan. Meja makan terasa terlalu lengang. Tak ada lagi suara lembut yang membangunkannya untuk sahur. Tak ada lagi tangan yang menepuk kepalanya sambil berbisik, “Yang sabar ya, Nak.” Tak ada lagi yang diam-diam menyelipkan doa panjang setelah setiap sujudnya. Rumah tetap berdiri seperti biasa, tapi rasanya tak lagi sama. Hangatnya hilang.

Kalau dulu lelah bisa ia rebahkan di pangkuan Ibu, kini ia hanya bisa datang ke sini. Duduk lama di samping pusara, berbicara pada tanah yang memisahkan mereka. Bukan karena ia tak ikhlas. Bukan pula karena ia tak waras. Ia hanya sedang berusaha bertahan, dengan cara yang ia tahu.

Air matanya jatuh satu per satu ke atas tanah yang masih menyimpan namanya.

“Na akan coba untuk selalu kuat, Bu. Pelan-pelan.”

Dan untuk kesekian kalinya, setelah semua yang sesak itu terluah di sisi pusara, hatinya terasa sedikit lebih lapang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
DANGERVILE
Pikacuu
Novel
Hello Autumn
Diey Zahirah
Flash
Ramadhan Kedua Tanpa Ibu
Rahmi Azzura
Novel
SUPERLOVA
dilahamid
Novel
Istana Penuh Bara
Shabrina Farha Nisa
Flash
Perang Terbuka
Berkat Studio
Flash
Bronze
Akulah Pemeran Utamanya
Diyah Ayu NH
Flash
Lagu Terakhirmu
Adnan Fadhil
Flash
Bronze
Sophie
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
PLAYBOY
Iman Siputra
Cerpen
Sisa Kopi di Meja Tengah
A. R. Tawira
Novel
Di bawah Pohon Pinus
Ati Raah
Novel
Rajutan Kisah Para Perantau
Rainzanov
Novel
Ke Mana Aku Berlari
Vicky L.
Skrip Film
yang Terbuang dan Hilang
Onet Adithia Rizlan
Rekomendasi
Flash
Ramadhan Kedua Tanpa Ibu
Rahmi Azzura
Flash
Pamit
Rahmi Azzura
Flash
Senja yang Sama
Rahmi Azzura
Flash
Ombak Luka yang Tak Surut
Rahmi Azzura
Flash
Rumah Tanpa Pelukan
Rahmi Azzura
Cerpen
After 1550 days
Rahmi Azzura
Flash
Di Antara Altar dan Mimbar
Rahmi Azzura
Cerpen
Pelukan Yang Tertunda
Rahmi Azzura
Flash
Rumah Ilusi
Rahmi Azzura
Flash
Sejak Kau Tak Ada
Rahmi Azzura
Cerpen
Pertemuan Terakhir
Rahmi Azzura
Flash
Titik Kesia-Siaan
Rahmi Azzura
Novel
Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama
Rahmi Azzura