Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Kata orang jangan mengharapkan apapun sebelum jumat tanggal 13, karena konsekuensinya sangat mahal, Albert Donovan tidak peduli itu, apalagi pikirannya sedang tidak bisa ia kompromikan, tim rugbi nya, New England Free Jacks, tertinggal dua poin dari Seattle Seawolves di Major League Rugby.
Sebagai pelatih ia berpikiran selain teknis dibutuhkan faktor klenik juga, ia semakin yakin hal tersebut karena setahun terakhir ia didiagnosis depresi berat, sebab sudah tiga musim beruntun tak bisa membawa timnya juara dan selalu runner up, meski di awal-awal timnya selalu bermain sempurna.
Depresi beratnya membuat pikirannya mengabaikan peringatan kepercayaan turun temurun, ia tak masalah mendapat hal buruk bahkan kutukan jika harapannya agar Seattle Seawolves kalah terwujud. Persetan, batinnya.
Apalagi sebagai penderita depresi berat, ada alam bawah sadar Donovan yang mempercayai apa yang dirinya pikirkan akan menjadi nyata, ranahnya sudah masuk ke skizofrenia tipe rendah, dan semua orang paham itu. Bill George yang sangat paham isi pikiran bosnya sebagai asisten mencoba menasehati, dengan pendekatan klenik yang dipercayai oleh Donovan.
Bill berkata jangan mengharapkan apapun apalagi yang buruk sebelum jumat tanggal 13, ikhlaskan saja jika Seawolves menang, lagipula Free Jacks yang bertanding tanggal 14 masih punya kesempatan untuk mengekor, dan bisa menyalip nanti ketika saling berhadapan. Bill meminta agar bos nya tersebut fokus pada pertandingan yang akan dijalani dua hari lagi.
Tapi yang ada di dalam pikiran Donovan adalah harapan untuk kekalahan rival dari timnya, ia kesal dan tak mau jadi runner up lagi, apalagi seperti biasa, di musim lalu timnya begitu dominan dan bahkan sempat unggul 5 poin, sebuah poin yang cukup besar mengingat persaingan yang begitu ketat, tapi lagi-lagi berhasil disalip di akhir.
***
Hingga pada akhirnya Donovan tidak hadir saat seharusnya memberi pengarahan pada timnya untuk pertandingan esok lusa, ia justru menonton laga sang rival.
Selama menonton Donovan mengharapkan kekalahan dari Seattle Seawolves, sampai menit-menit akhir Seattle masih unggul tipis, kemenangan sudah di depan mata, Donovan pun berteriak keras, ia tak peduli jika hal terburuk menimpa asalkan rival dari tim nya itu kalah, dan harapan Donovan seolah-olah terwujud, Seattle kecolongan di menit menit akhir dan mereka pun kalah.
Telepon berdering, ia mengangkatnya, ia yang sedang bersuka cita atas kekalahan Seattle tiba-tiba terdiam, terjadi perkelahian di ruang klub yang seharusnya Donovan hadiri, perkelahian mematikan, entah siapa yang memulai, para atlet tiba tiba saling pukul.
Hingga akhirnya salah satu pemain tanpa disangka tertawa sambil meraung kesal kemudian berlari ke luar, menuju mobilnya, menyetir dengan kencang, lalu menabrakkan diri ke ruang yang berisi teman teman seklub nya itu. Ia tewas mobilnya terbalik dan terbakar, pun yang lain juga tewas, semuanya tewas, hanya Bill yang selamat setelah mencoba bersembunyi di bawah meja.
Awalnya Donovan terkejut bukan main, ia hanya bisa berkata "Apa?" menjawab Bill dibalik telepon, tapi tiba-tiba dia tertawa keras, tawanya keras memekakkan telinga, sepertinya psikologisnya sendiri walau sejak awal sudah terganggu, juga terpengaruh kutukan.
Kutukan jangan mengharap apapun sebelum Jumat tanggal 13, keesokan harinya Donovan dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan langsung dicopot sebagai pelatih kepala tim, Bill pun menggantikannya, dan tak pernah bisa melupakan kisah luar biasa mengerikan yang masih ia ragukan akibat dari harapan mantan bos nya.
Selama bertahun-tahun bahkan setelah meninggalkan klub, Bill masih terus merenung, apakah tragedi yang menimpa klub yang pernah ia arsiteki berkaitan dengan harapan Donovan, atau insiden yang terjadi yang kebetulan waktunya bertepatan dengan harapan Donovan?
Tapi jika tidak, kenapa tiba-tiba para pemain yang tadinya sedang bercanda saling ribut? Kenapa tiba-tiba salah satu pemain tiba-tiba punya ide untuk menabrak tim nya sendiri dengan mobil? Dan kenapa Donovan ditemukan sedang tertawa terbahak bahak seperti maniak?
Bill pun tak kuat memikirkan hal tersebut terus menerus, setelah beberapa tahun ia depresi berat dan akhirnya menderita skizofrenia paranoid lalu masuk rumah sakit jiwa yang sama dengan Donovan, dan berselang 8 bulan kemudian ia tewas disebabkan dirinya sendiri.