Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Arunika
1
Suka
2,258
Dibaca

“Guys, cepat bangun.” teriak Bela yang berlari ke tendaku. Dia menepuk pinggangku, juga menggoyangkan badanku dan Alex yang masih mengeluarkan bunyi nyenyak pada tidurnya.

Semakin lama tepukannya, kesadaranku makin terkumpul, “Hmm, bentar,”

Aku menyalakan jam tanganku. Dan waktu menunjukan pukul 5.30. Mataku lalu terbelak, lalu terbangun dari tumpukan selimut berlapis.

“Waduh, kirain bisa kita bangun sebelum jam 5. Yang lain udah pada bangun Bel?”

Bela membuka tenda pintu aku dan Alex, “Tuh, Shani sama Alea baru selesai solat subuh.”

Laluku pergi keluar tenda sejenak, melihat bagaimana kondisi gunung Lawu dan langit sekitarnya. Dan sepertinya sebentar lagi, momentum yang ingin kami abadikan itu segera tiba.

“Ah, bentar lagi nih.” mengingat Alex yang sepertinya belum bangun, aku mengambil boto berisi air di pinggir tenda untuk aku cipratkan. Dan benar saja saatku masuk, Bela belum bisa membangunkannya.

Aku buka botol itu, lalu di ambilnya air sedikit untuk membangunkannya. “Lex woy, ayo cepetan bangun. Solat subuh dulu kita.”

Perlahan, Alex mulai beranjak dari tumpukan selimutnya. “Iye bentar. Sakit Bel ya ampun,”

Fani lalu tertawa, “Ahaha, ya lagian lu susah banget bangunnya. Cepet siap-siap. Kita ambil gambar yang bagus bentar lagi.” Lalu aku bergegas menyiapkan 2 sajadah di pinggir tenda, “Yuk lex, solat subuh dulu kita.”

Setelah kami berdua selesai solat subuh, semuanya berkumpul tepat pada pukul 6.

“Bismillah, mungkin dari sekarang sunrise bisa kita nikmati. Jangan lupa fotoin gue yang bagus yah.”

Lalu Alea menunjuk ke arah timur, “Tuh mataharinya!”

Dan benar saja, sebuah latar indah untuk kami berfoto telah Tuhan sediakan. “Yuk gas!” ucap Alex sambil berjalan dengan kamera SLR terbarunya. Begitu juga Shani yang mengeluarkan Iphone terbarunya.

 

Detik dan menit terus berlalu, kami silih berganti untuk di foto dan menjadi fotografer dadakan untuk satu sama lain. Sebuah perayaan kecil dari kemenangan kami di ajang Program Kreativitas Mahasiswa tingkat nasional ini tidak perlu dirayakan dengan mewah. Kami sepakat untuk mencapai puncak gunung Lawu ini untuk membangun keabadian dengan potret alam di pagi hari.

Tapi pagi ini bukan sekedar mencari sunrise, ini adalah momentum jiwa kami menanamkan semangat arunika. Sebuah semangat yang percaya bahwa pencapaian kami adalah awal dari hal besar lainnya yang ingin kami capai.~

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Arunika
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Ketika Langit Belum Menjawab
Ezra Jo
Cerpen
Putus, Tapi Nggak Putus Asa
Tresnaning Diah
Flash
Bronze
Bayangan
Ahmad Muhaimin
Novel
Anyaman di Rambut Si Kribo
Ulva Idaryani Daulay
Flash
Lensa di Balik Tirai Dapur
INeeTha
Cerpen
Bronze
Karma Tidak Pernah Tersesat
Moh. Sudah
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Flash
Karma Datang sebagai Sebuah Hukuman (surat 3)
Lail Arahma
Cerpen
Bronze
Kampus Impian
T. Filla
Flash
Ayu dan Canang yang Tak Sempurna
Margita Kirana Cindy Wulandari
Cerpen
Bronze
Aku dan Bahasa yang Terbatas
Ezra Jo
Cerpen
JEDA SUNYI
zanu ariska wakhida ainia
Cerpen
Neraka bagi Sang Munafik
Yovinus
Flash
Bronze
Solitaire Beauty
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Arunika
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Cakra Sang Nirmala
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Sungguh
Adam Nazar Yasin
Novel
Jejak Garuda Di Wageningen
Adam Nazar Yasin
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin