Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Gadis Itu
1
Suka
9
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Hei, biar kuceritakan sebuah kisah.

Pada suatu pagi yang suram, udara terasa menusuk meski musim dingin belum dimulai. Seorang gadis berseragam sekolah berdiri di ujung jembatan. Rambut panjangnya tergerai hingga menutupi separuh wajahnya yang tanpa ekspresi.

Mata cokelatnya yang sembap itu menatap kosong air sungai yang mengalir tenang di bawah jembatan. Segala hal tentang hidupnya mengalir dengan deras di pikirannya.

Dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ibu dan tanggung jawab seorang ayah, kehilangan seseorang yang telah membesarkannya, dikhianati oleh orang yang dipercayainya, ia tidak sanggup lagi menjalani kehidupan yang hampa itu.

“Aku akan mengakhiri ini,” gumam sang gadis.

Gadis Itu menguatkan tekadnya, untuk apa yang akan ia lakukan untuk yang terakhir kalinya. Seraya menutup mata, gadis itu melewati pembatas jembatan. Tubuhnya bergetar ketakukan. Entah takut untuk mati, atau takut untuk menjalani kehidupan yang menyedihkan. Pada akhirnya, ia kemudian menjatuhkan dirinya ke bawah sana.

Sebuah perasaan yang ganjil. Tubuhnya seperti menari bersama angin yang sejuk sementara dua neraka menunggu di depan sana. Entah dia akan mati, atau hidup … semuanya tidak perlu dipikirkan lagi.

Air yang tenang membawa dirinya ke dalam peluknya. Namun di kedalamannya yang dingin dan gelap itu …

Aku ingin hidup, aku ingin hidup!

… ia terus meronta untuk kembali ke permukaan. Bahkan saat jiwanya yang lelah menginginkan kematian, raganya terus berusaha untuk hidup.

Namun, semuanya ternyata telah terlambat. Ia merasakan paru-parunya telah terisi penuh oleh air sungai. Dalam keputusasaan dan penyesalan itu, ia merasakan dunianya perlahan memudar dan hidupnya yang menyedihkan kembali terputar di dalam benaknya, sebelum kemudian kegelapan yang pekat menelannya.

Dunia terasa mengerjap. Ketika ia secara ajaib kembali membuka mata, Gadis Itu mendapati dirinya berada di tepi sungai. Matanya menyapu sekeliling. Jembatan tempatnya melompat ada di sana, dan ia tahu bahwa ia tidak berada di alam baka.

“Aku tidak mati …?”

Gadis Itu bangkit berdiri, berjalan sedikit menyusuri tepian sungai, kemudian menemukan jalan untuk kembali ke tempat yang dulu ia sebut rumah.

Pakaiannya yang basah membuat dinginnya udara terasa menusuk hingga ke tulang. Kota yang ramai tidak membuat dirinya merasa damai. Manusia-manusia yang berlalu lalang hanya memikirkan diri mereka sendiri.

Gadis Itu telah berjalan selama 1 jam, 2 jam, 2 hari … atau 2 minggu. Ia tak pernah menemukan tempat yang ia sebut rumah. Gadis Itu memutuskan untuk kembali ke jembatan, menyusuri tepiannya, hingga mendapati kerumunan orang yang menemukan sesuatu yang membuatnya membelalak tak percaya.

Sesuatu itu adalah seonggok mayat seorang perempuan yang wajahnya sudah tak dapat dikenali karena telah membengkak dan sedikit membusuk. Namun, dari pakaiannya, nama yang terukir di kemeja putihnya, tidak salah lagi.

“—itu adalah aku.”

Dengan gejolak perasaan yang meluap-luap, ia menumpahkan air matanya dan memeluk tubuh tak bernyawa yang menyedihkan itu. Tidak ada seorang pun yang menghentikannya. Tidak ada seorang pun dari manusia-manusia itu yang bahkan … melihatnya.

Menyadari bahwa ia telah mati dengan cara yang menyedihkan tak membuat dirinya menghilang atau pergi ke alam baka. Ia terus berjalan menyusuri jalan-jalan kota yang ramai, dengan dingin yang terus menusuk, dan perasaan sepi dan kosong. Tanpa seorang pun melihatnya, atau bahkan menyadari kehadirannya.

Pada akhirnya, ia telah mati, namun juga hidup. Suatu cara yang mengerikan bahwa semenyedihkan apa pun hidupnya, kehidupan itu masih tetap berharga. Dan ia telah menyia-nyiakan hal yang berharga itu, menciptakan nerakanya sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Babuy
Pipo Vernandes
Flash
Gadis Itu
Suzie S. Something
Flash
Nanti di Kubur Ya!
Syashi Ammar
Novel
Bronze
Perjanjian~Novel~
Herman Sim
Flash
Hutan Angker
Nunik Farida
Cerpen
Bronze
Nyawa Kesembilan
Glorizna Riza
Novel
Bronze
Zona Zombie -Novel-
Herman Sim
Novel
Penumpang Setia
Ery Sithi Badriyya
Novel
Sahabat Semati
winda nurdiana
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Dawet
Bagus Aryo Wicaksono
Novel
Gold
Rumah di Perkebunan Karet
Mizan Publishing
Novel
Bronze
The Evil of The Black Rose
Trinaya
Skrip Film
Manut
Clairo
Novel
Santet Darah Biru
Allamanda Cathartica
Rekomendasi
Flash
Gadis Itu
Suzie S. Something
Cerpen
Pelindung dan Pembela Kebenaran
Suzie S. Something