Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Menit-Menit Genting
1
Suka
6
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Mobil bak masuk ke pelataran rumah sakit, supirnya terlihat terburu-buru sedangkan tangis bercampur kekhawatiran dan ketakutan besar tumpah ruah, Udin si supir berkeringat dingin, ia pun memarkir mobilnya asal asalan, kemudian dia dengan sigap segera berlari ke bagian belakang mobil, terlihat Yudi sudah bersimbah darah, kondisinya memprihatinkan, pingsan dan mengeluarkan suara dengkur, liur menetes dari kedua sisi bibirnya. Rosa, istri Yudi, yang sejak tadi menangis berusaha membantu Udin untuk membopong tubuh suaminya tersebut, sambil berusaha membopong Udin berteriak memanggil perawat atau dokter jaga, tapi tidak ada respon sama sekali. Merasa lama direspon padahal kondisi Yudi amat kritis, Udin pun masuk ke dalam dan meminta agar Rosa menunggui suaminya itu.

Di dalam ia disambut resepsionis yang mencoba ramah namun ramah formal, ia menyatakan adiknya mengalami kecelakaan berat dan saat ini sedang bersama iparnya menunggu penanganan medis darurat, tapi entah tidak punya empati atau apa, setelah tahu Yudi tidak punya BPJS, sang resepsionis justru meminta agar Udin mengisi formulir dulu, Udin pun mau tak mau mengisinya, dia tak mau ribut, mengira setelah mengisi formulir adiknya akan segera ditangani, tapi resepsionis tersebut hanya bilang tunggu dan ia santai menekan beberapa nomor seolah tidak terjadi apa apa.

Sudah sekitar tiga menit Udin menunggu, karena sudah terlalu lama, Udin pun bertanya apakah dokternya sudah siap, namun resepsionis tersebut hanya mengangkat tangan ke arahnya sambil terus bertelepon, Udin yang tidak mau cari ribut pun diam, waktu sudah berjalan lima menit, resepsionis tersebut selesai menelepon, Udin pun menanyakan apakah adiknya sudah bisa ditangani, tapi justru jawaban menohok diterimanya. Resepsionis tersebut berkata dokter jaga sedang beristirahat, ia meminta Udin memberinya waktu karena hanya ada satu dokter jaga malam itu dan dokter tersebut baru saja beristirahat sekitar dua puluh menit, dengan santainya sang resepsionis berkata lebih baik Yudi dimasukkan ke dalam dulu, saat ditanya oleh siapa dengan santai si resepsionis menjawab agar Udin membawanya sendiri.

Udin yang tak mau cari ribut karena keadaan sudah genting pun segera berlari menuju ranjang dorong yang ada di dekat situ, Ia sendiri melakukannya, tanpa satpam atau siapapun yang membantu, sebab kondisi ruangan tersebut kosong melompong, hanya ada dirinya, si resepsionis, serta si satpam dan seorang office boy yang entah kenapa sejak awal kedatangan Udin langsung buru buru pergi ke lantai dua, Udin tadi sempat mendengar keduanya menganggap enteng dan berkata paling hasil dari kebut-kebutan dan sekarang konsekuensi sedang ditanggung, ucapan mereka berdua diakhiri tawa tanpa perasaan.

Dengan sangat sigap dan cepat Udin berlari mendorong keranjang dorong, ia sendirian membuka pintu rumah sakit yang besar dan berat itu, kemudian mendorong kembali ranjangnya dan segera menghampiri Yudi dan Rosa. Tapi kenyataan pahit yang ia terima, Dengan isak sesak Rosa berkata Yudi telah menghebuskan nafas terakhir, pria paruh baya yang mengalami kecelakaan saat hendak pulang setelah ngojek tersebut telah tiada sekitar dua menit yang lalu, Udin menunduk, hatinya amat hancur, ia tidak bisa berbuat apa apa lagi, ia masuk ke mobil, kemudian dengan hati yang remuk redam mengendarai mobil bak nya untuk pulang, ia berniat segera mengabari rt dan rw serta warga desa untuk segera melakukan pemakaman Yudi dan segala jenis prosesnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
KKPK Lets Sing with me
Mizan Publishing
Novel
Senandung Rindu Seroja Timur
Yona Elia Pratiwi
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Flash
Menit-Menit Genting
Rere Valencia
Novel
Bronze
Di Balik Senja
Kepo Amat
Novel
Berharga
Rere Valencia
Skrip Film
Aku, Sasha
nathasya
Flash
Orang gila
Mahmud
Cerpen
ASAP
Rian Widagdo
Cerpen
Kereta Terakhir Menuju Rumah
Sekar Kinanthi
Flash
MARIA?
Zii
Cerpen
Bronze
Batik Madrim yang Terkopek
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Cerpen
Bronze
Levanter
Tantan
Novel
Searching True Love
Karen Agatha
Skrip Film
EKSPEKTASI
Rialdy Rendragraha
Rekomendasi
Flash
Menit-Menit Genting
Rere Valencia
Novel
Berharga
Rere Valencia
Flash
Kisah Setelah Revolusi Pertama Yang Gagal
Rere Valencia
Flash
Roberto
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tak Bisa Memilih
Rere Valencia
Flash
Werewolf: Adegan ke 2
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Novel
Destiny
Rere Valencia
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Flash
Mengapa?
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Flash
Kimia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Saksi Sekejap
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia