Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Ranah Jaya
2
Suka
1,844
Dibaca

Udara pagi yang seharusnya semerbak cemara kini dipenuhi bau amis dan besi. Tidak perlu lidah untuk bisa merasakan darah. Cukup bernapas. 

Tubuh-tubuh tergeletak di atas tanah yang dingin. Beralaskan rumput berembun yang memerah. 

Surya mengintip di balik bukit. Cahaya jingganya lembut memantul pada pedang yang tertancap di atas dada seorang prajurit yang membelalakkan mata. 

Suara napas kasar dan patah memecah pagi yang sunyi. Dia berusaha bangkit, menyingkirkan potongan-potongan tubuh yang menindihnya. 

Isaknya terdengar. Melihat seluruh padang telah penuh daging dan darah tak bernyawa. Darah sesamanya. 

Ketika cahaya matahari memandikannya, ia berdiri. Melangkah dengan satu kaki diseret. Menuju ujung bukit yang dipenuhi bunga beri liar. 

Jauh di bawah sana, terlihat ribuan kaki melangkah. Dengan pedang dan tameng. Juga zirah besi dan pelindung kepala. Menjemputnya. 

Sesekali, mereka berteriak, berseru. Tak takut mati. Tapi tujuan mereka memang mati. 

Dia tersenyum. Medan selanjutnya menanti dengan ribuan nyawa baru untuk diadu. 

Tapi jiwanya terlalu lelah. Ribuan hari pertempuran sudah dilalui. Jutaan nyawa hilang. Ribuan kilometer berhasil disatukan. 

Namun yang ia dapatkan hanya pertempuran lain dan lain lagi. Dia lelah dengan hal menjemukan itu. Kemenangan yang awalnya manis menjadi terlalu banal. Tujuannya untuk mencapai damai melahirkan perang lain dan lain. 

Ketika wajahnya mendongak, sesosok wanita dengan kulit berpendar keperakan terbang mendekatinya. 

Dia terpesona dengan wajah cantik menyejukkan dan senyum yang membawa aroma bunga kenanga. Ketika wanita itu mengulurkan tangan, dia menyambutnya.

Genggaman tangan itu terasa lebih menyenangkan dari kemenangan mana pun. Pelukan itu membuatnya merasa rapuh dengan cara paling aman.

Tanpa suara, tanpa ijin tersurat, dia mengikutinya. Menanggalkan segala lelah dan kecewa di padang berdarah itu. 

Pada akhirnya, setelah hari-hari penuh denting pedang, dia menang atas dirinya sendiri. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Ranah Jaya
Keita Puspa
Novel
TITIK BUTA
Shireishou
Flash
Bronze
World War Samurai
Silvarani
Novel
Dewa Geni
Sanjaya
Novel
cariru ceriru
salman
Flash
LUPUT
Edelmira (Elmira Rahma)
Novel
Bronze
A Hollow Gift
R.J. Agathias
Flash
Wisanggeni
Wirdatun Nafi'ah
Novel
BUKAN CERITA CINDERELLA
memia
Novel
Gold
The Young Elites
Mizan Publishing
Novel
Underground Fire
kimchiroll
Cerpen
Bronze
Ke Ujung Semesta
Handi Yawan
Cerpen
TAHAJUD EVERYDAY
NURYATI
Flash
Bronze
Tokoh Asing dalam Cerita
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Aksi 12%
AndikaP
Rekomendasi
Flash
Ranah Jaya
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Novel
CAHAYA HITAM
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
TRIAL ON MERAPI (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa