Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
‎Suasana tegang, mobil penyelamat dan juga ambulans baru tiba setelah setengah jam menunggu, orang-orang yang sebenarnya masih terluka berkerumun, luka fisik tidak mereka rasakan, tetapi hati mereka lebih berdegup, alasannya cuma satu, undang-undang Amerika Serikat yang menyatakan memprioritaskan keselamatan president ketimbang yang lain, tapi pilihan yang lainnya justru sang putri president yang baru berusia 9 tahun.
Publik yang ada di tempat tahu tanya keadaan pada Kayla sang putri president hanya basa-basi, mereka tahu putri bungsu president yang bagi banyak orang ramah dan humble itu akan dikorbankan, lebih miris lagi President Robert adalah presiden yang cakap, mengeluarkan Amerika Serikat dari krisis, memperbaiki hubungan dengan China dan Rusia, menarik diri dari Venezuela, mundur dari Greenland, serta mendesak Israel agar tidak lagi berbuat semaunya di Gaza, tapi justru karena itulah yang membuat semua makin ironis.
Dalam hati mereka bingung memilih antara president yang luar biasa yang jika dikorbankan maka mungkin Amerika masuk kembali ke era dibenci negara lain, atau Kayla dikorbankan tapi itu mungkin jadi kejahatan moral terbesar yang dilakukan oleh bangsa Amerika. Pun para secret service yang bekerja untuk pemerintahan Amerika Serikat, mereka merasakan dan memikirkan hal yang sama, karena lagi lagi mereka semua adalah manusia, yang punya hati, nurani serta rasa.
Terdengar isak tangis dari Kayla, sedangkan Robert pingsan, semua tahu dari alat pendeteksi sang president hanya pingsan. Tangis bocah dari Kayla membuat semua merasa sebagai penjahat paling jahat yang pernah hidup, warga sipil tidak lagi mempedulikan luka fisik maupun mental mereka, sedangkan bagi para bawahan presiden mereka merasa mungkin di kehidupan selanjutnya neraka akan menunggu.
Ahli bangunan pun sudah tak mampu melakukan apapun, struktur bangunan tempat president dan Kayla terhubung, tapi jika satu digerakkan maka yang satu akan rubuh menimpa yang lain, tapi jika tak dilakukan sesuai waktu maka dua-duanya akan rubuh, tapi jelas undang undang Amerika Serikat menuliskan bahwa keselamatan president adalah yang utama.
Waktu tinggal tersisa satu menit, keputusan bulat sudah diambil, presiden akan diselamatkan sesuai prosedur, Bill Warton sang kepala pun sudah mulai memberi aba aba, dia tinggal mengangkat tangannya, tapi tiba tiba alat pendeteksi kehidupan yang mendeteksi hidup dan mati President Robert berbunyi, Robert wafat, artinya cuma satu, Kayla lah yang harus diselamatkan, akhirnya semua yang berwenang sigap membantu menyelamatkan Kayla di bidang mereka masing-masing, dan mereka pun mendengar suara bangunan rubuh menimpa jasad Robert.
Sejak itu undang undang tentang keselamatan president harus diutamakan terus mengalami perbaikan, tidak kaku bahwa selalu sang president yang harus nomor satu untuk diselamatkan, dimana keadaan dilihat dulu sebelum mengambil keputusan, dimana hati nurani dan moral lebih dijadikan pegangan ketimbang aturan yang mungkin bisa saja bertabrakan dengan dua hal paling penting yang pernah ada di dunia.