Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Sapu Lidi dan Meja Judi
0
Suka
16
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Seorang lelaki mengendarai motor sport menoleh ke arah Ridwan yang sedang melamun di depan masjid, seketika ia memberhentikan motornya di depan masjid.

"Wan–Iwan," panggil lelaki tersebut. Ridwan menoleh ke arah panggilan, ia mengerutkan dahi, lalu terkejut.

Bibir Ridwan bergetar, "Yuda," lirihnya tercekat. Ini yang ia takutkan, seseorang dari kampung halamannya datang.

Yuda menghampiri sambil bertepuk tangan, "Gua nggak nyangka, Ridwan dewa judi ada di depan masjid." Ia berhenti di depan Ridwan yang duduk di serambi, mengeluarkan ponselnya, menunjukkan sebuah rekaman seorang gadis yang sedang bersimpuh.

Aku... Aku butuh... butuh... " Belum sempat menyelesaikan ucapannya, gadis cantik itu menunduk dan menyesal.

Ridwan hanya mengepalkan tangan, mukanya memerah, tubuhnya bergetar.

Yuda melihat dengan sinis, "Kenapa diam?! malu atau marah."

Ridwan mengangkat kepalanya perlahan, matanya balas memandang tatapan Yuda, "Tolong, jangan begini! Putriku tidak bersalah." Suaranya parau tercekik.

Yuda membungkukkan badannya berbisik di telinga Ridwan "Lu kira semua bakal selesai, hanya dengan minta tolong," bisiknya, lalu melangkah berbalik tanpa menoleh sedikitpun. Yuda menstarter motor, memainkan gasnya lalu melajukan motornya dengan kencang.

Ridwan menghembuskan napas lega, tangannya masih bergetar, ia memegang dadanya yang terasa sesak.

"Kamu mengenalnya kawan?" pertanyaan itu meluncur langsung dengan suara bariton, ketika pintu berlapis kaca tebal terbuka.

Tanpa menoleh Ridwan mengangguk, "Ya, aku kenal, dulu temanku, tapi–" Ridwan bangun mengambil sapu lidi, mulai menyapu halaman masjid yang mulai kotor.

"Hey, tapi apa?"

"Jhon, sudahlah! Aku tidak mau... membahas masa lalu."

Pria yang dipanggil Jhon itu bersiul, lalu berbisik lirih. "Tapi kita masih hidup dari pecahan masa lalu.... semalam kau menguras habis kantongku."

Ridwan tertawa keras, sampai sapu lidi yang dipegangnya, bergetar.

"Asal kau tahu Jhon, orang tadi suruhan musuhku."

"Ikut, Jhon!" Ridwan melempar sapu lidinya, lalu berjalan ke pinggir jalan raya, menaiki angkutan umum ke arah kota.

Tak lama mereka berdua tiba di depan sebuah gedung tinggi, Ridwan memasukinya tanpa ragu setelah melihat balasan chat di ponselnya.

Dari kejauhan terlihat papan nama terpasang di pintu kaca, mereka menuju ke sana, langkahnya cepat, ia ingin melihat sosok dibalik tulisan "Komandan dan Direktur Utama" di dinding pintu kaca berjarak tidak lebih dari dua meteran.

Ridwan menarik napas, lalu mengetuk pintu perlahan.

"Masuk!" Suara dari dalam menjawab ketukannya.

Ridwan membuka pintu dan terkejut orang yang disebut Komandan adalah Yuda yang bertepuk tangan.

"Selamat datang kembali, Dewa Judi, mari kita bertaruh untuk nyawa putrimu."

Jhon memegang lengan Ridwan, "Maaf sobat, tapi aku tidak pernah bisa menerima kekalahan semalam." Ia berkata dengan nada sinis.

Lutut Ridwan bergetar, "Bagaimana dengan taubatku?!" lirihnya.

Udara berhembus kencang melalui jendela, membuat kertas-kertas berhamburan.

Taubat itu pengamalan bukan hanya sebuah pengakuan.

---

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Sapu Lidi dan Meja Judi
Ahmad Iki Muqimudin
Novel
Bronze
Ajari Aku Syahadat Cinta
Imajinasiku
Novel
Gold
Jejak-Jejak Islam
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Hidup Kadang Begitu
Noura Publishing
Novel
Bronze
Di Balik Kerudung Delizta
Nunung Hartati
Novel
Bumi yang Dihujani Rindu
Hadis Mevlana
Flash
Bronze
Bakekok!!
Lora Arkansas
Novel
Terpisah
L I Y A S H I N
Novel
Gold
No More Broken Heart
Mizan Publishing
Flash
[Irene] Reinkarnasi Terdahulu
Almira
Novel
Bronze
Syariat Cinta
YF Rijal
Cerpen
Bronze
Malam Laylatul Qadar
Hidayati
Cerpen
Bronze
Naraya
Bella Merabella
Cerpen
Bronze
RUMAH ALLAH
Iman Siputra
Novel
Gold
Melampaui Mimpi Bersama Anies Baswedan Twitterland
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Sapu Lidi dan Meja Judi
Ahmad Iki Muqimudin
Cerpen
Wasilah Cinta
Ahmad Iki Muqimudin
Novel
Bronze
TAKDIR
Ahmad Iki Muqimudin
Novel
Bronze
Aku Ingin Berangkat Haji
Ahmad Iki Muqimudin