Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Patut Di Rayakan
0
Suka
13
Dibaca

Perempuan itu lahir tanpa tahu bahwa dunia sudah menyiapkan daftar panjang tentang bagaimana ia seharusnya hidup.

Sejak kecil, ia dipuji karena manis, bukan karena berani. Ia diajarkan untuk duduk rapi, bukan untuk berlari kencang. Dunia menepuk bahunya ketika ia mengalah, tetapi mengernyit saat ia bersuara. Seolah-olah keberadaannya lebih nyaman ketika ia mengecil.

Namun hidup tidak pernah benar-benar kecil baginya.

Ia tumbuh dengan luka-luka yang tidak selalu berdarah. Luka karena dibandingkan. Luka karena diremehkan. Luka karena dianggap terlalu emosional ketika ia hanya sedang jujur pada perasaannya. Dunia sering menyebutnya “terlalu” terlalu keras, terlalu lembut, terlalu ambisius, terlalu memilih, terlalu diam.

Lucunya, dunia jarang merasa dirinya “terlalu” pada perempuan.

Ia pernah patah hati, bukan hanya karena cinta, tetapi karena harapan-harapan yang runtuh. Ia pernah berdiri di depan cermin dan bertanya, “Apa aku cukup?” Dan pertanyaan itu lebih tajam dari kritik mana pun.

Tetapi ada sesuatu yang dunia lupa pahami tentang perempuan: ia belajar.

Ia belajar dari kecewa.

Ia belajar dari ditinggalkan.

Ia belajar dari tidak didengar.

Dan dari semua itu, ia membangun dirinya ulang.

Pelan-pelan ia berhenti meminta izin untuk menjadi kuat. Ia berhenti mengecilkan mimpinya agar orang lain tidak merasa terancam. Ia mulai menyadari bahwa keberadaannya bukan untuk memenuhi ekspektasi siapa pun, melainkan untuk hidup sepenuh-penuhnya.

Dunia mungkin memperlakukannya dengan standar ganda. Dunia mungkin menilainya lebih cepat daripada mendengarnya. Tapi perempuan itu akhirnya mengerti satu hal yang membebaskannya:

Ia bukan diciptakan untuk disukai semua orang.

Ia diciptakan untuk hidup dengan utuh.

Dan betapa indahnya ketika seorang perempuan berhenti bertanya apakah ia pantas, lalu mulai berkata, “Aku berharga.”

Perjalanannya bukan tentang melawan dunia dengan amarah, tetapi tentang berdamai dengan dirinya sendiri. Tentang memilih berdiri meski pernah diremukkan. Tentang tetap lembut di dunia yang kasar, tanpa kehilangan ketegasannya.

Monolog ini patut dirayakan.

Karena setiap perempuan yang tetap berjalan meski dunia meragukannya adalah revolusi kecil yang hidup.

Dan setiap langkahnya adalah perayaan diam-diam atas keberanian yang tidak selalu terlihat.

Ia bukan sekadar bertahan.

Ia bertumbuh.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Patut Di Rayakan
lidia afrianti
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Flash
Malam Solilokui
Noir K. Daksine
Novel
Bronze
Diary Bipolar
Farikha Salsabilla Putri
Flash
Senyum Semerekah Pagi
DMRamdhan
Flash
Bronze
Dunia Tanpa Sapu
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Akselerasi Politis Jakarta Bandung
Silvarani
Cerpen
Asap dan Kopi
Penulis N
Flash
Bronze
Baby Machine
Silvarani
Flash
Langkah Kecil, Perubahan Besar
Penulis N
Cerpen
Bronze
Dunia Kerja Rana
T. Filla
Cerpen
Bronze
Halte Kehidupan
Nuniek Sobari
Cerpen
Bronze
(this pain wouldn't be for) EVERMORE
Firlia Prames Widari
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati
Flash
Noises Inside My Head
Steffi Adelin
Rekomendasi
Flash
Patut Di Rayakan
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Kesalahan Hitung
lidia afrianti
Flash
Aku berhenti bicara sekarang
lidia afrianti
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
My Battery
lidia afrianti
Flash
STORY OF GERBERA
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Ramai
lidia afrianti
Flash
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti
Flash
Raut
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Dia Bernama Lumi
lidia afrianti