Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
5,542
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
The Crown
Bentang Pustaka
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Cerpen
Youth Stride
Kosong/Satu
Novel
Alter Ego
Fani Fujisaki
Novel
Bianca
Ardhi Widjaya
Cerpen
Dan...
SUGIHARTI
Novel
Bronze
Kumpul Kebo
Soh
Novel
Lovertone
Marion D'rossi
Novel
Bronze
Cinta untuk sahabat
Widayanti
Novel
The Resident
Natha Al Zahidi
Novel
Bronze
Bersua
Chika Manupada
Novel
Gold
Cooking with You
Bentang Pustaka
Komik
Bronze
WILL YOU GO OUT WITH ME
Farah MD
Novel
Gold
For Better or Worse
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
HUMAN EYESIGHT
Safina Tri Maharani
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Perempuan
lidia afrianti
Flash
Bronze
Luapan Luka Luna
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
SANGUIN
lidia afrianti
Flash
Dia Yang Bernafas
lidia afrianti
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Novel
Wandering Toward You
lidia afrianti
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Strange Thoughts
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Flash
Hear You
lidia afrianti
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Apakah kamu pernah mencintaiku?
lidia afrianti