Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
6,651
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
EQUILIBRIUM
fiula nafiah
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Novel
Bronze
Playgirl Limited Edition
Selvi Nofitasari
Novel
Adopsi Cinta
SyerrilAuztin
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti
Cerpen
Amayadori
Fanny F. Cussoy
Novel
Gold
Flaga
Noura Publishing
Novel
Bronze
Bahagia Bersama Luka
Desy Atalina
Novel
Sementara
Mega Rohayana
Novel
Sleeping Beauty
Adhita Mariani
Novel
PUTRI SENJA DAN REMAH ROTI
Maz Li
Skrip Film
Sebuah Masa
Jeffry D. Kurniawan
Novel
Alika si Gadis Mars
Jayanti Yusuf
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Lukitokarya
Cerpen
Youth Stride
Kosong/Satu
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai 2
lidia afrianti
Flash
Akhirnya Tetap Kalah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Bronze
From River To Sea
lidia afrianti
Flash
Jika Sudah Lupa, Mari kita Bertemu
lidia afrianti