Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
0
Suka
8
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Honestly Hurt
Bentang Pustaka
Novel
Without You
Safina
Skrip Film
SEEN
Melita Nurhasanah
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
Penantian yang Panjang
Sri asrianti
Novel
Bronze
RIGEL
yumna ayu
Flash
Bronze
Well Done Beef
Silvarani
Novel
Bronze
BERLINE'S LIFE
Friska Lesin
Novel
Perjalanan Cinta Naya
Ochiieet Queenbee
Novel
MYSTERIOUS ROMANCE
Liemey Iviane
Novel
Mini Market Warisan
Rizky Ade Putra
Novel
Detik Selanjutnya
Ama Abdullah
Novel
Bronze
As Long As You Love Me
alfanny ariya
Novel
Di Antara Bintang Di Langit
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Secantik Hatimu
Shabrina Farha Nisa
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Hari Ketika Aku Mati Sebentar
lidia afrianti
Flash
Cinta Tanpa Pamrih
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Flash
Bronze
Raut
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Musim Hujan Terakhir
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti
Flash
Bronze
LAST PLACE
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Flash
My Battery
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Flash
Aku Sekarat
lidia afrianti
Flash
Ternyata Kita Pembohong
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti