Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
2,498
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Montmartre
Mizan Publishing
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Novel
Bumi
Annisa fathonah
Novel
Jodoh Lathiku
Ika_muntadzirotul
Novel
MENGAPA ADA HUJAN?
Aniela
Novel
Gold
Anna & Bara
Falcon Publishing
Novel
Bronze
Jarak
Nofi Anisa
Novel
Bronze
Amika [Aku Mencintaimu Itu Karena Allah]
dari Lalu
Skrip Film
Waiting For Love
silvi budiyanti
Cerpen
Bronze
Penny Bertanya Tentang Cinta
ardhirahma
Novel
Gold
Orion
Bentang Pustaka
Novel
Dia Datang,.,
Dinda Puspitasari
Novel
Ketenangan yang hilang
fabian
Flash
SERAT-SERAT SUARA
Faisal Syahreza
Flash
KoiN 2
Art Fadilah
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Balasan Surat Untukmu, Sean
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti
Flash
Aku Sekarat
lidia afrianti
Flash
10 Days Without Permission
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Bronze
Raut
lidia afrianti
Flash
Aku, Cinta Dan Kamu
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai 2
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Flash
Bronze
In Korea Means 사랑해
lidia afrianti