Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
3,861
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
You Are My Angel
Luca Scofish
Flash
Amor dan Fati
Fann Ardian
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Novel
30 Hari Bersama Nana
Anjar Lembayung
Skrip Film
#Kartono-Kartini ke Jakarta#
Arie Paulus Santjojo Bachin Suparti
Novel
Gold
Modus
Bentang Pustaka
Novel
Chrive
Shiina Lee
Flash
Bronze
Bukan Kamu
Leni Juliany
Novel
Jalan Tanpa Tepi
Nurul Fajriani
Novel
Koi No Yokan
Wiwit Widianti
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Cerpen
Jack and Nala
Farah Maulida
Novel
Bronze
BACKLIGHT
Via S Kim
Novel
Heterochromia; Koplonya Hidup
Aprilia Ningsih
Novel
Bronze
Pengantin 500 Juta
Widiawan Bagaskara
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
In Korea Means 사랑해
lidia afrianti
Flash
Apakah kamu pernah mencintaiku?
lidia afrianti
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Tolong Hidup Sampai Aku Mati !
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
StepMother
lidia afrianti
Flash
Bronze
LAST PLACE
lidia afrianti
Flash
Akhirnya Tetap Kalah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu mendengarku
lidia afrianti
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti