Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
5,855
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Coklat yang Meleleh
Aneidda
Novel
Gold
Melted
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
DefTia
reistya ayu
Novel
Bronze
Two Writers
Nurul Lathiffah
Cerpen
Bronze
Gara-Gara Becky
Nuel Lubis
Novel
Crossing on My Path
Arlindya Sari
Cerpen
Little Cupcake
Noer Eka
Skrip Film
CINTA PUTIH TRUFFLE
Renata yohana nurak
Novel
Bronze
Perempuan Tak Pernah Patah Hati
Daruz Armedian
Novel
Chrive
Shiina Lee
Novel
When Life Must Go On
Adrikni LR
Novel
Romantic Destination (I Still Love You) Part 2
Alita
Skrip Film
CERITA ANGEL
Herman Trisuhandi
Novel
Bronze
ME AND GEMINI
Rara Masrifah
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Aku, Cinta Dan Kamu
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Astrophile
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Flash
げんかい
lidia afrianti
Flash
Bagian Mana kita?
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
10 Days Without Permission
lidia afrianti