Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
7,378
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
Should I Love You, Rud?
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Kursi Kosong di Perpustakaan
Risti Windri Pabendan
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Nice Little Twists
Fann Ardian
Flash
Bronze
Under the Same Sky (Di Bawah Langit yang Sama)
Okhie vellino erianto
Novel
Our Lie
Dini Salim
Komik
Bronze
Kasih di Antara Rintik Hujan
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Bronze
GRAHANA
Kagura Lian
Flash
Bronze
Sebingkai Foto
Lirin Kartini
Novel
Gold
5 Detik dan Rasa Rindu
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Rahasia Antara Aku dan Kakak Ipar
Farasha
Flash
Titik Balik Rasa
Dear An
Novel
Bronze
Boyfriend Hunting
Stella
Novel
Gold
The Dinner (Indonesian Edition)
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
StepMother
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Tolong Hidup Sampai Aku Mati !
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Novel
Wandering Toward You
lidia afrianti
Flash
Balasan Surat Untukmu, Sean
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Flash
Bronze
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Jika aku tidak cukup, bilang saja
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
SANGUIN
lidia afrianti
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti
Flash
Bronze
Raut
lidia afrianti
Flash
Jika Sudah Lupa, Mari kita Bertemu
lidia afrianti