Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gravitasi
1
Suka
8,170
Dibaca

Aku selalu percaya bahwa cinta itu seperti gravitasi.

Tak terlihat, tapi pasti menarikmu jatuh.

Dan aku… lelah jatuh.

Bukan karena aku tak tahu rasanya berbunga-bunga. Aku tahu. Terlalu tahu, malah. Degup jantung yang berubah irama, cara namamu tiba-tiba menjadi pusat semesta kecil di kepalaku, bagaimana satu pesan singkat bisa mengacaukan seluruh rencana hidupku hari itu.

Aku tahu semua itu.

Justru karena tahu, aku memilih menahan diri.

Aku belajar membatasi pandanganku tidak terlalu lama menatapmu. Belajar menahan senyum tidak terlalu lebar ketika kau bercanda. Belajar menjaga jarak tidak terlalu dekat hingga aku lupa di mana garis amanku berada.

Lucu, ya?

Orang lain berjuang untuk merasakan cinta.

Aku berjuang untuk tidak merasakannya.

Bukan kamu yang salah.

Mungkin juga bukan aku.

Hanya saja, aku pernah menjadi seseorang yang tenggelam terlalu dalam. Aku pernah memberikan seluruh diriku pada kemungkinan, pada harapan, pada kata “mungkin” yang ternyata hanya sepihak. Sejak itu aku berjanji pada diriku sendiri: jangan lagi jatuh tanpa jaring.

Dan kamu terasa seperti ketinggian baru.

Setiap kali kau berbicara tentang masa depan, aku diam-diam menghitung risiko.

Setiap kali kau mendekat, aku mundur setengah langkah.

Setiap kali hatiku mulai condong, akalku menariknya kembali seperti orang tua yang panik melihat anaknya hampir terseret ombak.

“Aku tidak boleh,” kataku pada diri sendiri.

Bukan karena aku tak ingin.

Tapi karena aku ingin terlalu banyak.

Aku ingin kepastian.

Aku ingin tinggal, bukan singgah.

Aku ingin dipilih, bukan sekadar disukai.

Dan aku belum tahu apakah kamu adalah rumah, atau hanya persinggahan yang terlihat nyaman dari luar.

Jadi biarlah aku berpura-pura biasa saja.

Biarlah aku menyebutmu teman, meski hatiku mulai mengubah definisinya diam-diam.

Biarlah aku tampak tenang, meski setiap pertemuan adalah perang kecil antara rasa dan logika.

Jika suatu hari aku benar-benar jatuh, setidaknya aku tahu aku sudah berusaha berdiri selama mungkin.

Karena menahan diri untuk tidak jatuh cinta

kadang lebih melelahkan daripada patah hati itu sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
PERTAMA
Dunia Gerhana
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Cerpen
Yang Mengutuk Diri Kita
Fazil Abdullah
Novel
AKU BUKAN ORANG KETIGA
Ikhaqueen
Novel
Bronze
Jodohku Bukan Ahli Surga
Suci Afiati
Skrip Film
#Kartono-Kartini ke Jakarta#
Arie Paulus Santjojo Bachin Suparti
Novel
Pejabat Negeri Sonoharu
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Daun Terakhir di Ranting yang Sepi
Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani
Cerpen
Bronze
Matcha & You
Tantan
Novel
My Name Is Raka Pratama
Syafina novita sari
Novel
Bronze
Cinta Ini Rasa Itu
SURIYANA
Novel
Unpredictable Night
Luke Anjelina
Flash
... I do love you, but ...
Atmara
Novel
Bronze
Geometri Cinta Catatan Rosalina Filsufarkeolog
Resti Telasih
Novel
Jalan Tanpa Tepi
Nurul Fajriani
Rekomendasi
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Flash
Bronze
Bayang
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Flash
Jika Sudah Lupa, Mari kita Bertemu
lidia afrianti
Flash
Bronze
Sandiwara
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti
Flash
10 Days Without Permission
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti
Flash
SELF
lidia afrianti