Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Kamu bukan Do-Young
1
Suka
10
Dibaca

Da Eun dibangunkan, ia tahu dirinya dibangunkan oleh putrinya, yang meskipun pengangguran dan nampaknya masa depannya hanya bisa jadi ibu rumah tangga biasa-biasa saja, amat Da Eun sayangi. Da Eun pun tertidur sampai pagi. Namun, begitu terkejutnya ia ketika sedang menuju lantai atas, ia melihat seorang remaja. Remaja tersebut mengaku sebagai Du Young, putrinya. Tapi jelas sosok yang ada di depannya adalah seorang remaja berusia sekitar delapan belas tahun. Da Eun pun tidak mempercayai omongan sosok asing itu, yang jelas-jelas bisa saja orang dengan gangguan kejiwaan, atau lebih berbahaya dari itu.

Saat pertengkaran terjadi dan emosi memuncak tanpa sengaja, remaja di hadapan Da Eun menjatuhkan dompetnya. Dompet kulit khas pria, yang tentu bukan milik Du Young. Ketika Eun mengeceknya, tanda pengenal di dalamnya menunjukkan nama Dong-young. Eun pun mendekati Dong dengan amarah yang tak tertahan, tangannya meraih gagang sapu di dekatnya. Namun baru saja ia hendak meluapkan emosinya, terdengar suara dengkuran berat dari arah lain di rumah.

Eun menuju sumber suara itu, dan tak disangka, Byeongsu, suami Eun, tergeletak dalam keadaan tak sadarkan diri dan nyawanya nyaris tak tertolong. Kondisinya tak wajar, membuat Eun seketika panik dan pikirannya gelap. Tanpa berpikir panjang, kecurigaan Eun langsung tertuju pada Dong-young. Awalnya ia berniat melaporkan segalanya ke polisi, termasuk hilangnya Du Young. Namun, di tengah kekacauan batinnya, Eun justru memutuskan menjalankan rencana lain.

Eun meminta Dong untuk membantu mengurus tubuh Byeongsu dan menghilangkan jejak kejadian malam itu. Dong menyetujuinya. Saat itu, Eun sempat diliputi perasaan aneh, sebuah keyakinan samar bahwa Dong mungkin saja benar-benar Du Young. Tapi secara nalar, bagaimana mungkin seorang perempuan berusia dua puluh empat tahun berubah menjadi remaja laki-laki berusia delapan belas tahun. Wajah mereka memang mirip, tapi dunia kejahatan modern mampu melakukan banyak hal demi tujuan gelap.

Waktu berlalu dua tahun. Eun hidup bersama Dong, berpura-pura menerima dirinya sebagai putri yang entah karena keajaiban apa kini menjadi seorang pria. Selama masa itu, hubungan mereka terbilang akrab. Tak ada yang mendominasi, tak ada yang terlalu menguasai. Namun keraguan Eun tak pernah benar-benar hilang. Apalagi kematian Byeongsu yang tak pernah terjelaskan. Kini, tanpa sosok pelindung dalam hidupnya, Eun merasa harus melindungi dirinya sendiri. Tapi ia tahu, semua harus tetap terlihat sempurna. Tak boleh ada celah.

‎Ya, selama ini Eun hanya berpura-pura santun. Di balik senyumnya, tersimpan rencana yang telah lama matang.

Eun tahu risikonya. Ia sadar tak melaporkan hilangnya Du Young dan kematian suaminya adalah keputusan berbahaya. Namun baginya, proses hukum hanya akan menghalangi keadilan versinya sendiri. Malam itu adalah ulang tahun Dong-young, tertulis 1 Maret di kartu identitasnya. Sesuatu yang selalu disangkal Dong, yang bersikeras dirinya adalah Du Young namun tak pernah mampu mengingat tanggal lahirnya.

Malam itu Eun mengajak Dong merayakan keberadaannya. Bukan ulang tahun yang disebutkan dalam identitas, melainkan kehidupan seseorang yang selama dua tahun ini hadir di sisinya. Senyum Eun begitu manis, berbanding terbalik dengan hatinya yang telah lama mendidih.

Mobil jemputan datang. Seorang sopir taksi berhenti tepat di depan rumah Eun. Tatapan singkat dan isyarat kecil menjadi penanda bahwa semua telah siap. Mereka menuju sebuah kedai kecil. Pesta berlangsung lama, tawa bercampur musik. Hingga akhirnya Dong kehilangan kesadaran.

Kesempatan itu tak disia-siakan. Dong dibawa ke ruang belakang. Saat ia tersadar, tubuhnya telah terikat, ruang terasa sempit dan asing. Eun sesekali mendekat, membuka penutup mulutnya, memaksanya mengaku. Namun jawabannya tetap sama. Ia adalah Dong. Dan kejadian pada Byeongsu hanyalah kecelakaan yang tak disengaja. Jawaban yang bagi semua orang di ruangan itu terdengar janggal dan dibuat-buat.

‎Suasana semakin tegang. Emosi yang selama ini dipendam meledak. Kesempatan terakhir diberikan, namun Dong tetap bertahan pada pengakuannya, hingga akhirnya ia berteriak dengan tangis putus asa,

‎“Aku ini Du Young.”

Setelah itu, hanya ada keheningan panjang. Bunyi keras memutus semua kemungkinan jawaban. Tubuh Dong melemah, napasnya tersengal, hingga perlahan segalanya berhenti. Eun berdiri terpaku, perasaannya campur aduk antara lega dan kehampaan. Para eksekutor menganggap tugas mereka selesai.

‎Namun kemudian, sesuatu yang mustahil terjadi. Perlahan, sosok di hadapan mereka berubah. Wajah Dong tak lagi sama. Eun mengucek matanya, memukul kepalanya sendiri, tapi yang terbaring di sana adalah Du Young. Putrinya.

‎Sebuah kertas jatuh dari saku pakaian itu. Pemilik kedai mengambilnya dengan tangan gemetar dan menyerahkannya pada Eun. Da Eun membuka kertas tersebut, ia amat terkejut, mendekati jasad putrinya, dan berteriak meminta maaf serta memohon supaya putrinya bangkit kembali. Eksekutor yang lain tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka pun memilih pergi.

‎Saat di perjalanan pulang, para pelaku dan juga remaja muda yang tadi berjaga memperbincangkan apa yang baru saja terjadi. Pemuda yang sebelumnya berjaga di depan kemudian menjelaskan lebih detail tentang sebuah mantera, yang bila dituliskan pada sebuah kertas suci, diyakini dapat mengabulkan permintaan terdalam seseorang.

Ya, sebelum malam kejadian, Du Young berharap menjadi pria dan berusia lebih muda karena merasa usianya sudah terlampau matang dan jenuh menjadi perempuan. Pada malam sebelumnya, ia menunjukkan mantera tersebut pada Da Eun, mengatakan bahwa ia telah meminta permohonan pada Sang Dewi agar dirinya berganti kelamin dengan cara menuliskannya di kertas suci.

Sesuatu yang saat itu tidak ditanggapi serius oleh Da Eun, dianggap sekadar candaan belaka, namun benar-benar terwujud dan kini berujung menjadi tragedi sekaligus penyesalan terbesar wanita tersebut.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Kamu bukan Do-Young
Rere Valencia
Skrip Film
Akinwole
Leovy Agustin
Cerpen
Sinar Meredup
nawa
Novel
Bronze
She's Mine
Siti Handriani
Flash
Bronze
TAKUT
Lirin Kartini
Novel
Bronze
Silent Song
Shigeyuki Zero
Flash
Who is the Killer?
Via S Kim
Flash
Chat Terakhir
Lady Mia Hasneni
Novel
Knife
Radfiana
Novel
Bronze
SONIA
Ahmad Rusdy
Komik
Anak Cumi
Gideon Partogi panjaitan
Novel
Bronze
'98 di Negeri Antah-berantah
🕯Koo Marko✨
Skrip Film
Black Rainbow
Cassandra Reina
Novel
Bronze
13 Hari ~Novel~
Herman Sim
Flash
Bronze
The Happiness
Hamli Akbar Pramulyana
Rekomendasi
Flash
Kamu bukan Do-Young
Rere Valencia
Flash
Aku Paranoid
Rere Valencia
Flash
Idola (Isi Jiwa)
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Saksi Sekejap
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Flash
Kisah Setelah Revolusi Pertama Yang Gagal
Rere Valencia
Flash
Mengapa?
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Flash
Terkurung
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Novel
Destiny
Rere Valencia
Flash
Hikayat Yang Diwariskan
Rere Valencia