Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Melodi yang Hilang di Kota Tua
1
Suka
7,352
Dibaca

Kota tua itu menyimpan sejuta cerita, tapi bagi Evi, hanya ada satu yang penting: melodi yang hilang. Evi, dengan jiwa seniman yang selalu mencari keindahan dalam setiap detail, adalah seorang pianis. Ia percaya bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati dan jiwa. Dulu, di kota tua ini, Evi sering bermain piano di sebuah kafe kecil. Setiap malam, jemarinya menari di atas tuts, menciptakan melodi indah yang menghibur setiap pengunjung. Tapi, semua itu berubah ketika kafe itu tutup dan piano tua itu menghilang entah ke mana.

Aku tahu betapa Evi merindukan piano itu. Aku sering mendengarnya bercerita tentang kenangan-kenangan indah yang ia ukir di kafe itu. Tentang tawa, persahabatan, dan tentu saja, cinta.

Suatu hari, aku memutuskan untuk mencari piano itu. Aku tahu ini bukan tugas mudah, tapi aku tak ingin melihat Evi terus merindukan sesuatu yang begitu berarti baginya.

Aku mulai mencari informasi tentang kafe itu. Aku bertanya kepada penduduk sekitar, mengunjungi toko-toko antik, dan mencari arsip kota. Setiap petunjuk sekecil apa pun aku ikuti dengan tekun.

Minggu demi minggu berlalu, tapi aku tak kunjung menemukan jejak piano itu. Aku mulai merasa putus asa, tapi aku tak ingin menyerah. Aku tahu Evi akan sangat kecewa jika aku gagal.

Suatu malam, saat aku sedang berjalan di sebuah gang sempit, aku mendengar suara piano. Suara itu terdengar samar, tapi aku yakin itu adalah suara yang selama ini ku cari.

Aku mengikuti suara itu hingga sampai di sebuah rumah tua yang tampak terbengkalai. Dari balik jendela yang retak, aku melihat seorang pria tua sedang bermain piano. Piano itu tampak usang dan berdebu, tapi aku yakin itu adalah piano yang dulu ada di kafe Evi.

Aku memberanikan diri mengetuk pintu. Pria tua itu membukakan pintu dengan wajah yang ramah.

"Maaf mengganggu, Tuan. Saya mencari piano yang dulu ada di kafe di kota ini. Apa mungkin itu piano Anda?" tanyaku dengan hati-hati.

Pria tua itu terkejut, "Kamu tahu tentang piano ini? Piano ini memang dulu milik kafe itu. Tapi, kafe itu sudah lama tutup."

Aku menjelaskan tentang Evi dan betapa ia merindukan piano itu. Pria tua itu mendengarkan dengan seksama.

"Piano ini memang memiliki banyak kenangan bagi saya juga. Saya membelinya setelah kafe itu tutup, tapi saya tidak pernah memainkannya lagi. Piano ini hanya mengingatkan saya pada masa lalu," ujar pria tua itu.

Aku memberanikan diri mengajukan permintaan, "Apakah mungkin piano ini bisa kembali ke Evi? Saya tahu ia akan sangat senang."

Pria tua itu terdiam sejenak, lalu tersenyum, "Saya rasa itu ide yang bagus. Piano ini lebih baik berada di tangan orang yang bisa menghargainya."

Keesokan harinya, aku membawa Evi ke rumah tua itu. Ia terkejut melihat piano yang selama ini ia rindukan.

"Ini...piano itu?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

Aku mengangguk, "Pria tua itu bersedia memberikan piano ini padamu."

Evi mendekati piano itu dengan hati-hati. Ia menyentuh tutsnya dengan lembut, seolah takut merusaknya. Kemudian, ia mulai memainkan piano.

Melodi yang keluar dari piano itu begitu indah dan menyentuh. Suara itu mengisi seluruh ruangan, membawa kenangan-kenangan indah masa lalu. Aku melihat Evi tersenyum bahagia, seolah ia telah menemukan kembali bagian yang hilang dari dirinya.

Setelah selesai bermain piano, Evi memelukku erat.

"Terima kasih," bisiknya. "Kamu telah mewujudkan mimpiku."

Aku membalas pelukannya. "Aku senang bisa membuatmu bahagia. Aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu."

Kami membawa piano itu ke rumah kami. Evi menempatkannya di ruang tamu dan mulai memainkannya setiap hari. Rumah kami kini dipenuhi dengan melodi indah yang menciptakan suasana hangat dan nyaman.

Suatu malam, saat Evi sedang bermain piano, aku mendekat dan duduk di sampingnya. Aku meraih tangannya dan mengecupnya dengan lembut.

"Aku mencintaimu," bisikku.

"Aku juga mencintaimu," balasnya.

Melodi yang hilang itu akhirnya ditemukan kembali, dan cinta kami semakin indah seiring dengan alunan musik yang mengalun di kota tua.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
ROMANSA LAGU
I Wayan Kertayasa
Flash
Melodi yang Hilang di Kota Tua
Lukitokarya
Novel
PILIHAN
Caca
Novel
Gold
Her Beautiful Eyes
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Daily Sign-In System: Kehidupan Kampus Sang Miliarder Tersembunyi
Recyclebin_13
Novel
Utara ke Barat
Dina Oktaviani
Novel
SKINSHIP
Arisyifa Siregar
Skrip Film
Behind The Scene
Bintang Muhammad Wahid
Flash
Untuk Bhumi
Yuli Harahap
Cerpen
Bronze
๐‘ต๐’๐’” ๐‘นรช๐’—๐’†๐’” ๐’‚๐’– ๐‘ช๐’Š๐’†๐’
crynes
Novel
REMAINS UNSAID
Chibi Chan
Flash
Bronze
KEBETULAN
Lisnawati
Novel
Fotocopi Jejak
Ema Elrassy
Novel
Rela Miskin Demi Cinta
Marion D'rossi
Novel
Cascade
Ribato
Rekomendasi
Flash
Melodi yang Hilang di Kota Tua
Lukitokarya
Flash
Bidadari Penjaga Hutan Terlarang
Lukitokarya
Flash
Cinta tak terduga
Lukitokarya
Flash
November di Kedai Usang
Lukitokarya
Flash
Secangkir coklat di musim dingin
Lukitokarya
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Flash
Di Puncak Bukit, Ada Rahasia
Lukitokarya
Flash
Di Balik Jaket Hijau
Lukitokarya
Flash
Surat dari masa lalu
Lukitokarya
Flash
Cubitan Manja Sang Primadona
Lukitokarya
Flash
Jejak Waktu di Balik Lensa
Lukitokarya
Cerpen
Aroma Kayu Manis di November Kelabu
Lukitokarya
Flash
Antara Tradisi dan Ambisi di Lembah Kabut
Lukitokarya
Flash
Cahaya memudar di lantai
Lukitokarya
Flash
Aroma pagi dan kopi
Lukitokarya