Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Di Puncak Bukit, Ada Rahasia
0
Suka
4,219
Dibaca

Mentari pagi menyapa Desa Sukamaju dengan kehangatan yang khas. Embun masih menempel di dedaunan, memberikan kesegaran yang memanjakan mata. Di tengah desa yang asri itu, berdiri seorang wanita bernama Kirana. Usianya 35 tahun, dengan rambut cokelat yang selalu diikat rapi dan mata yang berbinar penuh semangat. Ia adalah seorang konsultan pengembangan desa wisata yang ditugaskan untuk menggali potensi Desa Sukamaju.

Kirana baru beberapa minggu berada di desa itu, namun ia sudah merasa betah. Udara segar, pemandangan indah, dan keramahan penduduk desa membuatnya jatuh hati. Namun, ada satu hal yang membuatnya penasaran: sebuah bukit yang menjulang tinggi di ujung desa. Bukit itu tampak begitu misterius dan menyimpan banyak potensi yang belum tergarap.

Suatu pagi, Kirana memutuskan untuk mendaki bukit itu. Ia ingin melihat sendiri apa yang tersembunyi di puncaknya. Dengan semangat membara, ia mulai menapaki jalan setapak yang berkelok-kelok. Semakin tinggi ia mendaki, semakin indah pemandangan yang tersaji di hadapannya.

Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya Kirana tiba di puncak bukit. Ia terkejut melihat sebuah kebun yang luas dan terawat dengan baik. Di tengah kebun itu, seorang pemuda sedang sibuk menyiram tanaman. Pemuda itu memiliki rambut hitam legam, kulit sawo matang, dan senyum yang menawan.

"Selamat pagi," sapa Kirana. "Maaf mengganggu, tapi bolehkah saya tahu siapa Anda?"

Pemuda itu menoleh dan tersenyum. "Selamat pagi juga. Saya Rangga, penjaga kebun ini. Anda siapa?"

"Saya Kirana, konsultan pengembangan desa wisata. Saya sedang mencari potensi desa ini, dan bukit ini sangat menarik perhatian saya," jawab Kirana.

"Oh, begitu. Kalau begitu, mari saya tunjukkan kebun ini," ajak Rangga.

Kirana mengikuti Rangga berkeliling kebun. Ia terpukau dengan berbagai macam tanaman yang tumbuh subur di sana. Rangga menjelaskan dengan detail tentang setiap tanaman, mulai dari cara menanam hingga cara merawatnya. Kirana merasa seperti sedang berada di surga kecil.

"Kebun ini sangat indah. Anda sangat berbakat," puji Kirana.

"Terima kasih. Kebun ini adalah warisan dari kakek saya. Saya hanya berusaha menjaganya sebaik mungkin," jawab Rangga.

Kirana dan Rangga terus mengobrol hingga sore hari. Mereka berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing. Kirana bercerita tentang pekerjaannya sebagai konsultan dan mimpinya untuk membantu desa-desa terpencil berkembang. Rangga bercerita tentang kecintaannya pada alam dan keinginannya untuk melestarikan kebun warisan kakeknya.

Semakin lama mereka mengobrol, semakin tumbuh perasaan tertarik di antara mereka. Kirana merasa nyaman dengan Rangga, meskipun usia mereka terpaut cukup jauh. Rangga merasa terpesona dengan Kirana, yang cerdas, cantik, dan bersemangat.

Sejak hari itu, Kirana dan Rangga sering bertemu di puncak bukit. Mereka bekerja sama mengembangkan potensi desa wisata. Kirana membantu Rangga mempromosikan kebunnya sebagai objek wisata, sementara Rangga membantu Kirana mencari ide-ide kreatif untuk mengembangkan desa.

Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus. Ada beberapa penduduk desa yang tidak setuju dengan kedekatan Kirana dan Rangga. Mereka menganggap Kirana hanya memanfaatkan Rangga untuk kepentingan pribadinya.

"Kamu harus hati-hati dengan wanita itu, Rangga. Dia hanya ingin memanfaatkan kamu dan kebun kamu," kata seorang tetangga.

Rangga merasa sedih mendengar perkataan tetangganya. Ia tahu bahwa ada perbedaan usia yang cukup jauh antara dirinya dan Kirana. Ia juga tahu bahwa pekerjaannya sebagai penjaga kebun tidak sebanding dengan pekerjaan Kirana sebagai konsultan. Namun, ia percaya bahwa Kirana adalah orang yang baik dan tulus.

"Saya percaya pada Kirana. Dia tidak seperti yang kalian pikirkan," jawab Rangga.

Kirana juga merasa sedih mendengar gosip tentang dirinya dan Rangga. Ia tahu bahwa banyak orang yang meragukan hubungannya dengan Rangga. Namun, ia tidak peduli. Ia tahu bahwa Rangga adalah orang yang spesial dan ia tidak ingin kehilangan Rangga.

"Saya tahu banyak orang yang meragukan hubungan kita. Tapi saya tidak peduli. Saya mencintai kamu, Rangga," kata Kirana.

Rangga terkejut mendengar perkataan Kirana. Ia tidak menyangka bahwa Kirana memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Saya juga mencintai kamu, Kirana," jawab Rangga.

Kirana dan Rangga berpelukan di puncak bukit, di bawah langit yang cerah. Mereka berjanji untuk saling mencintai dan saling mendukung, meskipun banyak rintangan yang menghadang.

Dengan dukungan dari Kirana dan Rangga, Desa Sukamaju berhasil menjadi desa wisata yang sukses. Kebun Rangga menjadi daya tarik utama desa itu. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam dan belajar tentang pertanian organik.

Kirana dan Rangga menikah dan hidup bahagia di Desa Sukamaju. Mereka berdua terus bekerja keras untuk mengembangkan desa wisata dan melestarikan lingkungan. Mereka membuktikan bahwa cinta tidak mengenal usia dan bisa tumbuh di mana saja, bahkan di puncak bukit yang menyimpan rahasia.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Selendang Biru
Arsa khoirol lathifa
Novel
Cinta Rahasia Sang Dokter
Rinaha Ardelia (Seorin Lee)
Novel
Bronze
Pria Pilihan Suamiku
aisakurachan
Flash
Di Puncak Bukit, Ada Rahasia
Lukitokarya
Novel
Bronze
Biarkan Aku Mencintaimu
Syafina novita sari
Novel
Bronze
Awal Sebuah Hubungan Virtual
SastraItuIndah.c
Skrip Film
Janji Bintang
Hikmasari D.P
Novel
Regrets
Casseya
Novel
Bau Hujan
Dita Sofyani
Novel
Gold
Scorpio
Bentang Pustaka
Novel
I LOVE YOU MY BAD HUSBAND
Muslimah
Novel
Candramaya.
Binta Munawaroh
Novel
Bronze
Injurious
Chairunnisamptr
Komik
UNFRIENDZONED
yanagi kaichu
Cerpen
Bronze
Penny Bertanya Tentang Cinta
ardhirahma
Rekomendasi
Flash
Di Puncak Bukit, Ada Rahasia
Lukitokarya
Flash
Cinta di Balik Pagar
Lukitokarya
Flash
Melodi yang Hilang di Kota Tua
Lukitokarya
Cerpen
Lukisan Senja di Balik Jendela
Lukitokarya
Cerpen
BELAJAR DARI LUKA
Lukitokarya
Cerpen
KACA BOLONG DI ATAS MEJA
Lukitokarya
Flash
Jejak Waktu di Balik Lensa
Lukitokarya
Flash
Senandung Kerinduan di Balik Jendela November
Lukitokarya
Cerpen
Aroma Kayu Manis di November Kelabu
Lukitokarya
Cerpen
Bronze
Tergoda penjaga warung
Lukitokarya
Flash
Aroma pagi dan kopi
Lukitokarya
Flash
Surat dari masa lalu
Lukitokarya
Cerpen
Payung Usang dan Tawa di Hujan
Lukitokarya
Cerpen
BENANG MERAH DI BALIK PAGAR
Lukitokarya
Flash
JEJAK CAHAYA LUKITO
Lukitokarya