Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Sepotong Roti
0
Suka
27
Dibaca

‎Di sebuah kota kecil di Italia, Parma, hidup seorang anak laki-laki bernama Matteo bersama ayahnya, Rafael, yang tidak dapat berbicara. Mereka hidup sederhana, nyaris tak memiliki apapun, kecuali keluarga. Suatu hari, Matteo mendengar kabar bahwa ayahnya dibawa oleh pihak berwenang.

‎Ia dituduh terlibat dalam sebuah kejadian di tengah kekacauan ekonomi yang sedang melanda kota. Di saat yang sama, ibu Matteo sedang terbaring sakit keras di rumah.

‎Alih alih mendapat pertolongan, rumah mereka justru didatangi tiga orang yang mengaku sebagai petugas. ‎Matteo diminta ikut bersama mereka karena namanya disebut dalam sebuah penyelidikan. Dikatakan bahwa Matteo mengetahui rencana yang melibatkan ayah dan kakaknya, Fabrio, yang saat itu menghilang. Dua orang saksi dihadirkan.

Mereka mengaku mendengar dan melihat niat jahat. Namun ayah Matteo tidak dapat memberikan penjelasan apa pun, karena keterbatasannya. Matteo akhirnya dibawa pergi.

Ia meninggalkan ibunya yang sakit, dijaga oleh adiknya yang masih sangat kecil, ditemani seseorang yang tidak mengerti cara merawat orang sakit. Beberapa hari kemudian, salah satu saksi diam-diam mendekati Matteo.

Ia mengaku bahwa yang ia lihat sebenarnya bukanlah Matteo, ayah, maupun kakaknya. Namun ia terlanjur mengatakan hal yang salah dan tak berani bilang itu kesaksian palsu, karena takut kehilangan satu-satunya sumber penghidupan keluarganya. Matteo, dengan hati yang masih polos, memilih menanggung akibat itu‎. Ia rela menjalani waktu singkat di penjara bersama ayahnya, dengan satu syarat, ‎saksi tersebut harus menjaga ibunya.

‎Waktu pun berlalu. Ketika Matteo dan Rafael akhirnya keluar dari penjara setelah dibui berminggu-minggu, mereka menemukan kenyataan yang menyayat hati. Ibu Matteo telah pergi, adik Matteo duduk lemas di sampingnya, tak terurus selama berhari-hari.

Tak lama setelah itu, kabar lain datang. ‎Fabrio, kakak Matteo, ditemukan telah kehilangan nyawanya dalam sebuah kejadian tragis. Sedikit demi sedikit, Matteo mulai menyadari bahwa semua penderitaan ini berawal dari satu kebohongan. Dengan tekad dan amarah yang bercampur nestapa, Matteo dan ayahnya memulai perjalanan panjang menuju Roma, mencari orang yang telah menyeret hidup mereka ke jurang kesedihan.

‎Mereka menjual rumah tua mereka demi bertahan hidup di perjalanan. ‎Uang itu habis di tengah jalan karena dijual terlalu murah setelah tertipu, ‎namun justru dalam perjalanan itulah Matteo mulai melihat ayahnya dengan cara yang berbeda.

Seorang ayah yang tak bisa berbicara, namun selalu berusaha melindungi anaknya. Bahkan saat Matteo dituduh melakukan sesuatu yang tak ia lakukan, ayahnya mencoba membela, meski tak mampu mengeluarkan suara.

‎Sesampainya di Roma, Matteo menemukan hal yang tak ia duga. ‎Orang yang mereka cari kini hidup dalam penyesalan yang mendalam, terperangkap dalam rasa bersalahnya sendiri. Melihat itu, Matteo dan Rafael memilih melepaskan dendam, mereka memutuskan pulang.

‎Namun mereka tak punya apa-apa lagi, tak ada yang mau menerima mereka, ayahnya karena keterbatasan, Matteo karena usianya yang masih terlalu muda. Mereka bertahan dengan pekerjaan ilegal yang tak menjanjikan apapun.

‎Hingga suatu hari, semua yang mereka kumpulkan raib karena kecurangan bos mafia setempat, mereka benar-benar tak memiliki apa pun. Hanya tersisa sepotong roti. Matteo memandang roti itu lama, lalu ia memberikannya kepada sang ayah, karena ia percaya, ayahnya masih punya harapan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan meski bisu. ‎

Tak lama setelah itu, sebuah kabar baik datang, seseorang baik hati menawarkan pekerjaan. Bahkan memberi mereka tumpangan untuk kembali ke Parma. Untuk pertama kalinya, Matteo dan ayahnya tersenyum dengan penuh harapan, namun di tengah perjalanan pulang, Rafael melihat seorang anak kecil sendirian di pinggir jalan.

Ia menoleh sejenak.

Dan dalam sekejap, Kendaraan mereka menabrak batu besar di pinggir jalan, Rafael menghantam trotoar, sedang Matteo hanya terpelanting sedikit dari motor walau cukup keras, Rafael tewas seketika, sedangkan Matteo kesakitan.

Matteo mendekati Rafael, menangis di samping jasad ayahnya. Tak ada kerumunan, tak ada yang memperhatikan, sibuk dengan kehidupan mereka masing masing.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Di Tepi Sungai Pangkajene
F Daus AR
Flash
50 RIYAL
DENI WIJAYA
Flash
Aku Pernah Hidup
Sofiza
Flash
Sepotong Roti
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
PENANTIAN
Gie_aja
Novel
Married Young
Nurhikmah
Novel
Kembali Pulih
Siti Halimah
Novel
DIARY SMA KU
Mu Xuerong
Flash
MENOLAK RASA
Senna Simbolon
Flash
Mengingat Luka
Anisah Ani06
Novel
"Suatu Hari" Buku Dari Seorang Sahabat
Ganang Winaryadi
Novel
Luka Ini Indah
L
Novel
Catatan Harian Anak Selatan
Kertas Lakmus
Novel
TARUK
Ratna Arifian
Flash
Kalau Bukan Jodoh
Call Me W
Rekomendasi
Flash
Sepotong Roti
Rere Valencia
Flash
Kimia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Flash
Sang Komedian Runtuh
Rere Valencia
Novel
Berharga
Rere Valencia
Flash
Balada Sedih
Rere Valencia
Flash
Hikayatnya Hikayat
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pandanglah Langit Di Atas Sana, Maru!
Rere Valencia
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Novel
Destiny
Rere Valencia
Flash
Putri Kami
Rere Valencia
Flash
Mengapa?
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia