Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
1
Suka
7,085
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kupanggil Rumah
Andini Lestari
Flash
Bronze
Mustika Panoman
Efi supiyah
Flash
Kotak
lidia afrianti
Komik
100 Stories to Tell
achaa
Komik
Flowers In Her
Pudak Wangi
Novel
Gold
The Grand Sophy
Noura Publishing
Novel
DASAR AKU! : Tahta, cinta dan cita-cita
Santi Setiawati
Novel
Kisah hidup dan cinta sejati
yopi
Novel
Sang Maharani
Sabrina Yunio
Skrip Film
K: Kisah, Cinta & Kita
Vivin Aprilia
Skrip Film
DI JARAK 5788 KILOMETER
Wulan Witriyanti
Skrip Film
Pesan Dari Surga
Dewi sartika
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.3
Kosong/Satu
Flash
Bronze
Selamat Tahun Baru!
Reyan Bewinda
Cerpen
Pergi Untuk Selamat
Dhea FB
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Flash
Bagian Mana kita?
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Cerpen
Jalur Langit
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu mendengarku
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Flash
Daur Rasa
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Tolong Hidup Sampai Aku Mati !
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti