Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
1
Suka
7,514
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
The Ghost In My School
Mizan Publishing
Flash
Kotak
lidia afrianti
Skrip Film
KISAH ALIF
Nafika Riyanti
Novel
Gold
KKPK The Magic Book
Mizan Publishing
Novel
Bronze
SELALU ADA RUANG UNTUK PULANG
Ifha Karima
Skrip Film
Keluarga Tanpa Ibu (Script)
Alifia Sastia
Skrip Film
Bakti Ayah Belia (Screenplay)
Chika Manupada
Cerpen
Bronze
Tidak Pernah Utuh
novizuzanna
Novel
Bronze
COMFORT IN SILENCE
Rina Setianingrum
Novel
Lima Tahun dalam Lingkaran Desember
ibupertiwi
Cerpen
Queen Is A King
Maina Suryani
Cerpen
Bronze
Hujan di Balik Langit Cerah
Rudi Ardi Hamzah
Cerpen
Bronze
NINGRAT
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Bayang-Bayang Kesempurnaan
Sayidina Ali
Novel
Gold
KKPK Magic and Friendship
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Musim Hazelnut
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Flash
Kesalahan Hitung
lidia afrianti
Flash
My Battery
lidia afrianti
Novel
Wandering Toward You
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Astrophile
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jejak
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Line And Word
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Flash
Bronze
From River To Sea
lidia afrianti
Flash
Bagian Mana kita?
lidia afrianti