Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
0
Suka
2,861
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Di Ujung Senja
Natalius Abidin
Novel
Bau Peapi
Reni Hujan
Novel
Hello Cakrawala [Novel]
Diyanti Rita
Novel
Bronze
Love is a Battlefield - Teman Hidup
Wnath
Komik
Bronze
LooP
Mufti wahyudi saili
Skrip Film
MANTAN IBU KOTA
Mahliana
Flash
Bronze
Ngarai Sianok dan Sepiring Nasi Padang Elok
Silvarani
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
My Twenty
qwerty
Novel
Ibuku Seorang Rentenir
HANNARÉIN¹⁷
Novel
Waktu Kedua
Noor Angreni Putri Hasim
Flash
Bronze
Anak Perempuan Ayah
Siti Soleha
Flash
Bronze
SAYAP SAYAP BERDURI
Mahfrizha Kifani
Cerpen
Bronze
POLIGAMI ; WANITA WANITA YANG TERLUKA
Iman Siputra
Flash
Selamat Ultah, Bocil!
Ralali Sinaw
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
Aku, Cinta Dan Kamu
lidia afrianti
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Flash
Dia Bernama Lumi
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu mendengarku
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
Kesalahan Hitung
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
Luapan Luka Luna
lidia afrianti