Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
0
Suka
480
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Umbara
Dzalabu
Novel
Kosong
Muhammad Rifal Asyakir
Novel
Elite's Daughter
Devalaska
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
(Bukan) Kisah Rama Shinta
Joey Wijayanti
Novel
Bronze
Meninggal Usai Talak
Jasmine23Pramestia
Novel
Bronze
Sabda Sabda Cinta (Buku Pertama)
Imajinasiku
Novel
Sebelum Dia Hilang, Berubah Jadi Kenangan
mahes.varaa
Novel
First place in my heart
Reveniella
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Flash
CINCIN PERKAWINAN
Embart nugroho
Flash
Touch Your Heart
Dew
Flash
Bronze
Bias
Faisal Susandi
Novel
Gold
KKPK Me and My Cute Cat
Mizan Publishing
Novel
TANPA TAPI
Rahma Pangestuti
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Kesalahan Hitung
lidia afrianti
Flash
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
In The Nick of Time
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jejak
lidia afrianti
Flash
Kenapa kita kura-kura
lidia afrianti
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Dazzling Love
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Jejak Yang Tak Terhapuskan
lidia afrianti