Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
1
Suka
7,028
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
TEGAR
Blogky
Skrip Film
Jangan Rusak Kepercayaan ku
Theresia erni damayanti
Skrip Film
TROUBLESOME CHOISE
Dandelion Archive
Flash
Ada Apa Cinta?
Martha Z. ElKutuby
Flash
Kisah Tak Sampai
Arif Ramadhan
Flash
Kotak
lidia afrianti
Cerpen
Wine Wine Solution
Risman Senjaya
Novel
Fall in Love with Devils
judea
Novel
One Fine Day (Become Mama)
Arinaa
Komik
Perempuanmu
Komik Perempuanmu
Flash
Bronze
Lelaki Penggali Tanah
Sulistiyo Suparno
Flash
MEDIA TIDAK SOSIAL
Hazalia Zahra
Novel
CERITA BAPAK TENTANG MASA LALU
Embart nugroho
Novel
Jentaka
Faisal Susandi
Skrip Film
Aku Tak Sugi Anak Haram Itu Tinggal Di Keluargaku
Chandra Dwi S.
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Musim Hujan Terakhir
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
In The Nick of Time
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Jejak Yang Tak Terhapuskan
lidia afrianti
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Flash
Bronze
Sandiwara
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Tolong Hidup Sampai Aku Mati !
lidia afrianti
Flash
Ternyata Kita Pembohong
lidia afrianti
Flash
Bronze
Kenapa Kita Berpisah?
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Dazzling Love
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti