Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
1
Suka
10,260
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
UMBRANIMA book 1
Wisnu Gumilar P
Flash
Bronze
GORESAN PENA
ATTAR DARNIS
Flash
Bronze
Kapan Nikah?
Reyan Bewinda
Flash
Suara Terakhir di Tengah Arus
Dyah
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
Bronze
Warisan Luka
Uttera
Komik
The Last Three
Hans Kamari
Skrip Film
CITRA
Hayatus Salmi
Flash
Nicotiana Tabacum
Keyda Sara R
Flash
Bronze
K A B A R...
AlifatulM
Flash
Bronze
BERBISIK UNTUK BERNAFAS
Yadani Febi
Cerpen
Bronze
Ramayana Moksa
Imajinasiku
Flash
KARTINEM
Embart nugroho
Flash
Petualangan Maradona
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Desto Prastowo
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Kesalahan Hitung
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Flash
Aku berhenti bicara sekarang
lidia afrianti
Flash
Bronze
Kenapa Kita Berpisah?
lidia afrianti
Flash
Daur Rasa
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
The Soundless Tide
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Rendang, Ramen & Jarak
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Line And Word
lidia afrianti
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Flash
Seandainya kita berjuang sedikit lagi
lidia afrianti
Flash
Bagian Mana kita?
lidia afrianti