Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
1
Suka
5,723
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Sanguine
Zsaruma
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
Sejenak
Ibnu A Fatahilah
Novel
Keep Your Lamp Burning
rismas
Flash
Mereka Menyebutnya Pemeran Antagonis
Art Fadilah
Cerpen
Bronze
Penulis Cilik
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Kematian Kuda Sang Panglima
awod
Novel
You're My Blue
Risma Nur'aeni
Novel
Ekawarna atau Pancarona?
Ran.
Skrip Film
THE AUTHORS
Selvi Nofitasari
Skrip Film
Delusi (write on title)
MiiraR
Skrip Film
Awang Mencari Pahlawan
Hendra Purnama
Flash
Bronze
Selamat Jalan Papa
Herman Siem
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.3
Kosong/Satu
Cerpen
Bianglala Langit Abu-abu
Almira
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
STORY OF GERBERA
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Flash
Seandainya kita berjuang sedikit lagi
lidia afrianti
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Tolong Hidup Sampai Aku Mati !
lidia afrianti
Flash
Dia Bernama Lumi
lidia afrianti
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Strange Thoughts
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Kesempatan Kedua
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
SANGUIN
lidia afrianti