Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
0
Suka
28
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Sunshine
Aisyah Azzahra
Novel
Me And You
Salu faza kamalin
Novel
JUANDARA
Piaaa
Novel
Bronze
RelationSHIP
Gusty Ayu Puspagathy
Skrip Film
Tentang Hidup
Indra Putra Riyanto
Skrip Film
PARALLEL of Arian and Diasrisa
citaaak
Skrip Film
DEJAVU (MENCARI JEJAK IBU PERTIWI)
Amriyana
Flash
Kesetiaan Seorang Kakek
M Fadly Hasibuan
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
Cahaya Cinta yang ke 2
Atika septiana nst
Novel
Tanya
Hana Mutiah
Novel
Bronze
ANGERE
Nurusifah Fauziah
Skrip Film
Janji 5 Matahari
kayu manis
Skrip Film
Sintia Yang Terbuang Cinta
silvi budiyanti
Skrip Film
ANAK PUNGUT
Onet Adithia Rizlan
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Aku, Cinta Dan Kamu
lidia afrianti
Flash
Ternyata Kita Pembohong
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Line And Word
lidia afrianti
Flash
SELF
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
StepMother
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai
lidia afrianti
Flash
10 Days Without Permission
lidia afrianti
Flash
Seandainya kita berjuang sedikit lagi
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti