Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
1
Suka
7,374
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
1 Rumah 2 Cinta
Herman Siem
Flash
Bronze
Conversation 1
mahes.varaa
Flash
Bronze
Poligami
Sulistiyo Suparno
Novel
The Liar and His Flower
Sf_Anastasia
Novel
Kita dalam Kehidupan Bumi & Bulan
Sayidina Ali
Novel
Bronze
Sepasang Satria Piningit
Anggrek Handayani
Novel
Bronze
Jerat Luka Di Lembah Duka
Tirabella
Novel
Gold
KKPK Little Ballerina
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Secangkir Kopi Pembawa Petaka
Trinaya
Komik
(un)promise
kennicchi
Novel
Bukan Lelaki Arimbi
Shinta Larasati Hardjono
Skrip Film
MORE THAN LOVE
Meria Agustiana
Cerpen
Atas Nama Pohon Ketapang
Ida Ayu Saraswati
Novel
Gold
Bising
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Dia Bernama Lumi
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Strange Thoughts
lidia afrianti
Flash
Bronze
Raut
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti
Cerpen
Jalur Langit
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Astrophile
lidia afrianti
Flash
Jika Sudah Lupa, Mari kita Bertemu
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
SANGUIN
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti