Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kotak
0
Suka
4,678
Dibaca

Perempuan itu punya banyak kotak.

Kotak kecil di meja kerja, kotak sepatu di bawah ranjang, kotak plastik transparan di lemari paling atas. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam setiap kotak itu, ia menyimpan sesuatu yang tak terlihat potongan emosinya sendiri.

Di kotak biru muda, ada kesedihan yang ia tahan saat ibunya menelepon dan bertanya apakah ia baik-baik saja.

Di kotak merah, ada marah yang ia telan ketika rekan kerjanya menyalahkannya atas kesalahan orang lain.

Di kotak putih, ada takut-takut tidak cukup baik, tidak cukup dicintai, tidak cukup berarti.

Ia membagi-bagi semuanya dengan rapi. Seperti arsip.

Bukan karena ia kuat. Justru karena ia tidak ingin orang lain lelah menghadapi perasaannya.

Ia pernah melihat seseorang mundur perlahan setelah mendengar ceritanya. Pernah melihat mata yang awalnya peduli berubah menjadi bingung, lalu jenuh. Sejak itu ia belajar: emosi harus disortir. Harus disimpan. Harus diberi label.

Jangan buka di depan orang.

Malam hari, ketika rumah sunyi, ia membuka satu kotak. Hanya satu. Tidak boleh lebih. Ia mengizinkan dirinya merasakan isinya selama beberapa menit menangis, gemetar, atau sekadar menatap kosong.

Lalu ditutup lagi.

Suatu hari, seseorang datang. Tanpa sengaja menemukan kotak transparan di lemari atas yang tidak tertutup rapat.

“Apa ini?” tanya orang itu.

Perempuan itu panik. “Jangan dibuka.”

Tapi sudah terlambat. Tutupnya terangkat. Isi kotak lelah yang ia sembunyikan bertahun-tahun seperti udara yang akhirnya bebas.

Ia menunggu orang itu mundur. Menunggu ekspresi bosan. Menunggu jarak.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Orang itu duduk di lantai, sejajar dengannya.

“Kamu nggak harus bagi semuanya sendirian,” katanya pelan.

Perempuan itu terdiam lama. Sangat lama.

Untuk pertama kalinya, ia sadar: mungkin kotak-kotak itu bukan untuk melindungi orang lain.

Mungkin selama ini… ia hanya berusaha melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan ditinggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Kotak
lidia afrianti
Novel
Gold
PBC My Brother and A Flower
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Senja di Pendakian Terakhir
Randy Satrya
Cerpen
Berlian tanpa Kilau
Tiwi Oktavia
Novel
Me & Dream
Linasariasniyanti
Novel
Bukan Senja
Laras Frantika Yutama
Novel
Aku Bukan Idiot
Melinda Sintawati
Novel
Simpang Rasa
Putri Karang
Novel
UMBRANIMA book 1
Wisnu Gumilar P
Skrip Film
Arunika Ataraxia
Mutiara Cahyani
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Flash
RUMAH SUNYI TANPA AKU
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Lentera Anjani
almiralth
Novel
Bright Blue Autumn
Ariesta Mansoer
Novel
Bronze
Tinggi dari Awan
Yesno S
Rekomendasi
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Bronze
LAST PLACE
lidia afrianti
Flash
Apakah kamu pernah mencintaiku?
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Seandainya kita berjuang sedikit lagi
lidia afrianti
Flash
Bronze
Bayang
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jejak
lidia afrianti
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai 2
lidia afrianti