Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Alkisah, Dulu ada cerita dari mulut ke mulut, tentang seseorang yang menaiki kereta, menirukan lolongan anjing sepanjang perjalanan, dan turun di stasiun sepi.
Kisah mendekatkan dirinya ke remaja yang sedang dibully di sekolah, pembully 3 murid pria berbadan tegap. Sekolah bergedung, setting selalu di lantai 3.
Pemuda tersebut lalu ribut dengan adik laki laki, dipukul ibunya, disalahkan, adik tiduran di lantai kamar mandi, menggigil seperti terkena epilepsi.
Tak lama kemudian dua kakak beradik yang merupakan tetangga muncul, si pemuda jatuh cinta pada si kakak, namun si adik yang menaruh perhatian lebih. Si kakak menghilang, setelah pergi ke belakang rumah kosong.
Si kakak dirumorkan dibunuh, kemungkinan oleh ayah si pemuda, ibu si kakak memberitahu dan mengajak si pemuda untuk menggali di belakang rumah, tempat si kakak terakhir terlihat.
Beberapa waktu kemudian si pemuda berjalan di jalanan metropolis bersama 3 orang yang selalu membully nya, plus satu orang tetangga, teman sepermainan, ia selalu memainkan video game, si pemuda melihat toko DVD, berhenti dan berniat pergi ke sana.
Malamnya, si pemuda mengambil air minum, masuk ke kamar, lalu duduk di depan monitor. Ia memakai headset. Kita hanya melihat wajahnya yang kosong, kadang berkedut-kedut, kadang seperti menahan hasrat.
Monitor di depannya memantulkan cahaya hitam-putih yang berdenyut denyut layaknya mimpi buruk. Layar berdenyut menghitam, suara lolongan serigala lalu terdengar dari luar, dimana mendung semakin menghitam.