Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Sigma
7
Suka
16,911
Dibaca

London, ditempat penampungan anak yatim piatu.

Petugas sosial hendak menjemput Erick. Anak itu baru 3 hari dipenampungan, karena ayahnya membunuh ibunya sendiri.

Saat itu para tetangga datang menolong, jeritan ibu Erick terdengar lantang, maka tak perlu waktu yang lama untuk menangkap ayahnya. Namun sayangnya ibu Erick meninggal, tusukan di leher membuat nyawanya meninggalkan tubuhnya.

Erick tak menangis. Dia memeluk ibunya seiring melihat ayahnya dibekuk warga. Erick baru melepas ibunya ketika petugas medis datang.

Mereka membawa ibunya dengan ambulan. Sedangkan Erick dibawa pergi dengan ambulan yang berbeda.

Erick sama sekali tidak berbicara. Dia duduk di ranjang bangsalnya. Dia hanya makan, duduk, mandi, tidur. Selama tiga hari, ini membuat petugas rumah sakit cemas.

Akhirnya petugas sosial mengajak Erick menuju penampungan, di sana tempat perawatan yang tak kalah lengkap dengan rumah sakit.

Adam, si petugas meninggalkan Erick di penampungan selama 3 hari.

Sebelumnya ia berkata pada Erick, "Aku akan datang kembali," lalu menepuk pelan kepala Erick.

Dan ini tepat hari ke-3. Sesuai janjinya Adam berkunjung.

"Dimana Erick suster?"

Suster paruh baya itu menuntun Adam ke tempat Erick.

"Dia ada di taman," ujarnya lembut.

"Bagaimana perkembangan Erick, suster?" tanya Adam.

Mereka masuk ke ruang. Ada meja 4 yang disetiap keliling ada sebuah kursi kecil warna-warni, papan tulis dan perabot belajar untuk anak kecil lainnya.

Mereka berdua berdiri di teras ruangan itu. Mendapati Erick sedang menatap ke atas sendirian.

"Saya takut, Erick tidak bisa mengekspresikan emosinya. Dia cenderung diam, enggan berbicara, kami sudah berusaha mengajaknya berbicara. Tapi Erick masih bungkam."

"Hmnn, pertama saya lihat dia ditempat kejadian, dia memeluk ibunya, anak kecil normal pasti menangis tapi Ercik hanya diam."

"Ah, kasihan sekali anak itu," urat kening suster berkerut membayangkan betapa sedih Erick dan derita yang ditanggung.

"Apa yang sedang ia perhatikan?"

"Entah, saya sudah coba bertanya, tapi dia tidak menjawabnya. Apakah itu salju, langit, pohon?"

"Saya berharap dia memandang langit."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Sigma
Donquixote
Flash
Babi Babi Babi
Hendra Purnama
Cerpen
Bronze
Misteri Celana Dalam Olda Veyotta
Arba Sono
Flash
Bidadari Pembohong
Alwinn
Flash
Klarifikasi
Syifaanur Al Fitria
Flash
Our World
Shofiyah Azzahra
Flash
HARA
Sofia Rahman
Cerpen
Suara Gemerincing Kereta Kencana Misterius Melaju Membelah Malam
Ryan Esa
Skrip Film
Dunia Maya
moch.djunaidi
Cerpen
Bronze
Mereka Ingin Menyakitiku
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Keluarga
Hesti Ary Windiastuti
Skrip Film
Misteri Istri Pertama Sultan
Irwan Moch Ridwan
Cerpen
Apartemen Lantai 18
Bamby Cahyadi
Flash
Sampah
Arzen Rui
Cerpen
Bronze
Pohon-pohon Yang Berbicara
Eko Hartono
Rekomendasi
Flash
Sigma
Donquixote
Flash
Terahasia
Donquixote
Flash
KOTO - Calling of Heaven
Donquixote
Flash
Ratu Charlotte
Donquixote
Flash
Fantasy Cewek
Donquixote
Flash
A thousand
Donquixote
Flash
Massage
Donquixote
Flash
Toxic
Donquixote
Flash
Pengawal Putri
Donquixote
Flash
Wage Rudolf (WR) Supratman - Nation Violinist Treasure
Donquixote
Flash
SAD-BOY
Donquixote
Flash
A Little Thing You Do
Donquixote
Flash
HORUS-God of Truce
Donquixote
Flash
MORNING LOG
Donquixote
Flash
Doctor Modercai-Kasus kematian CP0421
Donquixote