Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Sigma
7
Suka
20,310
Dibaca

London, ditempat penampungan anak yatim piatu.

Petugas sosial hendak menjemput Erick. Anak itu baru 3 hari dipenampungan, karena ayahnya membunuh ibunya sendiri.

Saat itu para tetangga datang menolong, jeritan ibu Erick terdengar lantang, maka tak perlu waktu yang lama untuk menangkap ayahnya. Namun sayangnya ibu Erick meninggal, tusukan di leher membuat nyawanya meninggalkan tubuhnya.

Erick tak menangis. Dia memeluk ibunya seiring melihat ayahnya dibekuk warga. Erick baru melepas ibunya ketika petugas medis datang.

Mereka membawa ibunya dengan ambulan. Sedangkan Erick dibawa pergi dengan ambulan yang berbeda.

Erick sama sekali tidak berbicara. Dia duduk di ranjang bangsalnya. Dia hanya makan, duduk, mandi, tidur. Selama tiga hari, ini membuat petugas rumah sakit cemas.

Akhirnya petugas sosial mengajak Erick menuju penampungan, di sana tempat perawatan yang tak kalah lengkap dengan rumah sakit.

Adam, si petugas meninggalkan Erick di penampungan selama 3 hari.

Sebelumnya ia berkata pada Erick, "Aku akan datang kembali," lalu menepuk pelan kepala Erick.

Dan ini tepat hari ke-3. Sesuai janjinya Adam berkunjung.

"Dimana Erick suster?"

Suster paruh baya itu menuntun Adam ke tempat Erick.

"Dia ada di taman," ujarnya lembut.

"Bagaimana perkembangan Erick, suster?" tanya Adam.

Mereka masuk ke ruang. Ada meja 4 yang disetiap keliling ada sebuah kursi kecil warna-warni, papan tulis dan perabot belajar untuk anak kecil lainnya.

Mereka berdua berdiri di teras ruangan itu. Mendapati Erick sedang menatap ke atas sendirian.

"Saya takut, Erick tidak bisa mengekspresikan emosinya. Dia cenderung diam, enggan berbicara, kami sudah berusaha mengajaknya berbicara. Tapi Erick masih bungkam."

"Hmnn, pertama saya lihat dia ditempat kejadian, dia memeluk ibunya, anak kecil normal pasti menangis tapi Ercik hanya diam."

"Ah, kasihan sekali anak itu," urat kening suster berkerut membayangkan betapa sedih Erick dan derita yang ditanggung.

"Apa yang sedang ia perhatikan?"

"Entah, saya sudah coba bertanya, tapi dia tidak menjawabnya. Apakah itu salju, langit, pohon?"

"Saya berharap dia memandang langit."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Sigma
Donquixote
Flash
Mimpi Dunia Sihir
winda aprillia
Novel
Curtain of Fate
Vsiliya Rahma
Flash
Lembar-lembar Foto di Bangku Taman
Ryan Esa
Flash
Tidak Terdefinisi
Ryan
Flash
Panti Asuhan
Nunik Farida
Flash
Bronze
MISTERI TAS HITAM
Citra Rahayu Bening
Flash
Mengutuk Tuhan Palsu
Arba Sono
Cerpen
Pohon apel yang kembali mekar ditengah gurun pasir
goresan_pena
Cerpen
Kupu-Kupu Biru
Asri Lestari
Cerpen
Menenun Iblis
awod
Novel
KOPI DAN RACUN: Kebenaran Ditulis Oleh Para Penguasa
N. Y. YONS
Novel
Bronze
SANDYAKALA
Yoemi Noor
Novel
Bronze
Pesan Arwah Tragedi '98
yhantlies92
Novel
Bronze
Hero or Zero
Aylanna N. Arcelia
Rekomendasi
Flash
Sigma
Donquixote
Flash
KOTO - Calling of Heaven
Donquixote
Flash
Terahasia
Donquixote
Flash
KRESNA-The Black Knight
Donquixote
Novel
Good Girl Problems
Donquixote
Flash
Kekuatan Super
Donquixote
Flash
THE DEATH
Donquixote
Flash
A Little Thing You Do
Donquixote
Flash
SAD-BOY
Donquixote
Flash
Kasus Pembunuhan #CD2210102
Donquixote
Flash
Fantasy Cewek
Donquixote
Flash
Toxic
Donquixote
Flash
Betina Bodoh
Donquixote
Flash
Kaca Malam Hari
Donquixote
Flash
A thousand
Donquixote