Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Sigma
7
Suka
18,167
Dibaca

London, ditempat penampungan anak yatim piatu.

Petugas sosial hendak menjemput Erick. Anak itu baru 3 hari dipenampungan, karena ayahnya membunuh ibunya sendiri.

Saat itu para tetangga datang menolong, jeritan ibu Erick terdengar lantang, maka tak perlu waktu yang lama untuk menangkap ayahnya. Namun sayangnya ibu Erick meninggal, tusukan di leher membuat nyawanya meninggalkan tubuhnya.

Erick tak menangis. Dia memeluk ibunya seiring melihat ayahnya dibekuk warga. Erick baru melepas ibunya ketika petugas medis datang.

Mereka membawa ibunya dengan ambulan. Sedangkan Erick dibawa pergi dengan ambulan yang berbeda.

Erick sama sekali tidak berbicara. Dia duduk di ranjang bangsalnya. Dia hanya makan, duduk, mandi, tidur. Selama tiga hari, ini membuat petugas rumah sakit cemas.

Akhirnya petugas sosial mengajak Erick menuju penampungan, di sana tempat perawatan yang tak kalah lengkap dengan rumah sakit.

Adam, si petugas meninggalkan Erick di penampungan selama 3 hari.

Sebelumnya ia berkata pada Erick, "Aku akan datang kembali," lalu menepuk pelan kepala Erick.

Dan ini tepat hari ke-3. Sesuai janjinya Adam berkunjung.

"Dimana Erick suster?"

Suster paruh baya itu menuntun Adam ke tempat Erick.

"Dia ada di taman," ujarnya lembut.

"Bagaimana perkembangan Erick, suster?" tanya Adam.

Mereka masuk ke ruang. Ada meja 4 yang disetiap keliling ada sebuah kursi kecil warna-warni, papan tulis dan perabot belajar untuk anak kecil lainnya.

Mereka berdua berdiri di teras ruangan itu. Mendapati Erick sedang menatap ke atas sendirian.

"Saya takut, Erick tidak bisa mengekspresikan emosinya. Dia cenderung diam, enggan berbicara, kami sudah berusaha mengajaknya berbicara. Tapi Erick masih bungkam."

"Hmnn, pertama saya lihat dia ditempat kejadian, dia memeluk ibunya, anak kecil normal pasti menangis tapi Ercik hanya diam."

"Ah, kasihan sekali anak itu," urat kening suster berkerut membayangkan betapa sedih Erick dan derita yang ditanggung.

"Apa yang sedang ia perhatikan?"

"Entah, saya sudah coba bertanya, tapi dia tidak menjawabnya. Apakah itu salju, langit, pohon?"

"Saya berharap dia memandang langit."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Sigma
Donquixote
Flash
After Dark
Populartflower
Skrip Film
Sang Konsultan
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Bronze
A Little Bird
Lirin Kartini
Novel
Rough Kill
Frisca amelia
Cerpen
Pertarungan Dua Darah
adinda pratiwi
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan
Flash
Menunggu
Ratna Dewi
Cerpen
Bronze
Cerita-cerita Kuno Winasari
Ron Nee Soo
Novel
Warisan Simbok
cyintia caroline
Cerpen
Bronze
ALBEERCHT VAN WALLESTEIN
Ranang Aji SP
Cerpen
Bronze
Pak Tua Eckert karya Ambrose Bierce penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Seseorang Yang Tinggal di Pemakaman Gereja; M.R.James; penerjemah : Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ketika Seluruh Orang di Dunia Menjadi Gundul
Arba Sono
Rekomendasi
Flash
Sigma
Donquixote
Novel
PENCIL 2B
Donquixote
Flash
A Little Thing You Do
Donquixote
Flash
A thousand
Donquixote
Flash
Pengawal Putri
Donquixote
Novel
Good Girl Problems
Donquixote
Flash
KOTO - Calling of Heaven
Donquixote
Flash
Terahasia
Donquixote
Flash
Kaca Malam Hari
Donquixote
Flash
Betina Bodoh
Donquixote
Flash
SAD-BOY
Donquixote
Flash
Massage
Donquixote
Flash
Toxic
Donquixote
Flash
Kekuatan Super
Donquixote
Flash
Wage Rudolf (WR) Supratman - Nation Violinist Treasure
Donquixote