Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Bronze
Menulis Ulang Posisi Setan di Kehidupan Besar Manusia
0
Suka
3,395
Dibaca

“Hai manusia! Mengapa kau menyalahkanku? Aku bukan Sang Penciptamu yang bisa memerintahkamu. Aku hanya mengajak, dan kau bisa menolak. Kau malah setuju dan eksekusi sendiri. Padahal, yang diciptakan punya otak kan kau," terang s...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Bronze
Menulis Ulang Posisi Setan di Kehidupan Besar Manusia
Silvarani
Novel
Sabda Cinta Dua Insan
iqbal syarifuddin muhammad
Novel
Gold
Bersedihlah
Mizan Publishing
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia
Flash
Filosofi Rokok
Sukini
Novel
Bronze
Pundak Si Sulung
M Helmi Akhdan
Cerpen
Bronze
Moirai, Tiga Takdir
Vitri Dwi Mantik
Novel
FII AMANILLAH
Husnulispedia
Skrip Film
Asa Beragama
Kumara Rajendriya Kamandaka
Flash
Keajaiban Tahajud
hadi wiyono
Cerpen
Muazin Terakhir
Handi Yawan
Novel
Bronze
Menderas Rindu
Nurul Lathiffah
Novel
Bronze
Hanya karena Aku Wanita: Tak Berhakkah Aku Punya Cita-Cita?
lina sellin
Flash
Bronze
Monumen untuk Adam
Ahmad Muhaimin
Novel
Balerina yang Kesepian
Chely Nizwar
Rekomendasi
Flash
Bronze
Menulis Ulang Posisi Setan di Kehidupan Besar Manusia
Silvarani
Flash
Bronze
Tokyo Illumination
Silvarani
Flash
Bronze
Eiffel Evil
Silvarani
Flash
Bronze
Black Coffee Chemistry
Silvarani
Flash
Bronze
Cherry Real Love
Silvarani
Flash
Bukan Perkara Darah
Silvarani
Flash
Bronze
Desa Naga Air
Silvarani
Flash
Bronze
Eksotermik Api Tak Berlaku untuk Ibrahim
Silvarani
Flash
Bronze
Nasi Lemak MRT Singapura
Silvarani
Flash
Bronze
Diajar Fajar
Silvarani
Flash
Bronze
Mencintaimu Adalah Signal Semestaku Baik-Baik Saja
Silvarani
Flash
Bronze
Penjual Cat Silver Manusia Silver
Silvarani
Flash
Bronze
Pengadilan Akhirat
Silvarani
Cerpen
Bronze
Jasmine and Blueberry Tea
Silvarani
Flash
Bronze
Hainan Dimsum Jam Dua Pagi
Silvarani