Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Di tengah heningnya ruang arsip yang dingin, Gani tersenyum lebar. Di tangannya, ada sebuah berkas tebal yang baru saja ia temukan di antara tumpukan kertas kusam. Matanya yang murni berbinar saat melihat logo gunung dan matahari di sudut kertas itu—logo rumah keduanya, tempat ia merasa berguna meski dunia sering memandangnya berbeda.
Gani tidak tahu bahwa kertas di tangannya adalah "bom waktu" bagi para petinggi tambang. Ia tidak mengerti deretan angka yang dimanipulasi atau catatan korupsi yang tersembunyi di balik tanda tangan palsu. Yang ia tahu, logo itu penting, dan Sinta—satu-satunya orang yang selalu menyapanya dengan tulus—harus melihatnya.
Dengan hati-hati, Gani melipat kertas itu dan menyembunyikannya di balik rompi kerjanya. Ia melangkah keluar dengan langkah riang, tanpa sadar bahwa ia baru saja membawa kunci kehancuran sebuah imperium. Gani adalah saksi kunci yang paling berbahaya, justru karena ia tidak merasa sedang menjadi ancaman bagi siapapun.