Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Menunggu
4
Suka
7,515
Dibaca

Aku duduk termangu pada satu-satunya kursi yang ada di dalam ruangan. Mataku menatap bosan lantai putih dan dinding tanpa cela di sekitarku. Melihat pemandangan yang sama tiap harinya membuatku merasa semakin jenuh. Pikiranku pun melalang buana. Saat itulah, aku mulai mengingat banyak hal.

Arrgh!

Erangan meluncur dari bibirku dan memantul dalam ruangan sepi itu. Tanganku spontan mencengkram satu sisi kepalaku. Tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit saat berpikir.

Tapi aku keukuh. Aku berusaha menahan sosok bayangan yang ada dalam pikiranku. Aku rasa aku tidak boleh melupakannya.

Namun, usahaku nihil. Aku tidak berhasil mengingat wajah gadis itu. Tapi jelas sekali kalau gadis itu muncul dalam banyak kejadian pada ingatanku. Siapa gadis yang suka mengenakan gaun biru selutut itu?

Aku menggeleng lemah. Aku tidak tahu. Aku yakin masih banyak ingatan lain yang dilupakan. Ingatan yang mengabur menjadikanku selayaknya orang linglung. Kadang aku mengingatnya seakan hal itu terjadi kemarin. Tetapi di saat yang lain, aku tidak mampu mengingatnya seberapa pun kuatnya aku berusaha untuk mengingat.

Aku masih memegangi kepalaku. Rasanya kepalaku seperti sedang terhantam palu. Pandanganku mulai sedikit memudar. Diam-diam aku mulai merasa kalau lebih baik semua ini berakhir dengan segera.

Kriet!

Mendengar suara itu, seketika aku tersentak. Bagaikan diguyur air dingin, saat itu juga aku tersadar. Tubuhku bergerak cukup cepat sampai menyebabkan kursi yang kududuki berbunyi nyaring. Mataku mengerjap dan pandanganku kembali pada semula. Aku pun tertegun sejenak.

Setelah beberapa saat menatap hampa dinding yang terlihat, barulah aku menolehkan kepalaku kearah pintu. Pikiranku masih berkecamuk. Bagaikan ruang diskusi, suara-suara yang berdebat muncul di kepalaku.

Apakah gadis itu mengunjungiku lagi?

Begitu aku berpikir demikian, mataku berbinar. Seluruh pikiranku yang lain meluruh tidak tersisa. Aku hanya dapat mengakomodasi satu pikiran itu.

Lalu, layaknya anak kecil yang hendak mendapatkan hadiah, antusiasme mulai membuncah dalam diriku. Bibirku menyungging senyum yang lebar. Aku ingin menyambut gadis muda yang ada dalam ingatanku dengan baik.

Sayangnya, harapanku pupus. Ketika aku mengerjapkan mata lagi, aku memandang jelas pintu yang terbuka. Aku sudah hendak memanggilnya. Aku kira itu dia. Tetapi ternyata bukan. Sosok yang muncul dari balik pintu hanyalah sosok lain yang cukup familiar.

Aku kenal dengan sosok ini. Ia adalah seorang wanita muda berseragam kerja yang ramah padaku. Lucunya, sama seperti gadis yang ada dalam ingatanku, aku tidak pernah bisa menangkap wajah wanita ini. Tapi aku dapat mengenali suaranya.

Aku melihat ia membawa nampan seperti biasanya. Ia masuk dalam ruangan dan meletakkan gelas berisi air putih pada meja di hadapanku. Aku juga melihat ia menyodorkan sebuah piring dengan dua tablet putih kecil di atasnya padaku

"Selamat siang, Pak Harits. Waktunya minum obat, ya."

Harits? Pak Harits? Siapa itu?

Aku bertanya-tanya dalam diam. Kepalaku berputar cepat. Oh, aku baru ingat. Perkenalkan, namaku Harits.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
KALANDRA JOHSON DESMOND
Fabriana Hanif😍
Flash
Menunggu
Aralya Seraquin
Novel
Lindur Ungu
Silvia
Novel
Bronze
Rosemary's Life Story
Sofia Grace
Novel
Turiyan Runtuh (Bukan Durian Runtuh)
Ais Aisih
Novel
Pramugari Berseragam Orange
Bebekz Hijau
Novel
HANYA MIMPI?
melviana
Flash
The Wedding Proposal
Safiraline
Flash
Bronze
Ibu
Andri wananda
Flash
Bronze
Tatap Teduh
meilisanrh
Novel
Bronze
AFFECTION
A Zahra Angelina
Novel
Bronze
Among 1998
Ira Madan
Cerpen
Bronze
Kabar Dari Masa Lalu
Novita Ledo
Novel
Apocrypal
Chelsea Angeline Winata
Komik
BREAKERS
Blues Area
Rekomendasi
Flash
Menunggu
Aralya Seraquin
Flash
Bukan Aku
Aralya Seraquin
Flash
Aku dan Dia
Aralya Seraquin
Cerpen
Bidak Catur
Aralya Seraquin
Cerpen
Bronze
Kegelapan yang Meringkus Bulan
Aralya Seraquin
Cerpen
Bronze
Luka yang Dalam
Aralya Seraquin
Cerpen
Cinta yang Menenggelamkan
Aralya Seraquin
Cerpen
Jeritan di Akhir Zaman
Aralya Seraquin
Cerpen
Jalan yang Bercabang
Aralya Seraquin