Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Terjebak Hujan
1
Suka
20
Dibaca

Hujan turun seperti keputusan yang tak pernah dibicarakan—tiba-tiba, deras, dan membuat kota kehilangan arah. Tami berdiri di balik kaca kafe, memandangi jalanan yang memantul lampu-lampu malam. Di kursi sebelahnya, terlipat rapi mantel hujan berwarna hijau. Warnanya masih sama seperti terakhir kali dipinjamkan padanya: hijau yang terlalu cerah untuk kenangan yang redup.

“Masih nunggu hujan reda?” tanya barista sambil menyodorkan secangkir kopi pesanannya.

Tami mengangguk. Ia bisa saja pulang sekarang. Mantel itu ada. Rumahnya tak terlalu jauh. Tapi ia tahu, begitu kain hijau itu menyentuh bahunya, ingatan akan ikut menempel—tentang seseorang yang pergi tanpa pamit, tanpa penjelasan, seperti hujan yang tak meminta izin pada langit.

Di luar, payung-payung bertabrakan. Motor melintas dengan dengung tergesa. Di dalam, waktu terasa lebih sopan. Tami mengaduk kopinya, mendengarkan lagu yang mengalun perlahan menutup suara hujan yang begitu deras, mencoba meyakinkan dirinya bahwa menunggu adalah bentuk keberanian lain: berani tidak mengenakan sesuatu yang menyakitkan, meski itu berarti pulang lebih lambat.

Ia menatap mantel itu lagi. Kancingnya masih lengkap. Tak ada yang berubah dari mantel itu. Anehnya, yang paling ia benci bukan hujannya, melainkan betapa sebuah benda bisa mengingatkan pada seseorang yang memilih menghilang daripada tinggal dan bicara.

Hujan mereda menjadi gerimis. Orang-orang mulai bangkit, membayar, lalu pergi. Tami tetap duduk. Ia ingin memastikan langit benar-benar selesai dengan dirinya sebelum ia berdamai dengan masa lalu yang belum sempat pamit.

Ketika akhirnya hujan berhenti, ia berdiri, meraih tas—mengambil mantel hijau itu namun tidak memakainya. Di pintu, ia berhenti sebentar, tersenyum kecil pada pantulan dirinya di kaca.

Kadang pulang bukan soal jarak, pikirnya. Tapi tentang apa yang kita pilih untuk tidak kenakan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Terjebak Hujan
Majestic Journey
Novel
ALBERT EFFENDI
Nada Lingga Afrili
Novel
Bronze
Gadis Pemulung Sampah
Ismail Ari
Flash
Bronze
Masih Banyak Ikan di Laut
Reyan Bewinda
Novel
Euforia
Varenyni
Novel
I Hate You
Desi Restiana A
Novel
Gold
Coupl(ov)e
Bentang Pustaka
Skrip Film
Stay With Me
Dian Febriyanti
Skrip Film
Manusia Kuat
Servita Rachma
Flash
Bronze
Pekerjaan Rumah Dua Puluh Tahun Lalu
verlit ivana
Novel
Naraya And The Dream Who Save Her Life
Icecreamcake
Novel
EUPHORIA
Penalthie
Novel
Jagat Rasa
Ravistara
Novel
Kita di Masa Depan
Mahestha Rastha Andaara
Novel
Gold
OTHER HALF OF ME
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Terjebak Hujan
Majestic Journey
Flash
Menyeret Hari-Hari Yang Sunyi
Majestic Journey
Flash
Sampai Mati Aku Akan Merindukannya
Majestic Journey
Flash
Percakapan Terakhir
Majestic Journey
Cerpen
Delapan Lewat Sepuluh
Majestic Journey