Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Satu Garis
1
Suka
373
Dibaca

Pekik tangis pertama yang membelah sunyi ruang operasi adalah bukti lahirnya sebuah kehidupan. Bayi laki-laki itu seolah menyapa dunia dengan kegelisahan, seakan gentar menghadapi garis takdir begitu napas pertamanya terhirup.

Seorang perawat dengan cekatan membaringkan tubuh mungil seberat tiga koma dua kilogram itu ke dalam inkubator. Detik berikutnya, sang bayi dilarikan menuju ruang NICU. Sunyi kembali menyergap, namun kali ini terasa lebih mengancam.

Di atas meja operasi, nyawa sang ibu tengah bergelut di ambang kegelapan. Keringat dingin membanjiri dahi, dan kulit yang semula merona memucat pasi akibat perdarahan hebat yang terus merembes dari rahimnya.

"Tekanan darah anjlok ke tujuh puluh per empat puluh!" seru seorang perawat pada monitor yang berkedip panik.

Di bawah sorot lampu yang menyilaukan, jemari Dr. Arini bergerak cepat, berusaha menjepit pembuluh darah yang bocor. Ia mengerahkan segala ketenangannya, meski maskernya mulai basah oleh napas yang memburu.

"Denyut jantung lima puluh delapan, saturasi delapan puluh lima persen, Dok!"

"Oksigen sepuluh liter! Cepat!" instruksi Arini. Suaranya stabil, namun matanya tak lepas dari wajah pucat di depannya.

Tiba-tiba, grafik di layar melandai. Garis naik-turun yang membuat ruangan semakin tegang.

"Pasien tidak sadar, Dok. Nadi tidak teraba."

Pertahanan Arini runtuh. Klem bedah di tangannya bergetar hebat. Ia tidak lagi melihat seorang pasien. Arini melihat masa kecil mereka, rahasia-rahasia yang mereka bagi, dan janji untuk menjaga satu sama lain.

"MAIRA!" jeritnya histeris, merobek etika profesionalitas yang selama ini ia agungkan.

Layar monitor mengeluarkan satu nada panjang yang datar—sebuah garis lurus yang dingin. Arini terdiam, tangannya yang bersimbah darah masih menggenggam klem bedah di atas perut adiknya yang tak lagi bergerak.

Di luar ruangan, tangis bayi laki-laki itu kembali terdengar samar dari kejauhan. Sebuah kehidupan baru saja ditukar dengan sebuah kepergian.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Satu Garis
Drezzlle Alexandar
Flash
Bronze
Desa Naga
Silvarani
Novel
Find self storage unti
Aksel Hulda
Novel
Gold
Dari Gestapu ke Reformasi
Mizan Publishing
Cerpen
Senggol Tonjok
Astromancer
Flash
MERANTAU
Shina El Bucorie
Flash
Berburu Ropen
Vitri Dwi Mantik
Novel
MMLXX111
sabrina tri j
Novel
Kisah Para Penyamun dan Tujuh Pemberani
Dirman Rohani
Novel
AKU BUKAN BERANDALAN
Sufaat pranduwinata
Flash
Bronze
Doa Seorang Nabi
Afri Meldam
Flash
Bronze
Kopi Bintang
Silvarani
Novel
MUDRA
Mega Yohana
Novel
Nataraja
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Bronze
KUMPULAN FLASH FICTION
Citra Rahayu Bening
Rekomendasi
Flash
Satu Garis
Drezzlle Alexandar
Novel
Bronze
DELUSION
Drezzlle Alexandar
Flash
Cinta antara Air dan Api
Drezzlle Alexandar
Cerpen
Bronze
Cermin Yang Terluka
Drezzlle Alexandar
Flash
Bronze
Sudut Pandang
Drezzlle Alexandar
Flash
Bronze
Satu-satunya Teman
Drezzlle Alexandar
Flash
Bronze
Monoton
Drezzlle Alexandar
Cerpen
Bronze
Masakan Ibu
Drezzlle Alexandar
Novel
Move On Papa!
Drezzlle Alexandar