Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Satu Garis
1
Suka
750
Dibaca

Pekik tangis pertama yang membelah sunyi ruang operasi adalah bukti lahirnya sebuah kehidupan. Bayi laki-laki itu seolah menyapa dunia dengan kegelisahan, seakan gentar menghadapi garis takdir begitu napas pertamanya terhirup.

Seorang perawat dengan cekatan membaringkan tubuh mungil seberat tiga koma dua kilogram itu ke dalam inkubator. Detik berikutnya, sang bayi dilarikan menuju ruang NICU. Sunyi kembali menyergap, namun kali ini terasa lebih mengancam.

Di atas meja operasi, nyawa sang ibu tengah bergelut di ambang kegelapan. Keringat dingin membanjiri dahi, dan kulit yang semula merona memucat pasi akibat perdarahan hebat yang terus merembes dari rahimnya.

"Tekanan darah anjlok ke tujuh puluh per empat puluh!" seru seorang perawat pada monitor yang berkedip panik.

Di bawah sorot lampu yang menyilaukan, jemari Dr. Arini bergerak cepat, berusaha menjepit pembuluh darah yang bocor. Ia mengerahkan segala ketenangannya, meski maskernya mulai basah oleh napas yang memburu.

"Denyut jantung lima puluh delapan, saturasi delapan puluh lima persen, Dok!"

"Oksigen sepuluh liter! Cepat!" instruksi Arini. Suaranya stabil, namun matanya tak lepas dari wajah pucat di depannya.

Tiba-tiba, grafik di layar melandai. Garis naik-turun yang membuat ruangan semakin tegang.

"Pasien tidak sadar, Dok. Nadi tidak teraba."

Pertahanan Arini runtuh. Klem bedah di tangannya bergetar hebat. Ia tidak lagi melihat seorang pasien. Arini melihat masa kecil mereka, rahasia-rahasia yang mereka bagi, dan janji untuk menjaga satu sama lain.

"MAIRA!" jeritnya histeris, merobek etika profesionalitas yang selama ini ia agungkan.

Layar monitor mengeluarkan satu nada panjang yang datar—sebuah garis lurus yang dingin. Arini terdiam, tangannya yang bersimbah darah masih menggenggam klem bedah di atas perut adiknya yang tak lagi bergerak.

Di luar ruangan, tangis bayi laki-laki itu kembali terdengar samar dari kejauhan. Sebuah kehidupan baru saja ditukar dengan sebuah kepergian.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Satu Garis
Noveria
Cerpen
Cyber Security
Vitri Dwi Mantik
Flash
Mystery Box
Dwi Kurnialis
Flash
"Hujan di Tengah Musim Panas"
TATAN RUSNANTO
Flash
Bronze
Tropis Membeku, Subtropis Terbakar
Karlia Za
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Novel
Vip Trusted Malaysia apk new version
vip malaysia
Novel
A for Aeternvm
Marhaeny Benedikta
Novel
Bronze
Rama's Story : Krisna - Pandawa Pertama
Cancan Ramadhan
Novel
Black Coffee
rizky al-faruqi
Novel
Gold
Play and Learn
Bentang Pustaka
Skrip Film
Grand The Auto : Keys and Gates
Mohamad Rizky Ramadhani
Flash
Bronze
Werewolf: Adegan ke 2
Rere Valencia
Cerpen
Sayap-Sayap yang Saling Mencari
Rina F Ryanie
Flash
Bronze
Detik Terakhir
Risti Windri Pabendan
Rekomendasi
Flash
Satu Garis
Noveria
Flash
Bronze
Satu-satunya Teman
Noveria
Novel
Rumah Tanpa Suara
Noveria
Flash
Cinta antara Air dan Api
Noveria
Flash
Bronze
Sudut Pandang
Noveria
Flash
Bronze
Monoton
Noveria
Cerpen
Bronze
Cermin Yang Terluka
Noveria
Cerpen
Bronze
Masakan Ibu
Noveria
Novel
Move On Papa!
Noveria