Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Dalam genggaman Nina beberapa lembar foto. Ia mengeluarkan foto-foto itu dari sebuah amplop cokelat kecil yang ditemukannya di bangku taman, tempat ia duduk-duduk menikmati sore seperti yang sudah-sudah. Ditatapnya foto-foto itu. Di situ tercetak gambar dirinya di taman ini, di bangku ini, beberapa hari yang lalu. Dirinya ingat betul saat itu ia mengenakan kaos lengan panjang putih bergaris-garis horizontal warna navy, celana panjang denim, dan sneaker putih. Sama seperti di foto-foto ini.
Siapa yang memotret foto-foto ini?
Ia membolak-balik lembar-lembar foto itu, tidak ada tulisan, pesan, atau informasi apa pun. Begitu pula di amplopnya. Sepertinya seseorang meletakkannya begitu saja di sini, entah sengaja atau tidak. Tapi apa maksudnya ia memotretku diam-diam? Nina memasukkan kembali foto-foto itu ke dalam amplop, diletakkannya ke dalam tas jinjingnya, kemudian melangkah pulang.
Sekira dua seminggu kemudian ia kembali duduk-duduk di tempat yang sama, dan mendapati lagi amplop cokelat berisi foto-foto dirinya di tempat itu seminggu yang lalu. Beberapa hari kemudian, hal yang sama terjadi lagi. Tetap tidak ada pesan sedikitpun di foto-foto itu maupun amplopnya.
Kali ini Nina menatap lembar-lembar foto itu lebih dalam, terutama pada foto-foto close up dirinya. Foto-foto ini tidak diambil asal candid. Siapa pun yang mengambil foto-foto ini, orang itu tahu persis angle-angle terbaik wajahku. Diam-diam Nina tidak tahan untuk merasa takjub melihat wajahnya sendiri di foto-foto itu. Tampak cantik.
Sepoi-sepoi angin sore itu berembus sampai menggoyangkan bunga-bunga di taman hatinya. Apakah aku punya seorang pengagum rahasia, secret admirer?
Penasaran, pada kedatangan berikutnya ke taman itu Nina sengaja tidak langsung menuju bangku yang biasa. Dari kejauhan ia berusaha memandang kalau-kalau seseorang itu tengah meletakkan kembali amplop berisi foto-foto dirinya. Tidak ada.
Ia berjalan berjingkat-jingkat mendekat, bersembunyi di balik sebuah pohon rindang, melihat ke arah tanaman pagar di sekeliling taman, berharap ada gerakan walau sedikit ataupun bagian tubuh seseorang itu yang tidak sengaja terlihat. Tidak ada juga.
Sampai juga ia di hadapan bangku taman. Di situ telah tergeletak amplop cokelat kecil. Dengan perasaan seperti mendapat sebuah kado kejutan, Nina segera mengambilnya, duduk, dan dengan tidak sabar serta berbunga-bunga membukanya.
Seketika bunga-bunga di hatinya layu, dihantam oleh batu raksasa yang jatuh dari ketinggian, menimbulkan bunyi debam memekakkan telinganya, dan menggetarkan jemari tangannya. Itu adalah foto-foto ruangan kamarnya. Pada salah satu lembar foto ada gambar dirinya di depan lemari pakaian miliknya, foto itu diambil dari belakang. Pada lembar foto yang lain, dirinya sedang membuka jendela kamar, kelihatannya di pagi hari.
Cukup lama ia terpaku. Aku takut pulang.