Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mendung Selasar
1
Suka
267
Dibaca

Randu terduduk pada serambi dan menatap langit malam yang pekat, tiada bintang-bintang gemerlap ataupun bulan yang menatap. Dirinya seakan menyatu dengan malam, hening tanpa suara, hanya gemuruh dalam dada yang ia rasa.

“Nak, ada apa dikau termenung seorang diri menatap malam?” seorang pria paruh baya menepuk lembut pundak Randu dan ikut duduk di sebelahnya.

“Tak apa Pak. Hanya masalah rindu..” ujar Randu sendu.

“Siapa sosok yang begitu kau rindukan selain mendiang Ibu nak? Pasti kau begitu mencintainya bukan?”

Randu menoleh pada sosok di sampingnya yang tersenyum penuh kerinduan. Bapak yang begitu ia hormati dan sayangi, juga Bapak yang baru saja kehilangan pendamping hidupnya sebulan yang lalu.

“Benar Pak, Randu menyayanginya. Hanya saja aku dan dia tak akan pernah menjadi kita..”

“Hmm.. cukup pelik bukan? Disangka akan bersama namun hanya sementara, semakin ke sini semakin jauh di hati.. mungkin sudah saatnya rindu itu kau alihkan Randu..” ucap Bapak sambil tersenyum sendu.

“Akan Randu usahakan Pak.. jika rindu ini hanya membuatku sepi, maka akan Randu cari rindu yang baru.. seperti bintang yang saat ini hilang dari pandangan, hanya di waktu yang tepat bintang itu akan muncul dan bersinar terang..”

Bapak terkekeh pelan. Sambil merangkul putra semata wayangnya, ia menatap langit dan bersenandung merdu.

“Lalu, apakah Bapak menetap pada satu rindu?” tanya Randu.

“Tentu saja. Bagi Bapak, Ibumu adalah rindu yang tak tergantikan, sebab ialah bintang yang bersinar di hati Bapak untuk selamanya.. kau juga Randu, akan menemukan satu-satunya bintang yang kau rindu sepanjang masa. Hingga kembali lagi bersamanya, seperti Bapak..” ucap Bapak dengan sinar mata bahagia.

“Jadi, apa Bapak sudah bertemu Ibu?” tanya Randu lagi dengan raut yang sedih.

“Belum, namun di angkasa sana sudah Bapak lihat Ibumu yang cantik bagai bidadari tengah menanti Bapak. Jaga dirimu baik-baik Randu anakku.. rindu memang berat, namun ikhlas akan meringankan segalanya..”

Randu menunduk dalam. Bahunya berguncang keras. Air mata yang sedari tadi ia tahan mengucur deras. Dipeluknya tubuh sang ayah yang terbaring nyaman tanpa beban, hanya senyum indah yang menghias wajah pucatnya.

Dengan lembut, Randu mengangkat tangan kurus Bapak dan menciumnya lama,

“Bapak, meski rinduku bertambah.. Randu akan belajar untuk ikhlas, seperti ucap Bapak. Randu harap, Bapak dan Ibu di sana akan bahagia dan selalu merindukan Randu..”

“Bapak.. Ibu.. Randu rindu..”

Seperti menjawab ucap Randu, langit yang cerah perlahan meredup, menurunkan titik-titik rindu dalam balutan rintik gerimis nan sendu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Beautiful Gadis
Anggia Novkania
Novel
Secepat Surga Menginginkannya
Gabriella Gunatyas
Flash
Mendung Selasar
Khirnis
Novel
Senja kutitip rindu
lintang wibawati
Skrip Film
RASA
Lathifa Kamila & Syafinaz Jasmine
Cerpen
Bronze
PURNAMA TAK BERCAHAYA
Lina Budiarti
Novel
Gold
PCPK My Cake Shop 2
Noura Publishing
Skrip Film
LITERATUR BERNYAWA ( SCRIPT FILM )
Rainzanov
Flash
Tanpamu Duniaku Abu-Abu
winda aprillia
Novel
Sepenggal kisah 98
Muktiar Selawati
Novel
POV: First Daughter
Rachel Grifith Charisa Wijaya
Flash
Bronze
Let's Go, Mango!
Silvarani
Novel
Bronze
End Of Age ~Novel~
Herman Sim
Novel
Dinding Temaram
Aksarabuntara
Novel
Benih Terlarang
Iis Susanti
Rekomendasi
Flash
Mendung Selasar
Khirnis
Flash
Di Antara
Khirnis
Flash
Jalan Pulang
Khirnis
Flash
Datangnya Pergi
Khirnis