Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
Bukan Perkara Darah
0
Suka
5
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Darah ini kuning, Jenderal! Eh, maksudku, Sayang! Darah ini kuning, Sayang! Aku sudah paham sejak Tuhan pertama kali membukakan mataku di dunia ini pada suatu orde!"

"Bukanlah! Darah ini jelas-jelas merah! Pertama kali aku hadir ke dunia ini, darah ibuku yang menempel di kulitku itu berwarna merah, Sayang!"

"Tapi mereka berkata bahwa lebih aman lagi jika darah ini biru, Sayang! Kalau tidak, minimal mendekat ke arah itu."

"Tapi lebih aman lagi, kalau kita paham dengan permainan dunia bahwa darah ini bisa hitam, Sayang! Jadi, kita tak melayang di atas langit dan tak tenggelam di bawah laut."

"Baik-baiklah kita jadi orang! Maka surgawinya, kita akan menyadari bahwa darah itu putih, Sayang!"

"Hmm.. Darah itu putih di atas podium, Sayang! Namun, realistislah! Darah itu abu-abu!"

"......,"

"Bagaimana? Sepakat, Sayang?"

"Hmm baiklah! Darah ini abu-abu. Ya, abu-abu."

"Mari bermain di zona itu."

".....,"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
Bukan Perkara Darah
Silvarani
Flash
Bronze
Ekspedisi Nubuat
Ravistara
Novel
sebuah LINGKARAN TAKDIR
Senja Ariesti
Novel
Bronze
Memories
Aldy Purwanto
Flash
MALINGGUNA : The Story Of Wasim.
Nur Rama Data Kapentas
Novel
Bronze
Sepotong Tangan Kanan
Neza
Novel
Bronze
Lost In Escape
RD Sinta
Novel
Gold
Gulag
Bentang Pustaka
Novel
Perempuan Sehabis Gelombang
Panji Pratama
Cerpen
Melati dari Suroboyo
Penulis N
Novel
Jurnal Perjalanan Siswa
Alif Rizaldy Azra
Skrip Film
Ku Kisahkan Tentangmu pada Rembulan (SCRIPT)
Wuri
Cerpen
Bronze
Ungku Idris dan Kisah Barunya
Anjrah Lelono Broto
Cerpen
Megat Ruhing Asmara
Suryawan W.P
Cerpen
Sumpah Laksmana
Suryawan W.P
Rekomendasi
Flash
Bukan Perkara Darah
Silvarani
Flash
Bronze
Let's Go, Mango!
Silvarani
Flash
Bronze
Ada Apa dengan Hari Akhir?
Silvarani
Flash
Bronze
Slamet Tujuh Belasan
Silvarani
Flash
Bronze
Surya Menyapa Bulan Hanya Lewat Gerhana
Silvarani
Flash
Bronze
Jembatan Terakhir
Silvarani
Flash
Bronze
Pantofel in Eiffel
Silvarani
Flash
Bronze
Juru Kampanye Kesayangan
Silvarani
Flash
Bronze
Jangan Mengolok Rengasdengklok!
Silvarani
Flash
Bronze
Ibu, Aku Ingin Ada Nama Ayah di Binti Akta Kelahiranku!
Silvarani
Flash
Bronze
Bunga Jeumpa yang Belum Kujumpa di Aceh
Silvarani
Flash
Bronze
Yang Pergi Tak Selalu Pindah Hati, Yang Berdiam Diri Tak Selalu Menanti
Silvarani
Flash
Bronze
Ditemani Pagi (Membicarakan Adam 2)
Silvarani
Flash
Bronze
Samudra Tuna
Silvarani
Cerpen
Bronze
Penerbang yang Tak Pernah Jetlag
Silvarani