Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
Bukan Perkara Darah
1
Suka
1,339
Dibaca

"Darah ini kuning, Jenderal! Eh, maksudku, Sayang! Darah ini kuning, Sayang! Aku sudah paham sejak Tuhan pertama kali membukakan mataku di dunia ini pada suatu orde!"

"Bukanlah! Darah ini jelas-jelas merah! Pertama kali aku hadir ke dunia ini, darah ibuku yang menempel di kulitku itu berwarna merah, Sayang!"

"Tapi mereka berkata bahwa lebih aman lagi jika darah ini biru, Sayang! Kalau tidak, minimal mendekat ke arah itu."

"Tapi lebih aman lagi, kalau kita paham dengan permainan dunia bahwa darah ini bisa hitam, Sayang! Jadi, kita tak melayang di atas langit dan tak tenggelam di bawah laut."

"Baik-baiklah kita jadi orang! Maka surgawinya, kita akan menyadari bahwa darah itu putih, Sayang!"

"Hmm.. Darah itu putih di atas podium, Sayang! Namun, realistislah! Darah itu abu-abu!"

"......,"

"Bagaimana? Sepakat, Sayang?"

"Hmm baiklah! Darah ini abu-abu. Ya, abu-abu."

"Mari bermain di zona itu."

".....,"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
Bukan Perkara Darah
Silvarani
Novel
Bronze
GEGER BUMI SINGASARI
Sri Wintala Achmad
Novel
Gold
Komsi Komsa
Falcon Publishing
Novel
Bronze
Mimpi Yang Tak Membawaku Pulang
Temu Sunyi
Novel
Bronze
CANDRA SENGKALA
Nur Baiti (Hikaru)
Novel
Nusantara Cyber
Farikha Salsabilla Putri
Novel
Ibet
Dicky sidiq
Flash
Di Balik Surat untuk Kartini
Penulis N
Novel
Bronze
Langit Berdarah
Amelynzah
Novel
RAHASIA KALBU
Shifa Putri Marsya
Novel
Bronze
Semburat Kelabu
Gia Oro
Cerpen
Bronze
MISSING THE PRESENCE OF A FATHER FIGURE
Velly meyliani
Novel
Catatan Orang-Orang Linglung
Eza Budiono
Novel
Gold
Ranjau Biografi
Bentang Pustaka
Novel
Lost in paradise
Annisa Fitrianti
Rekomendasi
Flash
Bukan Perkara Darah
Silvarani
Flash
Bronze
Hanya Pengisi Waktu Kosongmu
Silvarani
Flash
Bronze
Surya Menyapa Bulan Hanya Lewat Gerhana
Silvarani
Flash
Bronze
Ada yang Menunggu di Garis Finish (Membicarakan Adam 10)
Silvarani
Flash
Bronze
Lipstick on My Mirror
Silvarani
Flash
Bronze
Ditemani Pagi (Membicarakan Adam 2)
Silvarani
Flash
Bronze
Kepada Dua Musim Kesukaanku
Silvarani
Flash
Bronze
Pernikahan Politik
Silvarani
Flash
Bronze
Terus Terbang
Silvarani
Flash
Bronze
Kala Sains Sebatas Pratikum Politik
Silvarani
Flash
Bronze
Lelaki Penghias Pohon Natal Rumahan
Silvarani
Cerpen
Bronze
When The Red Sea Opened
Silvarani
Flash
Bronze
Jakarta 3 in 1 Couple
Silvarani
Flash
Bronze
Telapak Tangan Ayah (Membicarakan Adam 16)
Silvarani
Flash
Bronze
Cinta yang Kita Sembunyikan
Silvarani