Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Potensi kerugian akibat bantuan sosial yang tidak tepat sasaran mencapai ratusan milyar perbulan.
Menurut PPATK, penerima bansos adalah orang yang berpenghasilan tinggi. Ada dokter, pegawai BUMN dan eksekutif. Bukan main!
Hari ini, Asnah baru saja mengambil BLT Dana Desa di Kantor Pos Tambun, Bekasi. Jumlahnya 900.000 rupiah untuk 3 bulan.
"Tadi pagi kita (saya) liat Sanih ikut antri ambil BLT, Bang!" ungkapnya pada Anen—suaminya—yang lagi ngopi di bale (tempat duduk besar).
"Sanih..., bininya si Nisan?"
"Iya'."
"Lah, bisa begitu?! Apanan (bukankah) banda nya banyak?!" seru Anen, kaget.
Bola matanya keluar, rambutnya berdiri, pantatnya terangkat (maaf, penulis terobsesi film kartun).
"Lah, iya'! Dateng bawa motor PARIO. Kalung, gelang, cincin, nempel semua di awak (badan)nya, sambil nyekel HP Aypon!"
"HP mahal itu mah! Yang gambarnya kecapi digigit, kan?!"
Lah, bukan...! Gambarnya jambu klutuk. Ada-ada ajah Abang! Kecapi mah buah langka. Udah jarang yang nanem."
Data yang tidak sinkron antara Kemensos, lembaga dan Pemda, dituding sebagai penyebabnya.
Ada warga yang seharusnya menerima bansos, malah tidak dapat.
Begitu pula sebaliknya.
Misalnya keluarga Jelan, yang memenuhi syarat sebagai keluarga tak mampu. Mereka belum sekalipun menerima bansos sejak program itu digulirkan.
"Gua mah kasian ama keluarga Jelan," ungkap Anen, sambil selonjoran di bale.
Kopi yang disuguhkan istrinya sudah tinggal ampas. Dia baru selesai panen timun suri di kebun kecil, samping rumahnya.
"Iya'," timpal Asnah. "Mana babanya sering sakit-sakitan. Si Jelan juga udah bolak-balik nanyain ke Kantor Desa, tapi namanya kagak terdaptar!"
"Kudunya si Sanih jangan ambil BLT-nya. Itu bukan hak dia!"
"Iya', kagak isin (malu)apah?! Duit kagak sapira (seberapa). Emang kagak semenggah (patut) tuh orang!" gerutu Asnah.
Sekonyong-konyong seekor ayam betina naik ke bale.
"Syuh, syuh, syuh!" gestur tangan Asnah berusaha mengusir si ayam.
Terlambat.
Si ayam keburu buang hajat encer. Sebagian besar mengenai piring yang berisi potongan singkong goreng yang sudah dingin, tapi kembali hangat karena tertimpa limbah si ayam yang tidak tahu sopan santun itu.
Kotoran cair kental ayam yang berwarna kuning pucat itu terlihat menggugah selera, seperti hidangan sarapan hotel bintang lima, hasil kreasi Master Chef jebolan kompetisi memasak di RCTI. Dengan nama menu:
"Cassava With Cheese Sauce".
Asnah yang tadinya cuma menggerutu, akhirnya jadi naik pitam.
Tangannya sigap mengambil sandal untuk dipakai melempar ke arah ayam, yang sudah lebih dulu ngacir sampai selip tergelincir di belokan halaman yang menuju ke kebun.
"Emang sial dangkalan (sial yang bikin apes) nih, ayam! Bagenin ( biarin aja) gua goreng lu entar!"
"Jangan digoreng mulu...!" Diopor aja biar ada kuah-kuahnya!" timpal Anen kalem, seraya berjalan ke kebun.
"Lah, emang itu ayam siapa, Bang?!"
Anen menghentikan langkahnya sejenak, lalu menyahut santai:
"Tau ...! Ayam sori kali."
***