Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
1
Suka
7,038
Dibaca

Aku datang lebih awal malam itu.

Bukan karena ada alasan, tapi karena aku tidak ingin terlambat lagi pada sesuatu yang bahkan belum pernah terjadi.

Hujan belum turun, tapi udara sudah berat. Lampu halte menyala lebih terang dari biasanya, seolah tahu aku akan menunggu lebih lama. Aku berdiri di tempat yang sama, tapi kali ini tidak menyender. Tidak menunduk. Aku ingin terlihat—setidaknya oleh diriku sendiri.

Menit pertama berlalu.

Menit kedua.

Jam di ponselku bergerak pelan, terlalu pelan untuk menenangkan.

Aku berpikir tentang semua kebiasaan kecil yang selama ini kuanggap aman. Datang di jam yang sama. Berdiri di titik yang sama. Diam dengan rapi. Malam itu, untuk pertama kalinya, aku melanggar satu di antaranya.

Aku melangkah keluar dari bayangan lampu.

Satu langkah saja. Tapi rasanya seperti pengakuan. Aku berdiri di tengah halte, di tempat orang biasanya lewat, bukan menunggu. Jantungku berdetak lebih cepat—anehnya bukan karena takut, tapi karena berharap.

Kendaraan datang. Pergi.

Orang-orang turun. Naik.

Wajah-wajah asing lewat tanpa berhenti.

Aku mulai bertanya pada diri sendiri:

kalau malam ini ia datang, apa yang akan kulakukan?

Menyapanya? Tersenyum? Atau kembali berpura-pura seperti biasanya?

Langkah kaki terdengar dari ujung jalan. Pelan. Mendekat. Aku menoleh, hampir bersamaan dengan rasa yakin yang tiba-tiba muncul.

Bukan dia.

Seorang asing berhenti tak jauh dariku, menunggu kendaraan berikutnya. Aku mundur setengah langkah, kembali ke bayangan lampu. Dadaku terasa kosong dengan cara yang baru—lebih jujur, lebih telanjang.

Lalu ponselku bergetar.

Satu notifikasi. Bukan pesan.

Sebuah pengingat lama yang tak pernah kuhapus.

“Jangan menunggu terlalu lama.”

Aku menatap layar itu lama, sebelum akhirnya mengangkat kepala. Di ujung halte, seseorang berdiri ragu—di tempat yang biasanya kutempati.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak tahu siapa yang seharusnya melangkah lebih dulu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
Suara Sinar dalam Bisikan Terang
Yesno S
Flash
Lubang
Dara Oct
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Novel
Gold
Islah Cinta
Falcon Publishing
Novel
The Corrs in My Veins
Shabrina Farha Nisa
Flash
Hari Ini, Aku Sadar
Ralali Sinaw
Novel
Bronze
Cin-Cin di Ujung Lorong
Mahtawati Purba
Novel
Bronze
Antara Darah Dan Hati 2: Dream Reality Seri 4
Fahlevi Anggara Fajrin
Novel
Gold
If Only
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Restu Kelana
Lail Arrubiya
Novel
Bronze
Teman Menuju Syurga
Putri Zikrilla
Novel
Bronze
Pengantin Cadangan
Jayanti Yusuf
Novel
Cinta dan Salib, di Langit Bandung
Pena Akara
Novel
Tak Ada Cinta, Kecuali Jakarta
E. N. Mahera
Novel
Anyelir
wiretup
Rekomendasi
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
Rapat Tanpa Nama
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Cerpen
Anggaran Yang Hilang Jam Dua Pagi
Aulia umi halafah
Cerpen
Jodoh yang Dipersiapkan oleh Allah
Aulia umi halafah
Cerpen
Lorong yang Menganga
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Penumpang Terakhir Malam Itu
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah