Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
1
Suka
2,091
Dibaca

Aku datang lebih awal malam itu.

Bukan karena ada alasan, tapi karena aku tidak ingin terlambat lagi pada sesuatu yang bahkan belum pernah terjadi.

Hujan belum turun, tapi udara sudah berat. Lampu halte menyala lebih terang dari biasanya, seolah tahu aku akan menunggu lebih lama. Aku berdiri di tempat yang sama, tapi kali ini tidak menyender. Tidak menunduk. Aku ingin terlihat—setidaknya oleh diriku sendiri.

Menit pertama berlalu.

Menit kedua.

Jam di ponselku bergerak pelan, terlalu pelan untuk menenangkan.

Aku berpikir tentang semua kebiasaan kecil yang selama ini kuanggap aman. Datang di jam yang sama. Berdiri di titik yang sama. Diam dengan rapi. Malam itu, untuk pertama kalinya, aku melanggar satu di antaranya.

Aku melangkah keluar dari bayangan lampu.

Satu langkah saja. Tapi rasanya seperti pengakuan. Aku berdiri di tengah halte, di tempat orang biasanya lewat, bukan menunggu. Jantungku berdetak lebih cepat—anehnya bukan karena takut, tapi karena berharap.

Kendaraan datang. Pergi.

Orang-orang turun. Naik.

Wajah-wajah asing lewat tanpa berhenti.

Aku mulai bertanya pada diri sendiri:

kalau malam ini ia datang, apa yang akan kulakukan?

Menyapanya? Tersenyum? Atau kembali berpura-pura seperti biasanya?

Langkah kaki terdengar dari ujung jalan. Pelan. Mendekat. Aku menoleh, hampir bersamaan dengan rasa yakin yang tiba-tiba muncul.

Bukan dia.

Seorang asing berhenti tak jauh dariku, menunggu kendaraan berikutnya. Aku mundur setengah langkah, kembali ke bayangan lampu. Dadaku terasa kosong dengan cara yang baru—lebih jujur, lebih telanjang.

Lalu ponselku bergetar.

Satu notifikasi. Bukan pesan.

Sebuah pengingat lama yang tak pernah kuhapus.

“Jangan menunggu terlalu lama.”

Aku menatap layar itu lama, sebelum akhirnya mengangkat kepala. Di ujung halte, seseorang berdiri ragu—di tempat yang biasanya kutempati.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak tahu siapa yang seharusnya melangkah lebih dulu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Taiyang
ani__sie
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Novel
BUBBLE LIGHT
Erniwati
Novel
A Collection of Love Short Stories
Jean Aira
Flash
Ternyata Aku Masih
Rafael Yanuar
Flash
Laut
Dara Oct
Novel
Untuk Dia
Ananda aulia shafa salshabila
Novel
Imagine about Her
Siji Getih
Novel
Sekuat Sesakit
Galaksi Biru
Novel
Novel ini adalah Usaha terakhirku untuk Jatuh Cinta
kayu manis
Novel
Bronze
Ana Uhibbuka Fillah season 1 [TELAH TERBIT]
elrena._
Novel
that moment when you realized you're (not) in love
kvease
Skrip Film
Borgol Dan Sepotong Cinta
Sapto Nugroho
Novel
Takdir Terindah
Mona Cim
Skrip Film
Second Chance.apk
dwi mojuk
Rekomendasi
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Novel
Series Detektif Senja
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Cerpen
Lorong yang Menganga
Aulia umi halafah
Cerpen
Anggaran Yang Hilang Jam Dua Pagi
Aulia umi halafah
Cerpen
Surat yang Tidak Pernah Sampai
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Penumpang Terakhir Malam Itu
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah