Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
1
Suka
7,752
Dibaca

Aku datang lebih awal malam itu.

Bukan karena ada alasan, tapi karena aku tidak ingin terlambat lagi pada sesuatu yang bahkan belum pernah terjadi.

Hujan belum turun, tapi udara sudah berat. Lampu halte menyala lebih terang dari biasanya, seolah tahu aku akan menunggu lebih lama. Aku berdiri di tempat yang sama, tapi kali ini tidak menyender. Tidak menunduk. Aku ingin terlihat—setidaknya oleh diriku sendiri.

Menit pertama berlalu.

Menit kedua.

Jam di ponselku bergerak pelan, terlalu pelan untuk menenangkan.

Aku berpikir tentang semua kebiasaan kecil yang selama ini kuanggap aman. Datang di jam yang sama. Berdiri di titik yang sama. Diam dengan rapi. Malam itu, untuk pertama kalinya, aku melanggar satu di antaranya.

Aku melangkah keluar dari bayangan lampu.

Satu langkah saja. Tapi rasanya seperti pengakuan. Aku berdiri di tengah halte, di tempat orang biasanya lewat, bukan menunggu. Jantungku berdetak lebih cepat—anehnya bukan karena takut, tapi karena berharap.

Kendaraan datang. Pergi.

Orang-orang turun. Naik.

Wajah-wajah asing lewat tanpa berhenti.

Aku mulai bertanya pada diri sendiri:

kalau malam ini ia datang, apa yang akan kulakukan?

Menyapanya? Tersenyum? Atau kembali berpura-pura seperti biasanya?

Langkah kaki terdengar dari ujung jalan. Pelan. Mendekat. Aku menoleh, hampir bersamaan dengan rasa yakin yang tiba-tiba muncul.

Bukan dia.

Seorang asing berhenti tak jauh dariku, menunggu kendaraan berikutnya. Aku mundur setengah langkah, kembali ke bayangan lampu. Dadaku terasa kosong dengan cara yang baru—lebih jujur, lebih telanjang.

Lalu ponselku bergetar.

Satu notifikasi. Bukan pesan.

Sebuah pengingat lama yang tak pernah kuhapus.

“Jangan menunggu terlalu lama.”

Aku menatap layar itu lama, sebelum akhirnya mengangkat kepala. Di ujung halte, seseorang berdiri ragu—di tempat yang biasanya kutempati.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak tahu siapa yang seharusnya melangkah lebih dulu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
SEMUA TENTANG KAMU
evi yuniati
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Novel
Jalan Cinta
Tina Agustiana
Novel
Hug Me
Padpn
Novel
I am not Princess
Nia Wijaya
Novel
Manusia dan Semestanya
Apriyogi
Novel
JUANG
Muhammad Fathan NP
Novel
Gold
Gustira
Mizan Publishing
Novel
I Love You, Marsya
Ikhsan Ardiansyah
Flash
Rindu
Rin
Flash
Bronze
Rahasia Cahaya Pertemuan Jiwa
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Kekasih Pinjaman
Marion Drossi
Novel
Terkurung Dalam Sangkar Emas
Jennar_
Cerpen
Bronze
Calon Suami untuk Nala
mellsbelle
Flash
Jumpa lagi kita di Batavia
Lentera jingga
Rekomendasi
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Cerpen
Surat yang Tidak Pernah Sampai
Aulia umi halafah
Cerpen
Rapat Tanpa Nama
Aulia umi halafah
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Cerpen
Hari Ini Aku Datang Lebih Awal
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
Salah Kirim Chat, Malah Jadi Gebetan
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah