Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Siang hari yang panas setelah pelajaran bahasa arab usai, gelombang panas menerpa ruang kelas dengan jendela sesedikit uang sakuku. Sebenarnya, selama pelajaran tadi, mataku hanya terfokus kepada satu hal—dan itu bukan papan tulis dengan coret-coretan aksara arab itu, tetapi gambar-gambar dengan style gothic di tangan gadis itu. Gambar-gambar itu memenuhi hampir seluruh pergelangan tangan kirinya.
Aku terpukau sekaligus kagum dengan betapa apiknya gambar-gambar yang terlukis di sana. Hari ini valentine, dan aku terpikir sesuatu cara—ekhem, ide bodoh, untuk memberikannya hadiah yang sudah kupersiapkan. Sebuah keychain berwarna kuning dengan model dinosaurus. Sekejap, kakiku sudah bergerak ke sana. Tak lama, aku sudah berdiri di depannya. Ia—dengan malas mengangkat wajahnya dari novel yang sedang ia baca.
"Apa?" Tanyanya malas.
"La, bagus banget gambar di tanganmu," ucapku sambil menunjuk pergelangan tangan kirinya.
"Oh, thanks " jawabnya sambil menyeringai. Deg! Sekejap, mode bertahan ku memerintahkan untuk membatalkan saja rencana bodoh ini, tetapi karena nanggung, yaudahlah.
"Coba deh tanganmu diginiin La." Ia menurut, kemudian dengan cepat, aku mengeluarkan keychain itu dari kantongku dan meletakkannya di telapak tangannya.
"Nih, kukasih. Free," setelah itu, tanpa menunggu jawabannya, aku langsung melipir pergi.
★★★
Keesokan harinya, ternyata keychain itu sudah terpasang rapi di tasnya. Ia menoleh ke arahku—tersenyum(senyum termanis abad ini). Aku membalasnya patah-patah, berusaha memasang senyum sebagus dan senatural mungkin. Sepertinya, ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Tetapi biarlah ilahi yang menuntun.