Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengapa?
1
Suka
1,130
Dibaca

Pak Alif datang ke rumah sakit pagi itu dengan langkah pelan, usianya hampir enam puluh, rambutnya mulai menipis, dan dadanya sering terasa berat sejak lama.

Setelah hutang BPJS-nya akhirnya bisa dilunasi, dari pinjaman tetangga yang tak banyak bicara, ia memberanikan diri memeriksakan jantungnya yang sudah lama bermasalah. Selain itu, Pak Alif membawa satu penyakit lain yang tak tercatat di map medis mana pun yaitu kecemasan yang terus hidup bersamanya sejak ia menikah.

Ruang tunggu rumah sakit terasa pengap, kursi plastik berderet, suara batuk saling bersahutan, dan televisi tua di sudut ruangan menyala tanpa benar-benar ditonton.

Pak Alif duduk sambil menekan dadanya pelan, kadang sakit itu datang seperti sengatan, kadang hanya berupa rasa tidak tenang yang menjalar ke seluruh tubuh. Ia mengantri, menunggu nomor dipanggil, sambil terus was-was, tak tahu apa yang lebih dulu akan menyerangnya, rasa sakit atau rasa takut.

Televisi menyiarkan berita tentang dana rumah sakit yang diselewengkan oleh banyak pejabat, angkanya besar, kalimatnya berbelit, dokter lewat tanpa menoleh, perawat sibuk dengan berkas, pasien lain terus berbincang soal antrean dan jam makan siang.

Tak ada yang benar-benar mendengar, termasuk Pak Alif, baginya, yang penting hanya satu, hari ini ia harus bertahan.

‎Waktu berjalan lambat, pagi bergeser ke siang, siang merambat ke sore, Pak Alif sempat berbincang dengan beberapa pasien lain, tentang cuaca, tentang antrean, tentang sakit yang rasanya mirip-mirip.

‎Saat namanya tak kunjung dipanggil, ia berdiri dan berjalan menuju mesin pengambilan tiket, ia ingin duduk sebentar, menenangkan diri, tangannya merogoh saku, menggenggam sebatang rokok, kebiasaan lama yang selalu memberi jeda padanya.

Seorang suster menegurnya halus, Pak Alif mengangguk, rokok itu tetap di tangannya, ia duduk, dadanya kembali terasa sesak, kali ini lebih berat, napasnya pendek, dunia seolah menyempit di sekeliling kursi plastik itu.

Tak lama kemudian, Pak Alif untuk selamanya terdiam.

Rokok yang belum sempat dinyalakan jatuh ke lantai, seekor kucing dari kolong kursi mendorongnya pelan hingga menggelinding.

Di kejauhan, sekelompok orang bersiap melakukan senam sore, lagu Mengapa? dari Koes Plus mengalun dari pengeras suara, lagu cinta yang terdengar seperti pertanyaan panjang, tentang janji-janji yang tak pernah benar-benar ditepati, dan rumah sakit itu tetap berjalan seperti biasa.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
SIRIUS SEOUL
Mizan Publishing
Novel
Masa Obsesi dan Labilnya Sebuah Karakter Anak Remaja
Muhammad ali sidik
Novel
Bronze
Smart Bad Girl
Desi Restiana A
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Mengapa?
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Oiran and The Summer Crow
Lail Arahma
Novel
Komorebi
Fitri F. Layla
Novel
Besties
Adila Afrida Z.
Novel
Gold
PCPK Art Academy
Noura Publishing
Novel
DGEN5
Endah Setiawati
Skrip Film
ELEGI CINTA MARIHOT
Embart nugroho
Skrip Film
Seasons In The Sun
Nurusifah Fauziah
Skrip Film
Suami Untuk Prita
Eko Hartono
Skrip Film
LOVE DRAWS
Cloverbean
Skrip Film
Sweet Disposition
Angeline Kartika
Rekomendasi
Flash
Mengapa?
Rere Valencia
Flash
Kimia
Rere Valencia
Flash
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Flash
Uang Berbicara
Rere Valencia
Flash
Egoisme Cinta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Adel Tersayang
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Flash
70 Musim
Rere Valencia
Flash
Balada Sedih
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Flash
Lebur
Rere Valencia
Flash
Ditertawakan Demi Bertahan Hidup
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Flash
Tergantung Sang Perancang Semesta
Rere Valencia
Flash
Mistik
Rere Valencia