Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Balada Sedih
1
Suka
4
Dibaca

Kisah dimulai saat Didi Davinha, bocah 8 tahun yang penuh percaya diri dalam melukis, melakukan perjalanan nekat dari Santos ke Sao Paulo. Dengan sepeda tua yang ia bawa dari temannya, ia berharap lukisannya diterima oleh kritikus berpengaruh, Benigno Agueda.

Didi adalah anak yang hanya hidup untuk seni; ia seolah tidak mampu melakukan hal lain selain melukis. Meski cerdas, ia enggan memedulikan hal lain. Bakat alaminya unik, ia belajar dari ayahnya, seorang pemahat amatir. Teknik kuasnya menyerupai cara memahat, menciptakan tekstur yang tidak dimiliki pelukis lain. Namun, orang tuanya melarang keras dan ingin Didi menjadi pejabat pemerintah karena kondisi ekonomi mereka yang sangat memprihatinkan.

‎Bukannya belajar, Didi malah melukis di buku tugas. Jawaban ujiannya penuh coretan abstrak yang bagi gurunya tidak bernilai. Akibatnya, ia sering dihukum dan dipukul penggaris. Orang tuanya mendukung guru tersebut karena menganggap melukis tidak ada masa depannya. Didi menjadi pembangkang; ia sering tidur di jalanan, melukis di pasir, atau menggores pohon dengan pisau. Tubuhnya kurus kering karena sering dihukum tidak diberi makan.

‎Suatu hari, ia membawa pergi sepeda temannya, Garicca Carlos, tanpa izin saat temannya itu bermain bola. Hal ini memicu amarah besar antar keluarga yang berakhir pada kesepakatan untuk melaporkan Didi ke polisi agar ia jera. Namun, Didi tak pernah kembali ke rumah, membuat kemarahan mereka berubah menjadi kecemasan yang mencekam.

‎Didi ternyata telah sampai di Sao Paulo dengan bekal seadanya. Meski kelaparan dan harus mengais makanan di tempat sampah, ia tetap ceria saat bertemu Agueda. Tragisnya, Agueda yang sombong meremas dan membuang lukisan Didi tanpa melihatnya. Didi pulang dengan hati hancur di tengah teriknya kota.

‎Beberapa bulan kemudian, nurani Agueda terusik. Ia nekat mencari kembali lukisan itu di tempat sampah yang busuk. Saat melihatnya, ia sangat terkejut karena lukisan itu sungguh istimewa. Ia segera menyiarkan pencarian Didi di televisi. Orang tua Didi yang baru tahu dari tetangga merasa bangga sekaligus hancur.

‎Agueda mendatangi rumah Didi, namun disambut tangis Garicca. Kabar pahit terucap: Didi telah mengakhiri hidupnya dengan terjun dari tebing karena harapannya dirampas oleh Agueda. Sang kritikus berteriak histeris, menyadari kesombongannya telah membunuh bakat jenius.

Kisah berakhir dengan Agueda berjalan gontai meninggalkan kemewahannya, merapalkan doa pengakuan dosa sepanjang jalan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Balada Sedih
Rere Valencia
Flash
SATU MALAM UNTUK BERTINDAK
Penulis N
Cerpen
Beras Operasi Pasar Berpasir
Yovinus
Novel
Gasing Bambu
bomo wicaksono
Novel
Bhairava
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Dinda Mimpi
Aneidda
Cerpen
Sniper
Rexa Strudel
Flash
Menjinakkan Naga
Impy Island
Novel
Nataraja
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Bronze
Resiko
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Jejak Keadilan di Balik Derita
Muhammad Ari Pratomo
Flash
Bronze
Sayap
Y. N. Wiranda
Flash
Bronze
Menit ke Tujuh
Siti Soleha
Novel
mantan perampok
muhammad syaepul anam
Cerpen
Bronze
PEDRO4D TEMPAT GAME ONLINE TERBAIK
pedro4d
Rekomendasi
Flash
Balada Sedih
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pandanglah Langit Di Atas Sana, Maru!
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Paris, 4 Mei
Rere Valencia
Flash
Tergantung Sang Perancang Semesta
Rere Valencia
Novel
Berharga
Rere Valencia
Flash
Kimia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tak Bisa Memilih
Rere Valencia
Flash
Bronze
Adel Tersayang
Rere Valencia
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Flash
13
Rere Valencia
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia