Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
CUKUP
6
Suka
9,208
Dibaca

  Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk belajar membaca cuaca di matanya. Namun, hingga detik ini, aku tetap gagal. Di rumah ini, atmosfer tidak ditentukan oleh musim, melainkan oleh bagaimana cara dia membuka mulut.

"Kamu enak tinggal di rumah,aku yang capek kerja," kalimat itu meluncur begitu saja, setajam sembilu, memotong udara yang sedang kucoba hirup dengan tenang.

Tidak ada memar biru di kulitku, tapi hatiku sudah penuh dengan jahitan luka yang ia buat lewat kata-kata.

Aku telah memaafkan hingga hitunganku habis.

Aku telah menangis hingga air mataku terasa tawar.

Dulu, aku berdoa agar dia berubah. Lalu doaku menyusut,aku hanya ingin dia mengerti. Aku menerima egonya, suasana hatinya yang berantakan, dan sikap diamnya yang selalu mengacuhkan ku bagaikan orang asing.

Tak masala dalam keadaan sesulit apapun ku tetap memegang tangannya.

Aku bertahan pada satu tumpuan,yaitu aku sudah memilihnya, maka aku harus menelannya bulat-bulat. Bahkan saat melihat anak kami bermain di sudut kamar, aku sering berbohong pada diri sendiri bahwa "tidak apa-apa selama kita bersama."

Namun, mencintai sendirian itu melelahkan. Aku menyadari kami hanya berputar di titik awal yang sama. Mengabaikan rasa sakit dengan dalih cinta ternyata hanyalah cara lain untuk bunuh diri perlahan.

Kini, aku memilih menyerah. Bukan karena cintaku mati--cinta itu masih ada, berdenyut nyeri di balik dadaku. Aku pergi karena aku sadar, hubungan ini tidak punya masa depan untuk tempatku tumbuh.

Ketika rasa sakit sudah lebih besar dari rasa cinta, langkah kaki keluar pintu adalah satu-satunya cara untuk tetap hidup.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
sticky notes
cippocip
Novel
Bronze
Secercah Asa
Corla Lums
Flash
Bronze
Surat dari Penjara
Sulistiyo Suparno
Flash
CUKUP
Milteay
Cerpen
Kesaksian Si Cicak
Indah Thaher
Novel
Mauliate Gendis
Fitri Handayani Siregar
Novel
Bronze
Siapa Namamu?
Hesti Ary Windiastuti
Flash
Manusia Pertama
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Kisah Kelam Kehidupan: Si Buruk Rupa Juga Manusia Biasa
mahes.varaa
Flash
Titik Kesia-Siaan
Rahmi Azzura
Novel
Syak Puan
Widiyati Puspita Sari
Komik
bintang
happySyndrom
Flash
Bronze
Aku, Dia dan Sahabatku
Christya Dita Yeskiaulina
Flash
Bronze
Onde Estás
Silvarani
Komik
David and his ordinary life
Tri Agustinauli
Rekomendasi
Flash
CUKUP
Milteay
Novel
Vibration of Destiny
Milteay