Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
CUKUP
6
Suka
6,254
Dibaca

  Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk belajar membaca cuaca di matanya. Namun, hingga detik ini, aku tetap gagal. Di rumah ini, atmosfer tidak ditentukan oleh musim, melainkan oleh bagaimana cara dia membuka mulut.

"Kamu enak tinggal di rumah,aku yang capek kerja," kalimat itu meluncur begitu saja, setajam sembilu, memotong udara yang sedang kucoba hirup dengan tenang.

Tidak ada memar biru di kulitku, tapi hatiku sudah penuh dengan jahitan luka yang ia buat lewat kata-kata.

Aku telah memaafkan hingga hitunganku habis.

Aku telah menangis hingga air mataku terasa tawar.

Dulu, aku berdoa agar dia berubah. Lalu doaku menyusut,aku hanya ingin dia mengerti. Aku menerima egonya, suasana hatinya yang berantakan, dan sikap diamnya yang selalu mengacuhkan ku bagaikan orang asing.

Tak masala dalam keadaan sesulit apapun ku tetap memegang tangannya.

Aku bertahan pada satu tumpuan,yaitu aku sudah memilihnya, maka aku harus menelannya bulat-bulat. Bahkan saat melihat anak kami bermain di sudut kamar, aku sering berbohong pada diri sendiri bahwa "tidak apa-apa selama kita bersama."

Namun, mencintai sendirian itu melelahkan. Aku menyadari kami hanya berputar di titik awal yang sama. Mengabaikan rasa sakit dengan dalih cinta ternyata hanyalah cara lain untuk bunuh diri perlahan.

Kini, aku memilih menyerah. Bukan karena cintaku mati--cinta itu masih ada, berdenyut nyeri di balik dadaku. Aku pergi karena aku sadar, hubungan ini tidak punya masa depan untuk tempatku tumbuh.

Ketika rasa sakit sudah lebih besar dari rasa cinta, langkah kaki keluar pintu adalah satu-satunya cara untuk tetap hidup.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
HABROMANIA
Jessamine
Novel
DEAR FM
Baesshjn
Novel
Asmara Istri Majikan Tersayang
Kaiserin
Novel
Bronze
BINGKISAN DI BAWAH MEJA
Efi supiyah
Komik
In Silence
Adelina Pakpahan
Flash
Bronze
Pertama
SIONE
Flash
Bronze
The Hua Dynasty Warrior Princess
Silvarani
Flash
CUKUP
Milteay
Novel
Kamu Tidak Sendirian
Amar Ma'ruf
Novel
Satan's Dining Table
Asfar Asfahan
Skrip Film
About Last Night
handiko suharso
Skrip Film
lius coba bener
John Doe1
Novel
CALL YOU MINE
Fadila Damayanti
Novel
Negeri Enam Musim
Putu Winda K.D
Novel
Bicara Tanpa Suara
Siti Amrul
Rekomendasi
Flash
CUKUP
Milteay
Novel
Vibration of Destiny
Milteay