Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Di Antara
0
Suka
5
Dibaca

Setiap kali Rana melihat ke arah cermin, ia seakan mencelos saat mengetahui betapa mengerikan penampilannya. Mata yang menatap kosong dengan lingkar hitam yang samar. Bibir pucat yang stagnan di tempat. Serta wajah yang perlahan dipenuhi jerawat sebab tak terawat.

Hhhhh...

Rana melengos pergi setelah dirinya mendengus kasar mengomentari penampilan wajahnya. Toh, ia merasa tak punya siapapun yang akan bercuit betapa mengerikan wajahnya saat ini. Dengan malas Rana mengambil handuk dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi yang tak jauh dari kamar.

Kreeet..

Suara pintu kamar mandi yang terdengar khas membuat mata Rana yang masih setengah terbuka itu melebar.

“Hai..” sapa Rana pada sosok dengan kepala terlampir handuk yang baru saja keluar dari kamar kecil itu. Tanpa menjawab apapun, orang yang disapanya hanya beranjak pergi dengan santai.

“Apaan sih tu orang!?” gumam Rana sedikit kesal. Dirinya segera memasuki kamar mandi dan menutupnya rapat-rapat.

Saat Rana kembali ke kamarnya yang berantakan, ia dibuat heran dengan seseorang yang tidur nyaman di kasurnya.

“Ngapain tu orang pake tidur di tempatku?!..” berusaha tak peduli pada sosok di balik selimutnya, Rana berbenah dan merias diri. Acara yang sudah dinanti-nanti sejak satu bulan yang lalu akan digelar tiga jam lagi, sebuah pameran seni di kota tempat Rana tinggal.

Ah! Kunciku!” seru Rana kala menyadari kunci rumah yang belum ia bawa. Setelah dirasa tak ada lagi yang tertinggal, Rana bersiul senang menuruni tangga gedung tua yang lumayan melelahkan. Saat kakinya hampir melangkah ke luar gedung yang ia tinggali, tiba-tiba ia tersadar akan asingnya dunia luar.

“Apa karena aku tak pernah keluar?” ucapnya bertanya-tanya. Tak mengacuhkan hal itu, Rana terus melangkah dengan senyum lebar yang penuh antusias.

Aaarghhh!!!!!

***

Hoaaaahm...

Rana menguap lebar seraya menutupnya dengan tangan, menikmati kantuk yang tengah melanda. Akhir-akhir ini ia merasa begitu lelah, padahal ke luar rumah saja tak pernah, ditambah lagi suasana yang sedikit gerah. Aaah.. Rana benar-benar merasa resah.

Memikirkan semua hal-hal yang tak ingin ia khawatirkan membuat dirinya malas untuk bangun dan beranjak. Namun seseorang yang tiba-tiba memasuki kamarnya membuat Rana terjaga.

“Ngapain tu orang pake tidur di tempatku?!..”

Suara seseorang yang terdengar familiar itu membuat kening Rana berkerut.

Tempatnya? Jelas-jelas ini tempatku, bisa-bisanya orang itu mengklaim seenaknya!” seru Rana dalam hati. Tanpa bergerak sedikitpun, ia menyimak dalam diam setiap pergerakan yang tertangkap pada indra. Setelah dirasa tak ada suara apapun, Rana membuka selimutnya dan berdiri menghadap cermin yang tergantung di depan lemari.

Crakk!!

Cermin itu tiba-tiba retak. Membuat wajah datar Rana pucat pasi.

Ini tidak benar! Batin Rana masygul. Dengan tergesa, ia mengecek kamar mandi dan mendapati pintunya tertutup rapat dengan suara kran yang mengalir deras, serta senandung kecil yang kadangkala ia dendangkan saat mandi.

Bulu kuduk Rana meremang. Takut-takut ia coba menonjok dinding di depannya.

“Waduh! Tanganku nembus..” ucap Rana lirih tak percaya.

Dengan paksa, Rana menerobos pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya. Kosong. Rana berlari menuju balkon untuk melihat seseorang yang keluar dari gedung apartemen.

“Tidak ada. Apa aku.. telah jatuh?” gumam Rana menebak-nebak.

Rana kembali masuk dan menatap cermin yang retak itu dengan tatapan nanar.

“Aku tahu diriku telah tiada. Hilang di antara dua kemungkinan, dan aku tersesat di antaranya.. antara hidup dan mati..”

Pandangan Rana semakin kabur, bersiap jatuh untuk kemudian memilih pasrah, atau bangkit dan keluar dari lingkaran tanpa ujung yang ia ciptakan.

Pada akhirnya, sebuah ending akan ditentukan oleh sang pejalan waktu. Akankah ia terus mengulang dalam ingatan, atau berhenti dan menetapkan tujuan baru hingga terbang pada kemungkinan tanpa batas.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Di Antara
Khirnis
Novel
UNSOLVED CASE
Gemini QT
Novel
Bronze
Susuk Jaipong
silvi budiyanti
Flash
Bronze
Di Balik Dinding
Omius
Flash
Little Girl
Ika Karisma
Flash
Bulan Biru
Ravistara
Novel
Syarat dari Surat
Yuda Juanda
Novel
Rahasia Sofi (revisi)
SyerrilAuztin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Novel
Kisah Protokol X
Penulis N
Cerpen
WITNESS
Rudie Chakil
Novel
Miss Mercenary
H.N.Minah
Cerpen
Interval Zone
awod
Cerpen
Bisikan Fajar
sukria zakia
Rekomendasi
Flash
Di Antara
Khirnis