Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Antara Tradisi dan Ambisi di Lembah Kabut
0
Suka
5
Dibaca

Lembah Kabut, sebuah desa terpencil yang terletak di kaki gunung, dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau dan tradisinya yang kental. Di sana, hiduplah seorang pemuda bernama Aris. Ia adalah putra tunggal kepala desa, yang dipersiapkan untuk mewarisi tampuk kepemimpinan dan melestarikan adat istiadat leluhur.

Sejak kecil, Aris dididik untuk mencintai Lembah Kabut dan mengabdikan diri untuk kemajuan desanya. Ia belajar tentang sejarah desa, seni tari tradisional, dan cara bercocok tanam yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ayahnya, Kepala Desa Darmawan, adalah sosok yang disegani dan dihormati. Aris sangat mengagumi ayahnya dan bertekad untuk menjadi seperti dia.

Namun, di balik kesetiaan dan tanggung jawabnya, Aris menyimpan sebuah mimpi yang berbeda. Ia ingin menjadi seorang fotografer profesional. Ia terpesona dengan keindahan dunia luar dan ingin mengabadikannya melalui lensa kameranya. Ia ingin menunjukkan kepada dunia betapa indahnya Lembah Kabut, tetapi juga ingin melihat dunia yang lebih luas.

Mimpinya itu ia simpan rapat-rapat. Ia takut mengecewakan ayahnya dan melanggar tradisi desa. Ia tahu, menjadi fotografer bukanlah pekerjaan yang lazim di Lembah Kabut. Masyarakat desa lebih menghargai pekerjaan sebagai petani atau pengrajin.

Suatu hari, seorang fotografer dari kota datang ke Lembah Kabut untuk membuat liputan tentang keindahan alam dan budaya desa. Aris memberanikan diri untuk mendekati fotografer itu. Ia menunjukkan hasil jepretan fotonya yang selama ini ia simpan.

Fotografer itu, yang bernama Rina, terkejut dengan bakat Aris. Ia melihat potensi besar dalam diri Aris. Ia menyarankan Aris untuk mengikuti pelatihan fotografi di kota. Rina berjanji akan membantu Aris untuk mengembangkan bakatnya.

Aris bimbang. Ia sangat ingin mengikuti pelatihan itu, tetapi ia takut meninggalkan Lembah Kabut dan mengecewakan ayahnya. Ia menceritakan dilemanya kepada Rina.

Rina memberikan Aris sebuah nasehat yang bijaksana. "Aris, tradisi itu penting, tetapi mimpi juga penting. Jangan biarkan tradisi menghalangimu untuk meraih mimpimu. Buktikan kepada ayahmu bahwa kamu bisa melestarikan tradisi sambil mengejar mimpimu."

Dengan berat hati, Aris memutuskan untuk berbicara dengan ayahnya. Ia mengungkapkan mimpinya untuk menjadi seorang fotografer. Ia juga berjanji akan tetap mencintai Lembah Kabut dan mengabdikan diri untuk kemajuan desanya.

Kepala Desa Darmawan terkejut mendengar pengakuan Aris. Ia merasa kecewa karena Aris ingin meninggalkan tradisi keluarga. Namun, ia juga melihat semangat dan keyakinan dalam diri Aris.

Setelah merenung beberapa lama, Kepala Desa Darmawan akhirnya memberikan restunya. Ia mengatakan, ia ingin Aris bahagia dan sukses dalam meraih mimpinya. Ia juga meminta Aris untuk tidak melupakan Lembah Kabut dan selalu menjaga nama baik desa.

Aris sangat senang dan berterima kasih kepada ayahnya. Ia berjanji akan memenuhi semua permintaan ayahnya. Ia kemudian mengikuti pelatihan fotografi di kota.

Aris belajar dengan tekun dan giat. Ia menguasai berbagai teknik fotografi dan mengembangkan gaya fotografinya sendiri. Ia sering mengirimkan foto-fotonya ke berbagai majalah dan media online.

Lama kelamaan, nama Aris semakin dikenal di dunia fotografi. Ia memenangkan berbagai penghargaan dan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. Ia menjadi fotografer profesional yang sukses.

Namun, Aris tidak pernah melupakan Lembah Kabut. Ia sering pulang ke desa untuk mengunjungi keluarganya dan mengabadikan keindahan alam dan budaya desanya. Ia membuat pameran foto tentang Lembah Kabut di berbagai kota dan negara.

Melalui foto-fotonya, Aris memperkenalkan Lembah Kabut kepada dunia. Ia menunjukkan betapa indahnya alam dan budaya desa, serta betapa ramah dan hangatnya masyarakatnya. Ia membantu meningkatkan pariwisata di Lembah Kabut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Aris berhasil membuktikan kepada ayahnya bahwa ia bisa melestarikan tradisi sambil mengejar mimpinya. Ia menjadi seorang fotografer profesional yang sukses dan seorang putra desa yang membanggakan. Ia menemukan kebahagiaan sejati dalam mengabdikan diri untuk Lembah Kabut dan mengabadikan keindahan dunia melalui lensa kameranya.

Kisah Aris menjadi inspirasi bagi generasi muda di Lembah Kabut. Ia membuktikan bahwa tradisi dan ambisi bisa berjalan beriringan. Ia mengajarkan mereka untuk tidak takut bermimpi dan berani mengejar mimpi, sambil tetap mencintai dan melestarikan tradisi leluhur. Aris, sang pewaris mimpi, telah menemukan jalannya menuju kebahagiaan di antara tradisi dan ambisi di Lembah Kabut.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Novel
Rama's Story : Gita Chapter 4 - Flight 411
Cancan Ramadhan
Flash
Antara Tradisi dan Ambisi di Lembah Kabut
Lukitokarya
Flash
Bronze
Resiko
DMRamdhan
Flash
Pulau Ginjer
karyasmpitinsankamil
Flash
Jati Diri
Diyanti Rita
Cerpen
Bronze
Melawan Api
Mochammad Ikhsan Maulana
Flash
Jalan Bareng Bule Jerman
Luca Scofish
Flash
Bronze
Apel Hijau untuk Ketum
Silvarani
Cerpen
Bronze
JAWAB NURANI
Alif Lambang
Novel
Bronze
RAJAPATI
Robby Kusumalaga
Flash
Dewi The Super Woman Part. 2
Bramanditya
Flash
Bronze
Tokoh Asing dalam Cerita
Afri Meldam
Novel
Gold
The Lost Hero
Noura Publishing
Flash
Penguntit
DIANAZ
Flash
Bronze
100 Kode Area Panggilan Telepon
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Antara Tradisi dan Ambisi di Lembah Kabut
Lukitokarya
Flash
bisikan hati di balik topeng
Lukitokarya
Cerpen
Lukisan Senja di Balik Jendela
Lukitokarya
Flash
Hati mu di layar
Lukitokarya
Flash
Cubitan Manja Sang Primadona
Lukitokarya
Cerpen
Sebuah Catatan Galau
Lukitokarya
Cerpen
Senandung Patah Hati di Kedai Kopi Senja
Lukitokarya
Cerpen
Bayang-Bayang Masa Lalu
Lukitokarya
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Flash
senandung rindu di balik panggung
Lukitokarya
Flash
Secangkir coklat di musim dingin
Lukitokarya
Flash
Kisah di Balik Kedai Kopi Usang
Lukitokarya
Flash
November di Kedai Usang
Lukitokarya
Flash
Cahaya memudar di lantai
Lukitokarya
Cerpen
Lentera di Ujung Lorong
Lukitokarya