Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Tanaman Ini Tanpamu
0
Suka
1,810
Dibaca

“Aku kembali,” gumamku saat turun dari angkutan kota. Sesampainya di gerbang, aku melihat kangkung di instalasi hidroponik itu tumbuh dengan baik. rasanya, generasi yang melanjutkan kegiatan urban farming disini sangat amanah. Tidak, bahkan mungkin ini passion mereka, bukan sekedar tanggung jawab.

Saatku berjalan kedepan untuk melihat tanaman lain, seseorang memanggilku dari belakang. Nampaknya sosok laki-laki, dan suaranya seperti tidak asing.

“Kak Soleh!” teriaknya. Aku menoleh, membalikan badanku juga. Dan tidak salah lagi, itu Raihan.

“Halo, apa kabar han?” tanyaku sambil menghampiri dan menyalaminya.

Raihan meletakan potnya, mengayunkan tangannya dan menjawab, “Baik Alhamdulillah kak. Udah lama banget kakak enggak kesini. Dari tadi disini? Kok enggak ngasih kabar dulu?”

 “Hehe, lagi ada acara di kota. tadinya memang gak kepikiran untuk main kesini. Tapi, entahlah. Takdir membawaku kesini setelah hampir 2 tahun.”

Raihan merespon, “Iya kak udah lama banget kakak enggak kesini,”

Aku membalasnya dengan tersenyum. Tapi Raihan lanjut bertanya, “Apa karena… kak Astri sudah enggak ada?”

Sesuai firasat, pertanyaan itu mengudara. Kepalaku menghadap tanah sesaat, mengumpulkan energi untuk kembali tersenyum. “Yaa, begitulah. Hehe,”

Lalu Raihan mengalihkan pembicaraan, “Alhamdulillah, kegiatan disini berkembang pesat kak. Kita jadi punya ruang hijau lagi setelah satu dekade lebih kota ini menambah banyak gedung pencakar langitnya. Komunitas anak-anak muda di kota juga banyak yang tertarik aktif menghidupkan kegiatan disini. Semua berkat inisiatif kalian 2 tahun lalu,”

Aku tersipu malu sesaat. “Eh? Syukurlah. Tapi tentu ini juga atas dasar semangat angkatanmu, regenerasi petani kota jadi bisa terus ada.”

Raihan mengangguk dan tersenyum. “Ayo kak ke anak-anak, pasti mereka senang dengan kehadiran kak Soleh.”

“Boleh deh,” jawabku secara spontan. Aku berjalan bersama Raihan melewati aneka tanaman yang sedang menuju waktu panen.

Tapi ditengah asrinya kawasan ini, tetap ada rasa sesak yang tidak hilang.

“Astri, semoga semua ini amalnya mengalir ke tempatmu sekarang ya, aamiin.”~

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Novel
Dear Allah, aku Mencintai-Mu
Nawasena Afati
Novel
Bronze
Warga +62... Ramadhan Bersama Covid-19
St. Hafsah Nuradilah Hamzah
Novel
Bronze
Katamu Aku Cantik
Farida Zulkaidah Pane
Novel
Kaerumichi
Panji Pratama
Novel
Bronze
Perjalanan Hijrah Althea
Author Zahra
Flash
Bronze
Tali Pocong
Sulistiyo Suparno
Novel
Gold
Hijrah Itu Cinta
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Bos yang Salah, Hidayah yang Tepat
Rini Jumarni
Flash
Bronze
Burung Nasar dan Burung Layang-Layang
Ahmad Muhaimin
Novel
SEBAGAI CONTOH
Zainul Muttaqin
Novel
Bronze
Rossa: Rembulan di Balik Kabut
Imajinasiku
Novel
Reminisce
Ghyna Amanda
Novel
Bronze
Ayam Kampus Story
Sukma Maddi
Novel
Jilbab Panjang
Ayu Melati
Rekomendasi
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Pundak Perintis
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Cahaya Aksara Dunia Maya
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Sungguh
Adam Nazar Yasin
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Senyum Syukur
Adam Nazar Yasin