Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Tanaman Ini Tanpamu
0
Suka
427
Dibaca

“Aku kembali,” gumamku saat turun dari angkutan kota. Sesampainya di gerbang, aku melihat kangkung di instalasi hidroponik itu tumbuh dengan baik. rasanya, generasi yang melanjutkan kegiatan urban farming disini sangat amanah. Tidak, bahkan mungkin ini passion mereka, bukan sekedar tanggung jawab.

Saatku berjalan kedepan untuk melihat tanaman lain, seseorang memanggilku dari belakang. Nampaknya sosok laki-laki, dan suaranya seperti tidak asing.

“Kak Soleh!” teriaknya. Aku menoleh, membalikan badanku juga. Dan tidak salah lagi, itu Raihan.

“Halo, apa kabar han?” tanyaku sambil menghampiri dan menyalaminya.

Raihan meletakan potnya, mengayunkan tangannya dan menjawab, “Baik Alhamdulillah kak. Udah lama banget kakak enggak kesini. Dari tadi disini? Kok enggak ngasih kabar dulu?”

 “Hehe, lagi ada acara di kota. tadinya memang gak kepikiran untuk main kesini. Tapi, entahlah. Takdir membawaku kesini setelah hampir 2 tahun.”

Raihan merespon, “Iya kak udah lama banget kakak enggak kesini,”

Aku membalasnya dengan tersenyum. Tapi Raihan lanjut bertanya, “Apa karena… kak Astri sudah enggak ada?”

Sesuai firasat, pertanyaan itu mengudara. Kepalaku menghadap tanah sesaat, mengumpulkan energi untuk kembali tersenyum. “Yaa, begitulah. Hehe,”

Lalu Raihan mengalihkan pembicaraan, “Alhamdulillah, kegiatan disini berkembang pesat kak. Kita jadi punya ruang hijau lagi setelah satu dekade lebih kota ini menambah banyak gedung pencakar langitnya. Komunitas anak-anak muda di kota juga banyak yang tertarik aktif menghidupkan kegiatan disini. Semua berkat inisiatif kalian 2 tahun lalu,”

Aku tersipu malu sesaat. “Eh? Syukurlah. Tapi tentu ini juga atas dasar semangat angkatanmu, regenerasi petani kota jadi bisa terus ada.”

Raihan mengangguk dan tersenyum. “Ayo kak ke anak-anak, pasti mereka senang dengan kehadiran kak Soleh.”

“Boleh deh,” jawabku secara spontan. Aku berjalan bersama Raihan melewati aneka tanaman yang sedang menuju waktu panen.

Tapi ditengah asrinya kawasan ini, tetap ada rasa sesak yang tidak hilang.

“Astri, semoga semua ini amalnya mengalir ke tempatmu sekarang ya, aamiin.”~

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Novel
Bronze
Wanita Pilihan
Julia Rosyad
Novel
Aku dan Syawal
Siti Sarah Madani
Cerpen
Bronze
Istri yang Bertanduk
Darryllah Itoe
Novel
Air Mata Bintang
kieva aulian
Komik
Imran dkk.
Haryati S Slamet
Novel
Gold
Dreams Come True
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Isteriku Selingkuh Dengan Mafia
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Humairahku dan Ranah Minang
Salfia afriadi
Novel
I'm The Motivator
Azza Aprisaufa
Cerpen
Bronze
Sarung Terakhir Abah
Dwi Wahyu Kurniawati
Novel
Bronze
Tiket emas daun jagung
Edi sandayu
Flash
Jiwa Dalam Kegelapan
Dita Xian
Flash
Bronze
Pada Hitungan Ketiga
Hadis Mevlana
Cerpen
The Two of Us
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Senyum Syukur
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Sungguh
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin