Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Tanaman Ini Tanpamu
0
Suka
1,645
Dibaca

“Aku kembali,” gumamku saat turun dari angkutan kota. Sesampainya di gerbang, aku melihat kangkung di instalasi hidroponik itu tumbuh dengan baik. rasanya, generasi yang melanjutkan kegiatan urban farming disini sangat amanah. Tidak, bahkan mungkin ini passion mereka, bukan sekedar tanggung jawab.

Saatku berjalan kedepan untuk melihat tanaman lain, seseorang memanggilku dari belakang. Nampaknya sosok laki-laki, dan suaranya seperti tidak asing.

“Kak Soleh!” teriaknya. Aku menoleh, membalikan badanku juga. Dan tidak salah lagi, itu Raihan.

“Halo, apa kabar han?” tanyaku sambil menghampiri dan menyalaminya.

Raihan meletakan potnya, mengayunkan tangannya dan menjawab, “Baik Alhamdulillah kak. Udah lama banget kakak enggak kesini. Dari tadi disini? Kok enggak ngasih kabar dulu?”

 “Hehe, lagi ada acara di kota. tadinya memang gak kepikiran untuk main kesini. Tapi, entahlah. Takdir membawaku kesini setelah hampir 2 tahun.”

Raihan merespon, “Iya kak udah lama banget kakak enggak kesini,”

Aku membalasnya dengan tersenyum. Tapi Raihan lanjut bertanya, “Apa karena… kak Astri sudah enggak ada?”

Sesuai firasat, pertanyaan itu mengudara. Kepalaku menghadap tanah sesaat, mengumpulkan energi untuk kembali tersenyum. “Yaa, begitulah. Hehe,”

Lalu Raihan mengalihkan pembicaraan, “Alhamdulillah, kegiatan disini berkembang pesat kak. Kita jadi punya ruang hijau lagi setelah satu dekade lebih kota ini menambah banyak gedung pencakar langitnya. Komunitas anak-anak muda di kota juga banyak yang tertarik aktif menghidupkan kegiatan disini. Semua berkat inisiatif kalian 2 tahun lalu,”

Aku tersipu malu sesaat. “Eh? Syukurlah. Tapi tentu ini juga atas dasar semangat angkatanmu, regenerasi petani kota jadi bisa terus ada.”

Raihan mengangguk dan tersenyum. “Ayo kak ke anak-anak, pasti mereka senang dengan kehadiran kak Soleh.”

“Boleh deh,” jawabku secara spontan. Aku berjalan bersama Raihan melewati aneka tanaman yang sedang menuju waktu panen.

Tapi ditengah asrinya kawasan ini, tetap ada rasa sesak yang tidak hilang.

“Astri, semoga semua ini amalnya mengalir ke tempatmu sekarang ya, aamiin.”~

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Novel
Gold
Saring Sebelum Sharing
Bentang Pustaka
Skrip Film
Pesugihan Putih
hidayatullah
Cerpen
Di Ujung Azan Subuh
Penulis N
Flash
Adi Parasakti
Vitri Dwi Mantik
Flash
Bronze
Monumen untuk Adam
Ahmad Muhaimin
Flash
Kisah Sepasang Sepatu
Melani Kartika Sari
Cerpen
Bronze
Sobrot
Dewanto Amin Sadono
Novel
Bersua di Jannah-Nya
Rahmah Athaillah
Flash
Bronze
Menggenggam Matahari
Silvarani
Novel
Bronze
Faisal & Nisa ~ Karena Cinta Bukan Sebatas Kata-kata
Ummu Salamah Ali
Novel
Gold
HIJRAH CINTA
Falcon Publishing
Novel
Bronze
IYYAAKI HUBBII
Daud Farma
Novel
Gold
Dari Delft Hingga Madinah
Noura Publishing
Cerpen
Bronze
Terjerat Cinta Ustadzah
muhammad budi suryono
Rekomendasi
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Senyum Syukur
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Cahaya Aksara Dunia Maya
Adam Nazar Yasin
Flash
Arunika
Adam Nazar Yasin
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin