Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
3
Suka
741
Dibaca

Manuel Gotze, pimpinan sebuah firma akuntansi di Jerman, mendapati dunianya runtuh dalam satu hari yang kelabu. Setelah memeriksakan kepalanya yang sering pening, dokter memberikan vonis yang mustahil: sel darah putih di otaknya telah memakan sel darah merah selama lima belas tahun tanpa ia sadari. Kini, hidupnya hanya tersisa empat hari lagi. Gotze menolak tawaran doa dari seorang pastor karena ia percaya bahwa setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan secara nyata; baginya, dosa harus ditebus dengan tindakan, bukan sekadar simbol.

‎Sepulangnya dari dokter, ia mendapati kantornya di lantai 78 sedang dibongkar paksa karena pengkhianatan rekan bisnisnya, Peter Glasisch. Glasisch memalsukan tanda tangan Gotze dan membuatnya dituduh mencurangi karyawan demi keuntungan pribadi. Seluruh asetnya disita bank, dan istrinya, Elisa Braum, langsung melayangkan gugatan cerai karena menganggap Gotze pria yang sangat licik. Dalam kemarahan yang meluap, Elisa sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Gotze untuk menjelaskan kebenaran maupun penyakit mematikan yang ia derita.

‎Kabar buruk berlanjut saat putranya, Hermann, ditangkap polisi karena mengedarkan zat terlarang. Lebih pahit lagi, Hermann terlibat dalam skandal yang merusak kemurnian jiwa anak-anak di bawah umur melalui sebuah pertunjukan kelam yang tak seharusnya mereka saksikan. Di tengah badai itu, Gotze mendapat kabar bahwa ayahnya, Allan, baru saja merenggut napas terakhir ibunya akibat amarah maut yang dipicu masalah sepele: taburan merica pada telur dadar yang memicu alergi hebat sang ayah.

‎Alih-alih menyerah pada nasib, Gotze bertekad menjadikan sisa empat harinya waktu yang paling sempurna. Hari pertama dan kedua ia habiskan bersama Hermann di bawah pengawasan polisi. Gotze menyadari bahwa selama ini ia dan Elisa telah menelantarkan putra mereka demi kesuksesan bisnis. Gotze membiarkan Hermann melakukan hal-hal yang dulu dilarangnya, termasuk minum Sangria bersama di taman kota. Namun, Hermann memiliki satu permintaan terakhir: ia ingin makan malam bersama ayah dan ibunya sebagai sebuah keluarga.

‎Awalnya, Elisa menolak keras ajakan tersebut karena kebenciannya yang mendalam. Namun, Gotze membujuknya dengan penuh ketulusan, menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk duduk bersama sebagai keluarga sebelum Hermann kehilangan kebebasannya dalam waktu yang sangat lama. Dengan berat hati, Elisa akhirnya setuju untuk hadir dalam perjamuan itu. Hari ketiga, ia merawat ayahnya di tahanan. Mereka mengenang masa lalu tentang arti nama "Gotze" tanpa membahas tragedi kematian ibunya sedikit pun.

Di hari terakhir, meski kepalanya terasa sangat sakit, ia berjalan kaki mendatangi satu per satu rumah karyawannya untuk meminta maaf. Gotze akhirnya kembali ke taman, meminum Sangria terakhirnya, dan meninggal dengan tenang di sana. Baginya, ia telah berhasil menutup catatannya dengan sebuah hari yang sempurna.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Novel
Bronze
Hidden Memories
Rene
Novel
Bronze
PENGANGGURAN CUMLAUDE
Abdul Khair
Novel
Gold
PCPK Dream Catcher
Noura Publishing
Novel
1#Cinta
yopi
Novel
PEREMPUAN TANPA GUNUNG
Aldi A.
Skrip Film
SAH!
Rinaha Ardelia (Seorin Lee)
Skrip Film
Indah In korea
Galang Vandi Mehisa
Flash
Bronze
Yang Kau Sebut Rumah
Febby Arshani
Flash
Bronze
Ketukan di Gerbang Manor. Franz Kafka. Penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Hello Amsterdam !
IkBenAi
Komik
Destiny
Eka Santi S
Skrip Film
SEDARAH
Ahmad Gali Prayoga Nasution
Novel
Lady Lavender and Lord Fire
Inzati Istaniyah
Novel
After The Throne | HK#1
Caroline
Rekomendasi
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pandanglah Langit Di Atas Sana, Maru!
Rere Valencia
Novel
Berharga
Rere Valencia
Flash
Kimia
Rere Valencia
Flash
Balada Sedih
Rere Valencia
Flash
Demi Pohon Lemon
Rere Valencia
Flash
Kisah Setelah Revolusi Pertama Yang Gagal
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Flash
Idola (Isi Jiwa)
Rere Valencia
Flash
Hikayat Yang Diwariskan
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Flash
The Chinatown's Crew
Rere Valencia
Flash
Lebur
Rere Valencia
Flash
Ditertawakan Demi Bertahan Hidup
Rere Valencia