Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
0
Suka
8
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Manuel Gotze, pimpinan sebuah firma akuntansi di Jerman, mendapati dunianya runtuh dalam satu hari yang kelabu. Setelah memeriksakan kepalanya yang sering pening, dokter memberikan vonis yang mustahil: sel darah putih di otaknya telah memakan sel darah merah selama lima belas tahun tanpa ia sadari. Kini, hidupnya hanya tersisa empat hari lagi. Gotze menolak tawaran doa dari seorang pastor karena ia percaya bahwa setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan secara nyata; baginya, dosa harus ditebus dengan tindakan, bukan sekadar simbol.

‎Sepulangnya dari dokter, ia mendapati kantornya di lantai 78 sedang dibongkar paksa karena pengkhianatan rekan bisnisnya, Peter Glasisch. Glasisch memalsukan tanda tangan Gotze dan membuatnya dituduh mencurangi karyawan demi keuntungan pribadi. Seluruh asetnya disita bank, dan istrinya, Elisa Braum, langsung melayangkan gugatan cerai karena menganggap Gotze pria yang sangat licik. Dalam kemarahan yang meluap, Elisa sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Gotze untuk menjelaskan kebenaran maupun penyakit mematikan yang ia derita.

‎Kabar buruk berlanjut saat putranya, Hermann, ditangkap polisi karena mengedarkan zat terlarang. Lebih pahit lagi, Hermann terlibat dalam skandal yang merusak kemurnian jiwa anak-anak di bawah umur melalui sebuah pertunjukan kelam yang tak seharusnya mereka saksikan. Di tengah badai itu, Gotze mendapat kabar bahwa ayahnya, Allan, baru saja merenggut napas terakhir ibunya akibat amarah maut yang dipicu masalah sepele: taburan merica pada telur dadar yang memicu alergi hebat sang ayah.

‎Alih-alih menyerah pada nasib, Gotze bertekad menjadikan sisa empat harinya waktu yang paling sempurna. Hari pertama dan kedua ia habiskan bersama Hermann di bawah pengawasan polisi. Gotze menyadari bahwa selama ini ia dan Elisa telah menelantarkan putra mereka demi kesuksesan bisnis. Gotze membiarkan Hermann melakukan hal-hal yang dulu dilarangnya, termasuk minum Sangria bersama di taman kota. Namun, Hermann memiliki satu permintaan terakhir: ia ingin makan malam bersama ayah dan ibunya sebagai sebuah keluarga.

‎Awalnya, Elisa menolak keras ajakan tersebut karena kebenciannya yang mendalam. Namun, Gotze membujuknya dengan penuh ketulusan, menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk duduk bersama sebagai keluarga sebelum Hermann kehilangan kebebasannya dalam waktu yang sangat lama. Dengan berat hati, Elisa akhirnya setuju untuk hadir dalam perjamuan itu. Hari ketiga, ia merawat ayahnya di tahanan. Mereka mengenang masa lalu tentang arti nama "Gotze" tanpa membahas tragedi kematian ibunya sedikit pun.

Di hari terakhir, meski kepalanya terasa sangat sakit, ia berjalan kaki mendatangi satu per satu rumah karyawannya untuk meminta maaf. Gotze akhirnya kembali ke taman, meminum Sangria terakhirnya, dan meninggal dengan tenang di sana. Baginya, ia telah berhasil menutup catatannya dengan sebuah hari yang sempurna.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Novel
Bronze
Diciassette
Roormniax
Novel
Mengejar Dosa
Rifin Raditya
Flash
Aku Menulis Tentang Kau
Aneidda
Cerpen
Bronze
Lyan
Afina Munzalina F
Cerpen
Bronze
Immortal Young
Brian Andressia
Flash
50 RIYAL
DENI WIJAYA
Cerpen
SI FLEXING DAN SI SOMBONG
Rizki Ramadhana
Cerpen
Sebelas Duabelas
Artie Ahmad
Cerpen
Semuanya Telah Pergi
Amanda Chrysilla
Cerpen
Toilet Kemanasaja: Marah-Marahnya Broto
Ega Pratama
Novel
Bronze
ZAIRA
Malini
Novel
Bronze
Sekar
Galih Priatna
Skrip Film
What Lies Above
revin palung
Flash
Bronze
DENDAM YANG HILANG SEBELUM MATAHARI TENGGELAM
Rahmayanti
Rekomendasi
Flash
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pandanglah Langit Di Atas Sana, Maru!
Rere Valencia
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Saksi Sekejap
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Novel
Destiny
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Paris, 4 Mei
Rere Valencia
Flash
Kimia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Adel Tersayang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tak Bisa Memilih
Rere Valencia
Novel
Berharga
Rere Valencia