Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Beda Luka Beda Rasa
0
Suka
250
Dibaca

Mereka bilang semua orang pernah sakit.

Seolah itu cukup untuk membuat kita setara.

Seolah rasa perih bisa disamakan hanya karena sama-sama bernama luka.

Padahal tidak.

Ada sakit yang datang seperti badai keras, berisik, menghancurkan, lalu pergi meninggalkan puing-puing yang jelas terlihat.

Orang lain mudah berkata, “Pantas kamu hancur, lukanya besar.”

Tapi ada juga sakit yang datang tanpa suara.

Tidak merobohkan apa pun secara kasat mata, namun perlahan menggerogoti dari dalam.

Jenis sakit yang membuatmu tetap bangun pagi, tetap tertawa di depan orang lain, namun setiap malam bertanya,

kenapa rasanya aku makin menghilang?

Sakit kehilangan berbeda rasanya dengan sakit ditinggalkan tanpa penjelasan.

Yang satu membuatmu berduka, yang lain membuatmu menyalahkan diri sendiri.

Sakit dikhianati menusuk kepercayaan,

sementara sakit tidak pernah dipilih mengikis harga diri pelan-pelan, sampai kamu lupa bagaimana rasanya merasa cukup.

Ada luka yang membuatmu menangis keras, dan ada luka yang membuatmu diam terlalu lama.

Yang satu terlihat rapuh, yang lain terlihat kuat padahal sama-sama sedang sekarat.

Aku belajar bahwa tidak semua sakit ingin disembuhkan cepat.

Beberapa hanya ingin diakui keberadaannya.

Didengar tanpa disela.

Dipercaya tanpa harus dibuktikan.

Karena tidak semua orang terluka oleh kejadian besar.

Sebagian dari kami hancur oleh hal-hal kecil

yang terjadi terlalu sering.

Kalimat yang dianggap bercanda.

Janji yang diulang tapi tak pernah ditepati.

Keberadaan yang selalu nomor dua.

Dan anehnya, sakit semacam ini jarang mendapat simpati.

Karena dari luar, kami terlihat baik-baik saja.

Padahal kami hanya pandai menyembunyikan retak.

Ada rasa lelah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata “capek.”

Bukan fisik, bukan juga emosi semata.

Ini lelah karena terus berusaha mengerti orang lain

sementara diri sendiri diabaikan.

Lelah karena terus bertanya apakah perasaanku terlalu berlebihan, apakah aku terlalu sensitif, apakah aku pantas merasa sakit.

Sampai suatu hari aku sadar beda sakit memang beda rasa.

Dan tidak semua rasa perlu dibandingkan

untuk menjadi valid.

Luka tidak butuh perlombaan.

Tidak perlu ditimbang mana yang lebih berat.

Karena satu-satunya hal yang benar-benar kejam adalah ketika seseorang dipaksa merasa bahwa sakitnya tidak cukup sakit untuk dimengerti.

Aku tidak butuh diselamatkan.

Aku hanya ingin tidak diperkecil.

Tidak dianggap lebay.

Tidak disuruh kuat ketika aku bahkan belum sempat runtuh.

Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukan luka itu sendiri melainkan saat rasa sakitmu harus kamu tanggung sendirian di dunia yang terlalu sering meremehkan perasaan yang tidak berisik.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Cerpen
Dia Sofia
Titin Widyawati
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
APA ITU CINTA?
Retchaan
Cerpen
Bronze
Memahami
Daud Farma
Novel
Spin to Sink: Mikoto Fight to be Better
Romi Bangun Awali
Flash
Bronze
Bukan Sugarcoating
Keita Puspa
Flash
Bronze
Industrial Bakurocho Station Monologue
Silvarani
Novel
berharap pada siapa??
hendidesfian
Flash
Seri Kerangka Berpikir: Sudut Pandang
M. Fagih Alhafizh
Novel
Skenario Tuhan (Gadis 12 Kali Operasi)
Mega Kembar
Flash
Ku usahakan yang Terbaik untuk mu
Smith
Flash
Bronze
Perempuan Berkacamata Kuda
Christya Dita Yeskiaulina
Flash
Bronze
Sang Penulis
AndikaP
Cerpen
Hadiah Dari Nirwana
Sucayono
Rekomendasi
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
In Korea Means 사랑해
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Aku Sekarat
lidia afrianti
Flash
Jejak
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Astrophile
lidia afrianti
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Dazzling Love
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti