Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Beda Luka Beda Rasa
0
Suka
1,535
Dibaca

Mereka bilang semua orang pernah sakit.

Seolah itu cukup untuk membuat kita setara.

Seolah rasa perih bisa disamakan hanya karena sama-sama bernama luka.

Padahal tidak.

Ada sakit yang datang seperti badai keras, berisik, menghancurkan, lalu pergi meninggalkan puing-puing yang jelas terlihat.

Orang lain mudah berkata, “Pantas kamu hancur, lukanya besar.”

Tapi ada juga sakit yang datang tanpa suara.

Tidak merobohkan apa pun secara kasat mata, namun perlahan menggerogoti dari dalam.

Jenis sakit yang membuatmu tetap bangun pagi, tetap tertawa di depan orang lain, namun setiap malam bertanya,

kenapa rasanya aku makin menghilang?

Sakit kehilangan berbeda rasanya dengan sakit ditinggalkan tanpa penjelasan.

Yang satu membuatmu berduka, yang lain membuatmu menyalahkan diri sendiri.

Sakit dikhianati menusuk kepercayaan,

sementara sakit tidak pernah dipilih mengikis harga diri pelan-pelan, sampai kamu lupa bagaimana rasanya merasa cukup.

Ada luka yang membuatmu menangis keras, dan ada luka yang membuatmu diam terlalu lama.

Yang satu terlihat rapuh, yang lain terlihat kuat padahal sama-sama sedang sekarat.

Aku belajar bahwa tidak semua sakit ingin disembuhkan cepat.

Beberapa hanya ingin diakui keberadaannya.

Didengar tanpa disela.

Dipercaya tanpa harus dibuktikan.

Karena tidak semua orang terluka oleh kejadian besar.

Sebagian dari kami hancur oleh hal-hal kecil

yang terjadi terlalu sering.

Kalimat yang dianggap bercanda.

Janji yang diulang tapi tak pernah ditepati.

Keberadaan yang selalu nomor dua.

Dan anehnya, sakit semacam ini jarang mendapat simpati.

Karena dari luar, kami terlihat baik-baik saja.

Padahal kami hanya pandai menyembunyikan retak.

Ada rasa lelah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata “capek.”

Bukan fisik, bukan juga emosi semata.

Ini lelah karena terus berusaha mengerti orang lain

sementara diri sendiri diabaikan.

Lelah karena terus bertanya apakah perasaanku terlalu berlebihan, apakah aku terlalu sensitif, apakah aku pantas merasa sakit.

Sampai suatu hari aku sadar beda sakit memang beda rasa.

Dan tidak semua rasa perlu dibandingkan

untuk menjadi valid.

Luka tidak butuh perlombaan.

Tidak perlu ditimbang mana yang lebih berat.

Karena satu-satunya hal yang benar-benar kejam adalah ketika seseorang dipaksa merasa bahwa sakitnya tidak cukup sakit untuk dimengerti.

Aku tidak butuh diselamatkan.

Aku hanya ingin tidak diperkecil.

Tidak dianggap lebay.

Tidak disuruh kuat ketika aku bahkan belum sempat runtuh.

Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukan luka itu sendiri melainkan saat rasa sakitmu harus kamu tanggung sendirian di dunia yang terlalu sering meremehkan perasaan yang tidak berisik.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Di Balik Mata Pisces: "Ketika Mimpi Bertemu Realita"
Alya Nazira
Novel
Anyaman di Rambut Si Kribo
Ulva Idaryani Daulay
Flash
Monolog sunyi untuk mama
tita agnesti
Novel
Bronze
JANDA & THE TABLE
glowedy
Novel
Ketika Langit Tak Lagi Memelukmu
Dyah
Flash
Bronze
Las Vegas Sin
Silvarani
Novel
Rahasia Lintang
Pejandtan
Flash
Bronze
Baby Machine
Silvarani
Cerpen
Lagi, Lagi, Lagi dan Lagi
talbiatin
Flash
Kesempatan Pertama
Hans Wysiwyg
Flash
Lensa di Balik Tirai Dapur
INeeTha
Novel
Yang tersembunyi dalam luka
Asep Saepuloh
Cerpen
Bronze
Riana
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Sang Penulis
AndikaP
Rekomendasi
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Ternyata Kita Pembohong
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
My Battery
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Flash
Aku Sekarat
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Astrophile
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Line And Word
lidia afrianti
Novel
Rumah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti