Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Beda Luka Beda Rasa
0
Suka
3,531
Dibaca

Mereka bilang semua orang pernah sakit.

Seolah itu cukup untuk membuat kita setara.

Seolah rasa perih bisa disamakan hanya karena sama-sama bernama luka.

Padahal tidak.

Ada sakit yang datang seperti badai keras, berisik, menghancurkan, lalu pergi meninggalkan puing-puing yang jelas terlihat.

Orang lain mudah berkata, “Pantas kamu hancur, lukanya besar.”

Tapi ada juga sakit yang datang tanpa suara.

Tidak merobohkan apa pun secara kasat mata, namun perlahan menggerogoti dari dalam.

Jenis sakit yang membuatmu tetap bangun pagi, tetap tertawa di depan orang lain, namun setiap malam bertanya,

kenapa rasanya aku makin menghilang?

Sakit kehilangan berbeda rasanya dengan sakit ditinggalkan tanpa penjelasan.

Yang satu membuatmu berduka, yang lain membuatmu menyalahkan diri sendiri.

Sakit dikhianati menusuk kepercayaan,

sementara sakit tidak pernah dipilih mengikis harga diri pelan-pelan, sampai kamu lupa bagaimana rasanya merasa cukup.

Ada luka yang membuatmu menangis keras, dan ada luka yang membuatmu diam terlalu lama.

Yang satu terlihat rapuh, yang lain terlihat kuat padahal sama-sama sedang sekarat.

Aku belajar bahwa tidak semua sakit ingin disembuhkan cepat.

Beberapa hanya ingin diakui keberadaannya.

Didengar tanpa disela.

Dipercaya tanpa harus dibuktikan.

Karena tidak semua orang terluka oleh kejadian besar.

Sebagian dari kami hancur oleh hal-hal kecil

yang terjadi terlalu sering.

Kalimat yang dianggap bercanda.

Janji yang diulang tapi tak pernah ditepati.

Keberadaan yang selalu nomor dua.

Dan anehnya, sakit semacam ini jarang mendapat simpati.

Karena dari luar, kami terlihat baik-baik saja.

Padahal kami hanya pandai menyembunyikan retak.

Ada rasa lelah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata “capek.”

Bukan fisik, bukan juga emosi semata.

Ini lelah karena terus berusaha mengerti orang lain

sementara diri sendiri diabaikan.

Lelah karena terus bertanya apakah perasaanku terlalu berlebihan, apakah aku terlalu sensitif, apakah aku pantas merasa sakit.

Sampai suatu hari aku sadar beda sakit memang beda rasa.

Dan tidak semua rasa perlu dibandingkan

untuk menjadi valid.

Luka tidak butuh perlombaan.

Tidak perlu ditimbang mana yang lebih berat.

Karena satu-satunya hal yang benar-benar kejam adalah ketika seseorang dipaksa merasa bahwa sakitnya tidak cukup sakit untuk dimengerti.

Aku tidak butuh diselamatkan.

Aku hanya ingin tidak diperkecil.

Tidak dianggap lebay.

Tidak disuruh kuat ketika aku bahkan belum sempat runtuh.

Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukan luka itu sendiri melainkan saat rasa sakitmu harus kamu tanggung sendirian di dunia yang terlalu sering meremehkan perasaan yang tidak berisik.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Bronze
Piye? Enak Jamanku, Tho?
Rere Valencia
Cerpen
Sang Guru
Anjrah Lelono Broto
Flash
Lelah Normal
imagivine
Cerpen
Between Fear and Fury
Val
Novel
Bronze
Inheritance
Aylanna N. Arcelia
Flash
Tetaplah Melangkah
Rahmi Azzura
Novel
Kita Dibesarkan untuk Kuat, Bukan Bahagia
Desto Prastowo
Novel
Yang tersembunyi dalam luka
Asep Saepuloh
Novel
Breadwinner
Lifya Q. Raida
Cerpen
Bronze
Riana
Titin Widyawati
Cerpen
Jejak Bintang di Lembah yang Terlupa
Ezra Jo
Cerpen
Putus, Tapi Nggak Putus Asa
Tresnaning Diah
Flash
Bronze
Karya Pertama
Rere Valencia
Flash
Senja yang Sebentar
Binaarr
Rekomendasi
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Mari Rayakan, Ketika Kita Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Line And Word
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti
Flash
Ternyata Kita Pembohong
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hear You
lidia afrianti
Flash
Cinta Tanpa Pamrih
lidia afrianti