Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
When the mouth can't speak, our eyes speak.
Setiap hari aku memandang banyak mata. Mata yang indah, bulat, lentik, dan berbagai macam bentuk mata lainnya. Namun, tak kusangka, hari itu aku menemukan matamu. Mata yang tak biasa aku temukan sebelumnya. Matamu bukan mata yang indah dan mencuri perhatian. Hanya mata biasa yang menatap sepi orang-orang di sekitar. Entahlah aku bahkan tak bisa melihat semangat sama sekali dalam pancaran netramu.
Tapi ada satu hal yang aneh yang membuat pikiranku terpaku padanya. Dari sorot matamu ada ketulusan yang dibalut ketajaman. Aku merasa ada sesuatu yang baik dalam dirimu, namun hal itu terlalu tertutup oleh pandanganmu yang tajam dan skeptis.
Lebih anehnya lagi caramu memandangku juga berbeda. Kamu seperti membenciku tapi juga memujaku. Lirikanmu seperti teka-teki yang membuatku bertanya-tanya dan ingin terus menatapmu.
Terkadang kau menatap seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi juga terkadang kau menatapku datar seolah-olah tak ingin melihat diriku. Dan terkadang juga, kamu menatapku penuh takjub. Bahkan senyuman yang tertahan sempat terbaca di wajahmu.
Tak ada kata yang bisa kuucapkan padamu. Bahkan kalau ada, aku tidak tahu harus memulai dari mana, karena mata kita, sudah berbicara terlalu lama.