Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Seharusnya, selesai.
1
Suka
7,733
Dibaca

"Sederhananya, kalau sudah selesai, maka tidak ada lagi kesempatan yang bisa membuat dia kembali. Apapun alasannya, kan sudah selesai!" kata Nadia.

"Tapi dia bilang ini yang terakhir."

Nadia menghela napas, membenarkan posisi duduknya dan jelas menatapku lebih tajam. "Teruss? lo masih tetap mau nurutin mau dia? Heloooo!! udah lama loh kalian itu pisah, tanpa hubungan yang jelas lagi!!"

Nadia kini menyandarkan tubuhnya ke kursi, melipat kedua tangannya di depan dada. Sedangkan aku diam, menunduk memandangi gelas salted caramel yang sudah tinggal setengah. Rasanya ramai sekali dengan isi kepala. Ada yang saling bersahutan untuk minta didengarkan, tapi hatiku seperti enggan menanggapi.

Tidak salah. Jika sudah selesai, berarti sudah. Tidak ada lagi yang perlu diperpanjang tanpa tahu akan berujung seperti apa. Sudah berlalu, lebih dari lima tahun terakhir. Harapan mana lagi yang bisa kujadikan kemungkinan, jika pada akhirnya diriku lagi yang harus berjuang sendirian.

"Mungkin nggak kalau kali ini endingnya beda?" tanyaku pelan. Suaraku bergetar seperti menahan sesuatu yang hampir runtuh. Berusaha berani menatap Nadia. Masih menyimpan sebuah harapan yang semu.

Gadis di hadapanku menggelengkan kepala. Mungkin juga sudah muak dengan segala kemungkinan yang sejak dulu nggak pernah kejadian. Dia memang selalu mengisi masa putih abu-abuku. Tapi, kalau untuk jadi kita, bagi dia sulit, kenapa harus aku yang merasakannya semakin dalam.

"I know, he is the best person buat lo. Tapi, buat memungkinkan sesuatu yang nggak pernah jadi buat lo tuh memang nggak capek, ya? Kalo kali ini dia mau ketemu lo bukan dengan maksud yang lo mau, gimana? lebih parahnya lagi, gimana kalau dia cuma mau mastiin lo udah move on apa belom, setelahnya dia ngasih lo undangan kalau dia mau nikah? Masih sanggup buat ketemu?"

Nadia tidak jahat. Ini memang realistis. Mungkin kalau di drama korea yang baru aja aku tamatin, orang lama bisa jadi tujuan buat masa depan bersama. Tapi, ini tentang dia. Manusia dengan segala hal, datang, pergi semaunya. Dia memang mau jadi orang terakhir yang mengucapkan ulang tahunku yang ketujuh belas, tapi bukan berarti menjadi yang terakhir juga mengisi hatiku.

Hidup akan terus berjalan, memang mungkin bukan sama dia jalannya. Kalau ada dianya, mungkin aku tidak memutuskan untuk pindah ke kota ini. Mencoba memulai kehidupan baru, mencari sesuatu yang lebih menarik, melakukan hal yang mungkin tidak pernah dilakukan saat ada dia dulu. Semua demi hidup yang terus berlanjut.

"Setiap orang berhak atas perasaan yang dia punya. Tapi, memaksakan sesuatu sesuai yang kamu mau, nggak bisa."

Dan.. aku ingin sadar :

"Aku memang sudah harus melangkah dari perasaan lama yang tak ingin aku disana."

Setelah tiga tahun berlalu sejak panggilan telepon di bus itu, aku tidak pernah mencari tahu lagi tentang dia. Kami tetap hidup, dengan jalannya sendiri. Dan untuk pertama kalinya aku tidak menoleh ke belakang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Kisah Langit
Mizan Publishing
Novel
Chosen by Destiny
Tami jingga
Flash
Seharusnya, selesai.
Lisnawati
Novel
Bronze
9 SKALA RICHTER
DENI WIJAYA
Flash
Bronze
Belum Selesai
B12
Flash
Bronze
Anatomy of Love
Silvarani
Flash
PRA NIKAH
Nurmala Manurung
Flash
Bronze
Di Ujung Senja
Yasin Yusuf
Novel
Gold
Athlas
Mizan Publishing
Cerpen
Yang Mengutuk Diri Kita
Fazil Abdullah
Cerpen
Bronze
After 15 Years Ago? You Safe Me From Your heart?
Maina Suryani
Novel
Bronze
Mudita
I Gede Luwih
Flash
Hari Ini Hari Apa, Sayang?
Vika Rahelia
Cerpen
Introvert me
Taufik reja waluya
Novel
Bu Dosen, Please Be Mine!
Reni Hujan
Rekomendasi
Flash
Seharusnya, selesai.
Lisnawati
Cerpen
Buku Berbeda
Lisnawati
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Flash
Titik Nadir
Lisnawati
Flash
Bronze
Tentangmu
Lisnawati
Flash
Bronze
Kata orang, jangan berhenti di satu titik.
Lisnawati
Flash
Setahun berlalu
Lisnawati
Flash
ZONA NYAMAN BUKAN ZONA AMAN
Lisnawati
Skrip Film
Satu Cara Untuk Pergi
Lisnawati
Novel
PERPANJANG KONTRAK
Lisnawati
Flash
Keras Hati
Lisnawati
Flash
Bronze
Menunggu Moment
Lisnawati
Flash
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
Lisnawati
Flash
Ketupat Sayur Sudah Basi
Lisnawati