Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ayahku koruptor
3
Suka
10,293
Dibaca

Pak Budi hidup bergelimang harta, wajah publik yang ia tunjukan adalah menjadi seorang yang bijaksana dan dermawan namun sayang; uang itu adalah jeri payah petani yang mengais pundi uang untuk makan setiap hari. Andai saja pemerintah lebih sadar jika masyarakat, lapar dan haus karena ulah pak Budi.

Subsidi beras yang menipis membuat kaum menengah kebawah antri dengan mengemis, dengan janji-janji manis saat pemilu tiba.

Cakra menyadari hal itu, Ayahnya mengkuliahkannya di jurusan hukum dengan uang haram itu, entah sampai kapan akan ketahuan. Cakra membaca tulisan diana; gadis yang ia taksir sejak SMA itu dengan seksama di laptopnya, tema hari ini adalah, kekuasaan rezime palsu, tulisan itu membuatku merinding.

Pilar-pilar kokoh dengan bangunan putih megah itu, agung. Para maling berdasi merah—menaiki mobil mewah dengan makan mengunakan sendok emas, bersiap menyuarakan haknya, katanya,

"Demi kemajuan rakyat." Mereka terpilih dengan koalisi dan berbangga hati, menginjak kami—rakyat yang terlihat lemah, mengais pundi rejeki terikat tali pajak sampai mati. Bukan berbelas kasih, diperas lintah darat, ya! Mengais pundi-pundi tangis perhari.  

Kelaparan, melanda kemiskinan struktural ya! Sejak kapan, Indonesia menikmati kekayaannya? Oh—sejak pejabat, berjoget ria! Bagaimana masyarakat marah. Menjarah, merusak bukankah harusnya yang cemas Indonesia. Mengapa? Ya, kita menuntut hak saja tidak didengar, bagaimana kemajuan bangsa.

"Demi Indonesia," Lantangnya, mirisnya—keadilan yang entah dimana ujungnya dan akhirnya mati.

Rakyat dibungkam, buku dijarah, pemuda-pemudi menuntut aksi dan disini diam tak berbudi.

 Masyarakat, marah. Harusnya pejabat korup itu diadili, Bukan diasingkan sementara, atau di nonaktifkan. Aku benci kerusakan, oh tentu! Siapa yang tidak benci. Semakin, banyak dikoarkan semakin tuli. 

Bukannya tikus itu harus dibasmi, kita hidup dikerajaan tikus yang mengenakan dasi.

Rezime menghalalkan cara untuk menang! Menang diatas kekuasaan yang kalian tindas. Hanya menceritakan tikus berdasi, yang suka ongkang-ongkang kaki.

Dada cakra sesak, lidahnya kelu. Ia bertanya pada Diana, "Ana, Andai kalau lu temenan sama anak koruptor gimana?" tanya secara tiba-tiba membuat dahi diana menyerit,

"Gua jauhin sih, mereka semua hama dan satu lagi, gua berharap seluruh koruptor di hukum mati, jangan masa tahanannya yang di potong."

Cakra hanya menarik napas berat, andai Diana; sang pujaan hati mengetahuinya apakah yang akan ia lakukan atau akan menjauhin secara perlahan.

"Kalau gua anak koruptor menurut lu gimana?" Tanya cakra, diana menatap manik mata cukup lama.

"Gua percaya, kalau bapak lu orang baik dan itu yang buat gua ngerasa Indonesia akan maju."

Cakra terdiam, membisu. Keheningan hari itu menutup semua cela kehidupannya, kebenaran ini jangan sampai terdengar ditelinga gadis manis itu.

"Tumben lu tanya gini, pasti tulisan gua bagus yah makannya lu ngerasa sesak napas."Tanya Diana kemudian, Cakra hanya mengangguk dan mengelus kepala Diana perlahan. "Gua harap, pertemanan kita langgeng yah, Ana."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
TANAH AIR KEDUAKU
Eunike Mariyani
Novel
Maya Laiden
S. Po Singki
Novel
Sepatu Baja
Ariq Ramadhan N.
Flash
Ayahku koruptor
Reveniella
Novel
Lagu Untuk Davina
kieva aulian
Novel
A Lonely Journey
Nurria Betty
Novel
LANGIT
aisyah muharia
Novel
Pahit Lebih Manis
Yesno S
Novel
Bronze
A.M.O.R.E.G.A
@Fatamorgana16
Flash
Jam Tangan
Sena N. A.
Cerpen
Giliran Siapa Merawat Ibu?
Ridho Nugroho
Novel
Gagal Cinta Kronis
Nara Lahmusi
Novel
Bronze
Air Mata Sahara
Tri Suci Maryam
Novel
Bronze
Aegis of Us
Arslan Cealach
Novel
Bronze
Sayap yang Patah
Anggie Amelia
Rekomendasi
Flash
Ayahku koruptor
Reveniella
Flash
Aku
Reveniella
Flash
Lanang
Reveniella
Novel
Ruang Abu-abu
Reveniella
Novel
Neskara
Reveniella
Cerpen
Laki-laki Tidak Bercerita
Reveniella
Flash
Ujaranku pada kematian
Reveniella
Flash
Budak korporat
Reveniella
Novel
Rumah ke Rumah
Reveniella
Flash
Secangkir Cokelat Panas
Reveniella
Flash
Apakah Aku Pantas Dicintai?
Reveniella
Flash
Penjara Aktivis
Reveniella
Novel
First place in my heart
Reveniella
Flash
Jatuh dan cinta
Reveniella
Flash
Anggap Aku Rumahmu
Reveniella